Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 220


__ADS_3

" Kau sangat kejam pada ku do, dasar manusia berdarah dingin. repetan Caca yang memarahi perlakuan Aldo pada nya.


Aldo hanya diam tidak bergeming, membuat Caca tambah murka.


" Vid bantu aku untuk memegang beruang satu ini, aku sangat ingin sekali menjitak kepalanya yang entah apa isi di dalamnya. ucap Caca pada David.


" Siapa kau berani-berani memerintah ku? tanya David yang tidak ingin melakukan apa yang di katakan oleh Caca.


" Kau berani menentang ku sekarang. ucap Caca berdiri di hadapan David, dengan gaya menantang padahal tinggi badannya di bawah David.


" Kau membuat ku malu saja di depan Javanka, karena ulah mu juga aku jadi ikut di keluarkan oleh Alex. ucap David yang sebal berdekatan dengan Caca, sementara Aldo hanya menyeringai.


" Jika kalian berdua akan bekerja sama untuk membully ku sekarang? tanya Caca kala melihat seringai licin dari David dan juga sekertaris Aldo.


" Enak nya kita apakan yah pria lemmes ini? tanya David pada Aldo.


" Aku sih ikut saja. jawab Aldo santai.


" Apa maksud kalian, ingat yah aku ini sahabat kalian. Jadi jangan berani-berani kalian bermain dengan ku. ancaman Caca pada keduanya.


Sementara Aldo sama sekali tidak menggubris perkataan Caca, sedangkan David hanya diam dan berpikir.


Setelah mendapat ide yang bagus, David pun langsung membisikkan sesuatu pada Aldo. Melihat itu Caca pun bergegas kabur, namun Aldo langsung memegang tangannya agar tidak bisa kabur kemana pun.


Belum sempat David dan Aldo menjalankan aksi menjahili sahabat nya Caca, tiba-tiba di luar tepatnya di depan rumah sakit ada segerombolan orang yang membawa rangkaian bunga bertuliskan nama Javanka.


Karena terlalu berisik Alex pun keluar dari ruangan putrinya, pandangannya menyipitkan kala melihat ketiga sahabatnya yang tengah asyik nongkrong di depan jendela yang menghadap ke luar.

__ADS_1


" Ada apa sih ramai-ramai? tanya Alex yang sudah berdiri tepat di belakang mereka.


Karena spontan Aldo pun langsung berbalik dan membungkuk tubuhnya.


" Sepertinya ada yang mengirimkan rangkaian bunga untuk nona tuan muda. jawab sekertaris Aldo.


" Coba kau cek Do, aku takut karena terlalu berisik nanti pasien lain merasa tidak nyaman. ucap Caca tiba-tiba dengan nada memerintah pada Aldo.


" Kau saja yang mengecek nya sendiri. kata Alex langsung menyumpal mulut Caca dengan tissue.


Sontak Caca pun berusaha untuk mengeluarkan tissue itu dari dalam mulut nya, namun David langsung berusaha mencegah nya. Aldo pun menambahkan lagi tissue itu, sementara Alex hanya tertawa terbahak-bahak melihat Caca yang sedang di aniaya oleh David dan juga sekertaris Aldo.


" Ha ha haha......... Sudah-sudah kasihan anak orang, nanti nangis lagi. ucap Alex sambil terus tertawa.


David dan Aldo pun menghentikan aksinya, sementara Caca berusaha memuntahkan semua tissue yang ada di dalam mulutnya.


" Do coba kau cek ke bawah sana. ucap Alex pada sekertaris nya.


" Hey, kalian para iblis. Mau pergi kemana kalian? kata Caca dengan marah pada sahabat-sahabatnya.


Namun Alex, Aldo mau pun David menghiraukan pertanyaan nya. Mereka terus berjalan menuju tujuan mereka masing-masing.


" Ha ha ha....... do apakah kita tidak terlalu keterlaluan pada Caca? tanya David pada Aldo.


" Kurasa tidak, habis aku sangat kesal jika dia selalu mengatakan bahwa nona adalah istri masa depan nya. Itu kan sesuatu yang membuat tuan muda marah, aku jadi marah pada nya. jawab sekertaris Aldo yang memang sudah menaruh dendam pada Caca.


" Ha ha ha...... ternyata jahat juga yah kau Do. ucap David sambil merangkul pundak sahabat nya.

__ADS_1


Sesampainya di lobby utama, Aldo dan juga David menghampiri orang-orang yang membawa rangkaian bunga untuk Javanka.


" Kalian suruhan siapa? tanya Aldo langsung pada intinya.


" Anu tuan, saya hanya bertugas untuk mengirimkan nya pada nona Javanka. jawab salah satu orang yang membawa rangkaian bunga.


" Apakah kau yakin tidak tahu menahu tentang siapa pengirimnya? tanya sekertaris Aldo lagi dengan wajah tanpa ekspresi nya.


" Ti tidak tuan, saya benar-benar tidak tahu. jawab mereka ketakutan pada sekertaris Aldo.


" Baiklah, kalian boleh meletakkannya di situ. Lalu kalian boleh pergi. ucap Aldo memerintah pada para pekerja yang membawa rangkaian bunga tersebut.


" Baik tuan. jawab mereka serentak, lalu mereka pun cepat-cepat meletakkan rangkaian bunga sesuatu tempat yang di tunjuk oleh Aldo. Setelah selesai mereka pun langsung pamit pergi, sebelum itu Aldo memberi uang tip pada mereka.


Terkadang aku heran kenapa bisa yah aku mempunyai sahabat yang modelan kaya Alex, Caca apa lagi makhluk menyeramkan satu ini.


Sebenarnya wajah nya bisa di katakan cenderung tidak normal karena mereka memiliki ciri khas ketampanan masing-masing, namun yang membuat ku kesal adalah wajah tanpa ekspresi nya itu loh yang bisa membuat orang lain ketakutan melihat mereka.


" Kau kenapa sih? jika berhadapan dengan orang asing, kau selalu menunjukkan wajah menyeramkan seperti itu. Kan kasian mereka ketakutan, sampai lari kocar-kacir seperti itu. tegur David yang mempermasalahkan ekspresi wajah Aldo.


" Memangnya ada apa dengan wajah ku? tanya Aldo berlaga bego.


" Terserah lah, lakukan semau mu. jawab David tidak ingin memperpanjang.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2