Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 185


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam mobil Alex langsung menggantikan baju putrinya yang basah karena keringat, ia juga tidak lupa memakaikan minyak angin aroma dan losion.


Setelah mengganti baju, Javanka sedikit marah-marah tidak jelas pada sang papah. Alex yang tahu jika putrinya sudah seperti itu langsung memeluk dan menepuk-nepuk punggungnya pelan sambil berdongeng.


Sekertaris Aldo yang sedari tadi memperhatikan di kursi kemudi pun hanya tersenyum simpul.


" Sepertinya nona mengantuk tuan muda? kata sekertaris Aldo.


" Iya begitu lah. ucap Alex sambil terus mengelus lembut punggung putrinya.


Javanka hanya menutup matanya sebentar lalu membukanya lagi dan terus berulang, sampai akhirnya gadis mungil itu tertidur pulas.


" Setelah sampai di taman, apakah nona akan di biarkan di dalam mobil atau ikut turun juga tuan muda? tanya sekertaris Aldo pada Alex.


" Dia harus ikut, kalau tidak dia akan kebingungan mencari ku. jawab Alex sambil terus mengelus kepala putrinya.


Hemmmmmm.......... alasan tuan muda saja, nona kan bukan anak yang cengeng yang gampang menangis kalau di tinggal. Beliau adalah anak yang kuat, bilang saja tuan muda yang tidak ingin jauh-jauh dari nona.


Sepanjang perjalanan menuju ke taman tampak lancar, namun kala sudah mendekati taman tersebut jalan tampak begitu ramai dan padat. Banyak sekali orang-orang yang datang ke acara itu, dari mulai anak-anak, remaja, dewasa, paruh baya sampai lanjut usia.


Mereka semua ingin ikut memeriahkan acara peresmian sekaligus ulang tahun dari pemilik grup xx yang sangat membantu perekonomian masyarakatnya, semua orang terlihat tertawa bahagia.

__ADS_1


Walaupun harus berdesak-desakan, namun mereka tampak tertib mengantri sesuai dengan aturannya.


" Sepertinya semua masyarakat sudah menanti-nanti hari ini tuan muda, semua orang terlihat bahagia dengan adanya taman ini. kata sekertaris Aldo melihat orang-orang yang ada di pinggir jalan sambil terus menyetir mobil.


" Iya, aku senang jika taman ini bermanfaat untuk semua orang. jawab Alex sambil memperhatikan ke arah luar jendela mobilnya.


" Ini semua berkat kebaikan tuan muda, yang memperhatikan masyarakat sekitar. Sampai-sampai mereka sangat antusias menyambut anda tuan muda. kata sekretaris Aldo lagi yang mewakili ratusan orang yang berterima kasih atas kebaikan Alex.


Alex tidak menjawabnya dia hanya tersenyum simpul. " Oh iya, kau harus pastikan semua orang yang hadir tidak kekurangan makanan dan minuman. Jangan sampai ada orang yang pulang dari acara ini kelaparan atau kehausan. ucap Alex mengingatkan sekertaris nya tentang stok makanan dan minuman.


" Sudah saya perkirakan tuan muda, masing-masing di beberapa titik ada gerai minuman dan makanan gratis untuk semua orang, saya akan pastikan tidak akan ada orang yang pulang dari sini kelaparan atau kehausan tuan muda. jawab sekertaris Aldo dengan sopan.


" Kerja bagus do. kata Alex sedikit memuji sekertaris nya.


Para pengawal yang berjaga pun langsung bersiap kala melihat mobil tuan mudanya, ketika mereka langsung berjalan menghampiri mobil Alex kala mobil itu berhenti.


Semua wartawan dan para masyarakat pun berkumpul dan berbondong-bondong untuk melihat dan meliput si pemeran utama dari acara ini.


Pintu mobil pun di buka oleh salah satu pengawal lalu Alex pun keluar dari mobil dengan menggunakan kacamata hitam sambil menggendong putrinya.


Para wartawan pun langsung berusaha mendekat dan mengambil foto-foto Alex, namun para pengawal pun tidak membiarkan saru pun dari mereka mendekati tuan muda mereka.

__ADS_1


Alex berjalan dengan santai sambil tersenyum manis pada orang-orang yang memanggil-manggil namanya, sementara sekertaris Aldo dan para pengawal sangat berusaha keras untuk menahan orang-orang yang ingin mendekat pada tuan mudanya.


Karena terlalu bising Javanka yang tadinya tertidur pulas di dalam dekapan sang papah pun akhirnya gadis mungil itu terbangun, dia menatap ke arah sekelilingnya.


Para wartawan pun tidak menyia-nyiakan kesempatan mereka semua memotret sosok gadis kecil yang ada di dalam gendongan Alex itu.


" Tuan muda, tuan muda siapa itu. Siapa gadis kecil itu. teriak para wartawan pada Alex.


Alex tidak menjawabnya dia hanya tersenyum berjalan sambil menenangkan putrinya yang syok, sesampainya di tenda yang di depannya ada sebuah panggung besar. Alex langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Orang-orang yang di undang secara resmi termasuk bapak dan ibu walikota pun terlah hadir dan duduk di tempat masing-masing yang sudah di sediakan.


" Sayang kamu haus? tanya Alex pada putrinya.


Javanka hanya mengangguk gadis kecil itu tampak sedikit syok melihat banyaknya orang.


Lalu Alex pun memberikan minum pada putrinya secara perlahan, dan meminta sekertaris nya untuk memulai acaranya.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2