Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 21 season two


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Javanka pun mendaftarkan diri setelah selesai gadis remaja itu duduk menunggu gilirannya, namun belum lama dia duduk salah satu suster menghampirinya.


" Nona Javanka? tanya sang suster dengan sopan.


" Iya betul. jawab javanka sambil menganggukkan kepalanya.


" Mari nona ikut dengan saya, dokter Caca sudah menunggu nona di ruangannya. kata si suster dengan mempersilahkan Javanka untuk berjalan lebih dulu.


" Ba baik. jawab Javanka ragu-ragu sambil menatap wajah para pasien yang sudah menunggu lebih dulu dari Javanka.


Dalam hati kecil Javanka terselip rasa bersalah pada para pasien lain karena dirinya seperti menyalahkan gunakan otoritas sang papah dan membuat dapat keistimewaan tersendiri.


Padahal sejujurnya Javanka sudah mengatakan pada sang papah maupun Caca agar dirinya menjalin pemeriksaan sesuai nomor urutnya, namun tidak ada yang mau mendengarkan nya jadi mau tidak mau dia hanya mengikuti nya saja.


" Silahkan nona. ucap si suster sambil membukakan pintu untuk Javanka.


" Terimakasih sus. jawab Javanka sambil tersenyum manis lalu masuk ke dalam ruangan Caca.


" Pagi Avan? sapa Caca dengan ceria seperti biasanya.


" Pagi dok. jawab Javanka lembut, gadis itu pun langsung duduk setelah Caca mempersilahkan.


" Kita cek tensi darah terlebih dulu yah. kata Caca sambil memulai pemeriksaan.


" Baik dok. jawab Javanka, Javanka akan memanggil Caca dengan panggilan dokter selama Caca sedang bertugas di rumah sakit namun jika sedang off gadis remaja itu akan memanggil uncle pada Caca.


Caca pun mulai melakukan pemeriksaan pada Javanka dari mulai mengukur tensi darah, suhu tubuh, berat badan, dan yang lainnya.


Barulah Caca memberi beberapa suntikan obat dan vitamin pada Javanka, Javanka hanya membuang pandangannya kala jarum suntik menembus kulitnya.


Sebenarnya Javanka sangat rutin melakukan pemeriksaan dan dia tidak asing lagi dengan jarum suntik, namun entah kenapa dia masih saja takut dengan benda kecil itu.


" Takut yah? tahan bentar yah Van? tanya Caca kala melihat reaksi Javanka.


Javanka hanya menganggukkan kepalanya dengan masih tetap membuang pandangannya.


" Nah sudah selesai. ucap Caca setelah mencabut dan meletakkan jarum suntik itu.


Javanka pun hanya bernafas lega.


" Karena kamu takut, uncle masuk sisa obat dan vitaminnya ke infus saja yah? Lagi pula bekas jarum suntik di lengan mu hanya merusak pemandangan kulit cantikmu saja. kata Caca sambil menggoda Javanka.


Javanka hanya mengikuti apa yang di katakan oleh Caca saja, lalu sang suster pun memasang infus pada Javanka.


Setelah selesai javanka pun berpamitan pada Caca, dia ingin menunggu di luar agar pasien lain bisa di tangani oleh Caca.

__ADS_1


Begitu keluar dari ruangan Caca dengan di bantu oleh suster, pandangannya Javanka tertuju pada sosok gadis cantik yang sedang duduk menunggu giliran.


Javanka dan gadis itu hanya saling menatap sesaat lalu sang gadis langsung membuang pandangannya, lalu Javanka pun di antar menuju ruangan istirahat Caca.


Para pengawal pribadi Javanka pun terus mengikuti dan memperhatikan nonanya, dengan jarak aman.


" Sus aku ingin duduk di sini saja? ucap Javanka pada sang suster, dia pun menghentikan langkahnya tepat di depan kursi koridor rumah sakit.


" Tapi nona..... belum sempat sang suster melanjutkan ucapannya.


" Tidak apa-apa sus, suster kembali bekerja saja aku akan tetap menunggu di sini kok. kata Javanka menyakitkan sang suster.


" Baiklah nona, kalau ada apa-apa nona bisa langsung meminta tolong pada suster yang nona temui. Kalau begitu saya permisi nona. ucap sang suster dengan sopan dan tersenyum ramah.


" Iya sus, sekali lagi terimakasih atas bantuannya yah. jawab Javanka sambil tersenyum manis pada sang suster.


" sama-sama nona. ucap si suster lalu berlalu pergi.


Javanka pun memanggil para pengawal pribadinya yang bersembunyi, dan meminta mereka untuk menemani ke sebuah ruangan.


Sesampainya di ruangan tersebut Javanka pun perlahan masuk sambil mendorong tiang infusnya, melihat pintu terbuka orang-orang yang ada di dalam ruang itu pun memang ke arah pintu.


" Kakak...... panggil anak-anak yang ada di dalam ruang dengan begitu riang gembira.


" Halo juga kakak, kabar kami baik-baik saja setelah melihat kakak. jawab serentak anak-anak itu sambil ingin cepat-cepat turun dari tempat tidur mereka masing-masing.


" Lho kok gitu, tapi kalian harus tetap di tempat tidur masing-masing yah. Nanti kakak ke tempat kalian satu persatu oke, soalnya kakak juga sedang di infus sama seperti kalian. ucap Javanka khawatir dan berusaha menghibur anak-anak itu.


