Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 190


__ADS_3

Kini keempat pria itu sudah duduk di samping taman yang letaknya tak jauh dari kolam ikan koi, keempatnya tampak mengobrol hal-hal ringan sambil melihat sekertaris Aldo yang sedang membakar beef dan kawan-kawan nya.


" Lex sepertinya Javanka sudah siap mendengar cerita tentang mami nya, waktu di taman tadi aku sempat mengobrol dengan nya tentang mendiang mami nya. kata David tiba-tiba mengucapkan tentang masalah Javanka.


Mendengar ucapan David, Alex sempat terkejut dan terdiam. Pria itu langsung membungkam mulutnya pandangan nya kosong, entah apa yang dia pikirkan.


Suasana pun tiba-tiba mencekam, Alex hanya diam saja. Sebelum dia berkata tampak jelas dia menarik nafas panjang berusaha untuk tetap tenang.


" Aku masih belum yakin, karena aku tidak mau mengambil resiko Vid, kau pasti ingin dengan jelas kan. Bagaimana Avan menyakiti dirinya sendiri sambil menyalahkan dirinya atas kepergian mami nya, aku tidak ingin hal serupa terulang kembali. ucap Alex sambil mengingat kembali kenangan lampau.


" Cukup istriku yang pergi meninggalkan ku, jangan sampai putriku satu-satunya pergi meninggalkan ku juga. Kau mungkin tidak tahu perasaanku seperti apa, saat Avan melakukan semua hal mengerikan itu. Kata Alex lagi dengan bibir bergetar dia terus berusaha berbicara.


" Itu adalah saat-saat paling terberat dalam kehidupan ku, sampai-sampai aku tidak mau lagi mengingat kenangan mengerikan itu ada dalam ingatan ku. kata Alex lagi mengakhiri semuanya kecemasan yang dia pendam.


Mendengar ucapan Alex, David dan Aldo pun diam. Mereka tidak tahu harus mengatakan apa karena kejadian kala itu memang benar-benar menakutkan.


" Tapi menurut ku, kau harus tetap mencobanya Lex. kata Caca tiba-tiba, ketiga pria itu pun menatap ke arah nya.


" Apa yang kalian lihat? tanya Caca pada ketiga sahabatnya. " Aku hanya mengatakan apa yang menurutku benar, lagi pula melihat perkembangan kesehatan Avan yang kian hari semakin bertambah bagus. Aku yakin jika gadisku sudah siap dengan cerita itu. ucap Caca lagi sambil mencomot lalu memakannya daging yang sudah matang.

__ADS_1


" Gadisku, gadisku. Dia putri ku. ucap Alex yang tidak terima dengan panggilan Caca untuk putrinya.


" Kau jangan seperti itu Lex, nanti kalau Avan jadi jodohku biar tahu rasa kau. jawab Caca yang tidak takut dengan Alex.


" Mau mati yah kau, sudah bosan hidup rupanya kau. Cepat katakan padaku, kau mau mati dengan di lindas, di tabrakan atau kutemukan saja tulang-tulang mu. kata Alex yang sudah mulai marah dan berdiri di duduknya.


Bukannya minta maaf Caca malah mengabaikan Alex, sejujurnya dia takut menghadapi Alex jika pria itu sudah murka.


" Lepaskan aku, biar ku hajar dia habis-habisan. ucap Alex pada David yang sedang memegangi Alex.


" Sudah, sudah. Cukup Lex lebih baik kita dengarkan Caca terlebih dulu tentang kondisi Avan, masalah dia mengatakan hal tadi kita kesampingkan terlebih dulu. Ucap David pada Alex, dia berusaha menahan Alex agar tidak menghajar Caca.


Mendengar ucapan David Alex pun kembali duduk dengan tenang.


" Sekarang kau jelaskan saja pada kami apa maksud mu? kata David pada Caca.


" Iya maksud ku, seperti apa yang kau katakan tadi. Lebih baik Alex ceritakan saja tentang mami nya pada Avan, Avan berhak tahu Lex, lagi pula jika terjadi sesuatu pada Avan aku siap bertanggung jawab. Kata Caca pada ketiganya dengan serius sambil terus makan.


Alex tampak berpikir beberapa saat lamanya, sementara Aldo memukul Caca yang sudah makan lebih dulu di banding tuan mudanya.

__ADS_1


" Ini daging milik tuan muda, jangan kau ambil juga. gerutu Aldo pada Caca.


" Kenapa sih kau pelit sekali pada ku? aku kan di sini sebagai tamu, harusnya kau hargai dong kedatangan ku. ucap Caca pada Aldo.


" Tamu yang tidak pernah di undang iya, hargai. Memang kau mau di hargai berapa? tanya Aldo nyeleneh sambil mengusap kan tangan kotor nya ke wajah Caca.


" Kotor do ihhhhhhh........ pekik Caca yang merasa jijik, pria itu pun langsung pergi mencari kamar mandi.


Aldo dan David pun TOS karena berhasil mengusir si tukang pembersih makanan, Alex yang melihat itu pun terkekeh.


Lalu mereka pun melanjutkan barbeque sambil mengobrol santai, di iringi candi tawa dari ke empat pria itu sampai larut malam mereka masih betah saja di taman.


Sampai waktu menjelang pagi baru lah mereka pergi ke kamar masing-masing untuk tidur, karena mereka sudah janji akan libur kerja di hari yang sama setelah ulang tahun Alex.


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2