Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
chapter 21


__ADS_3

Tak terasa Alex dan putrinya pun tiba di Mansion, semua para pekerja di Mansion menyambut kedatangan nona nya yang baru pulang.


" selamat datang nona Javanka kesayangan kami semua. ucap semua para pekerja serentak, menyambut kedatangan Javanka.


" Wow..... very cool, Avan likes it. love all of the sister servants. ucap Javanka penuh antusias sambil turun dari mobil.


" nona jangan sakit lagi yah? kami semua sangat mencemaskan keadaan nona. ucap salah satu pelayan yang suka memberi coklat pada Javanka.


" siapa juga yang mau nona sakit, kamu tuh ada-ada saja. jawab pelayan sebelah nya.


" nona, sekarang pengen apa? tanya satu pelayan lagi sambil menghampiri Javanka.


" Avan mau hug everyone. jawab Javanka sambil tersenyum manis lalu memeluk semua pelayan yang dia kenal, Alex hanya diam dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Javanka adalah anak yang baik dan penuh, karena sifatnya itu semua para pelayan sayang menyaingi dan mengasihi nya. Mereka akan sangat cemas jika nona nya sakit, Mansion ini akan kehilangan kehidupan jika putrinya penghuni Mansion ini jatuh sakit.


" nona apakah tangan nya masih sakit? tanya mba Nani selaku pengasuh Javanka.

__ADS_1


" It doesn't hurt if you don't hold it. jawab Javanka menunjuk tangan nya yang di perbankan bekas jarum infus, gadis kecil itu hanya tersenyum manis pada sang pengasuh berusaha meyakinkan bahwa dia baik-baik saja.


" baiklah, sekarang waktunya kamu makan siang lalu bobo siang. ucap Alex menyudahi para pelayan yang mengerumuni putrinya.


" baik papah, Avan mau eat with papah. jawab Javanka dengan manja sambil berjalan menghampiri sang papah.


" Oke, siap laksanakan ya mulia putri. jawab Alex sambil menggendong tubuh putrinya.


Kini suasana Mansion kembali hidup karena suara riuh Javanka, gadis kecil itu walaupun sedang sakit tetapi saja ceria. dia tidak pernah rewel atau bahkan menangis, malah sebaliknya dia akan meyakinkan pada semua orang bahwa dia baik-baik saja.


Setelah selesai makan siang, Alex pun membawa putrinya untuk tidur siang. Cukup lama Alex menidurkan putrinya, karena sedari tadi Javanka terus berkata dan meminta agar sang papah berjanji tidak akan membawa nya ke rumah sakit lagi.


Semenjak putrinya sakit Alex sama sekali tidak bekerja apa lagi pergi ke kantor.


Sudah di pastikan bahwa pekerjaan nya sangat amat menumpuk, walaupun bagian sudah di kerjakan oleh sekertaris nya. Tapi tetap saja Alex harus mengecek dan bertanggung jawab atas perkejaan nya.


Alex terus berkutak-katik dengan laptop nya, sampai beberapa saat lamanya dia merasa bosan. " lebih baik aku bekerja sambil menemani putriku. ucap Alex lalu membawa laptop nya ke kamar nya.

__ADS_1


" Begitu jauh lebih baik, aku jadi bisa lebih konsentrasi pada pekerjaan ku. Sambil menjaga putri tercinta ku ini. ucap Alex lagi lalu mencium lembut kening putrinya, kembali dia kembali meneruskan pekerjaannya di samping putrinya yang sedang terlelap.


Hari sudah mulai sore, perlahan Javanka mengerjapkan matanya. menyesuaikan cahaya matahari yang masuk melalui gorden, pandangan pun mulai jelas lalu matanya tertuju pada sosok pria yang ada di samping yang tidak lain adalah papah nya.


" Papah. panggil Javanka dengan suara seraknya.


membuang pandangannya ke arah asal suara. " kamu sudah bangun sayang? tanya Alex dengan lembut sambil meletakkan laptop nya.


" papah don't sleep, why do you even work papah? tanya Javanka lalu duduk menatap wajah sang papah.


" iya soalnya bekerja papah banyak sekali sayang, papah sudah tidak bisa menundanya lagi. jawab Alex tersenyum manis pada putrinya sambil merapikan rambut putrinya yang sedikit berantakan.


" thanks papah, papah is the greatest papah that Avan has. Sayang papah banyak-banyak. ucap Javanka lalu memeluk sang papah dengan hangat.


*


*

__ADS_1


*


💐💐💐


__ADS_2