" Baik kak. jawab mereka serentak.


Javanka pun tersenyum senang, lalu gadis remaja itu mengambil sebuah buku dari salah satu pengawal, dan kemudian duduk di kursi yang sudah ada sediakan oleh pengawalnya yang lain.


" Hari ini kakak tidak akan bermain gitar untuk kalian yah, tapi sebagai gantinya kakak akan membacanya sebuah dongeng untuk kalian. kata Javanka dengan suara lembutnya pada anak-anak itu.


" Iya kak. jawab mereka berbarengan sambil menunggu dengan antusias.


Melihat wajah anak-anak yang antusias dan penasaran Javanka hanya tersenyum manis.


" Kakak mulai yah. ucap javanka.


Anak-anak hanya menganggukkan kepalanya dengan antusias.


Suatu ketika di dalam hutan, terdapat banyak jenis hewan yang hidup di dalam sana, termasuk dengan gajah. Bersama dengan kawanan hewan lainnya, gajah terkenal sebagai seekor hewan yang ceria dan baik hati.


Perbuatan baik gajah kepada hewan lainnya selalu diingat oleh para penghuni hutan. Misalnya saja ketika harimau yang akan di tangkap oleh pemburu gajah langsung datang menyelamatkannya.

__ADS_1


" Terima kasih gajah, berkat kamu aku tidak jadi diburu oleh manusia dan tetap selamat di sini " kata harimau kala itu saat berhasil diselamatkan oleh gajah.


Kebaikan gajah yang begitu tulus membuatnya menjadi salah satu hewan yang sangat disukai. Dia pun memiliki banyak teman karena sering kali membantu sesama tanpa pandang bulu hewan jenis apapun mereka.


Suasana ketika, gajah yang sedang menelusuri hutan mendengar suara teriakan orangutan. Gajah pun menghampiri suara tersebut dan mendapati orangutan yang terperangkap di dalam sebuah lubang.


Orangutan yang sejak tadi sedang berusaha keluar, justru ingin menipu gajah dan menyebutkan bahwa ada banyak makanan lezat di dalam sana.


Javanka pun berhenti sejenak gadis remaja itu pun menatap satu persatu wajah anak-anak itu yang begitu terlihat penasaran, lalu pandangannya pun beralih ke para pengawal yang ada di sampingnya dan ternyata para pengawalnya pun ikut mendengarkan dan terlihat penasaran dengan kelanjutan dongeng tersebut.


Javanka pun tertawa kecil, melihat ekspresi perasaan semua orang yang ada di dalam ruang itu lalu dia pun melanjutkan kembali dongengnya karena ada salah satu anak yang meminta cepat-cepat di lanjutkan kembali dongengnya.


" Tolong aku untuk mengangkat pohon pisang ini, Gajah. Nanti akan kuberikan pohon pisang ini kepadamu, dan akan mengambil pisangnya. kata orangutan penuh dengan kebohongan, dia tahu jika gajah sangat menyukai pohon pisang.


Gajah pun sempat berpikir sejenak dan bertanya kepada orangutan apakah ia sungut-sungut mendapatkan pohon pisang di bawah sana atau hanya menipunya.


" Apa kau benar mendapatkan pohon pisang, orangutan? " tanya gajah penasaran.


" Benar! aku mendapatkan pohon pisang yang sangat banyak dan besar-besar kita bisa membaginya, kamu makan pohon pisang dan aku makan buah pisang, lalu kita makan bersama. Jawab orangutan berbohong lagi.


Setelah berdebat dengan orangutan dan memastikan kebenarannya. Gajah sadar bahwa orangutan hanya ingin memanfaatkannya agar posisinya bisa tergantikan olehnya di dalam sana.


Mengetahui orangutan yang berbohong kepadanya, gajah pun tidak tinggal diam dan ingin memberikan orangutan pelajaran agar tidak berbohong lagi nantinya.


" Meski kamu memiliki kecerdasan, tetapi sesekali kamu harus diberi pelajaran agar bisa berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. " kata gajah yang membuat orangutan semakin ketakutan di bawah sana.


Orangutan pun terus berteriak meminta tolong karena gajah meninggalkannya. Orangutan terus memikirkan kemungkinan buruk jika tidak ada satu hewan pun menolongnya.


Orangutan pun memohon kepada langit dan berjanji bahwa ia tidak akan menggunakan kecerdasannya untuk membohongi hewan lain dan merugikan mereka. Mendengar ucapan orangutan, Gajah yang sejak awal memang tidak pergi dari tempat itu pun langsung kembali mendekat.


" Sekarang apakah kamu sudah sadar, orangutan? Apakah kamu berjanji tidak akan menipu dan menjahili hewan lain yang bisa merugikan mereka? " tanya gajah.


" Benar, gajah. Aku berjanji " jawab orangutan dengan bersungguh-sungguh.


Dengan janji yang diucapkan, Gajah pun menolong orangutan untuk keluar dari lubang di bawah sana. Orangutan bersyukur dan berterima kasih kepada gajah yang masih berbaik hati menolongnya.


" Dan mereka pun berteman baik untuk selamanya. kata Javanka mengakhiri dongengnya.


.


.


.


💐💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2