Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 129


__ADS_3

Kini Alex membawa Javanka ke ruangan Caca sahabatnya, namun wajah Alex sama sekali belum berubah dia masih memperlihatkan wajah garang nya.


Alex membuka pintu dengan paksa, lalu putrinya pun berjalan perlahan di hadapan Alex.


Terlihat Caca sedang mengecek kondisi pasien lain yang memang sudah ada lebih dulu, namun karena Alex tidak ingin menunggu dia malah menerobos masuk.


" Papah it's not good, we have to wait and take turns. gerutu Javanka pada sikap papahnya.


Caca yang melihat itu pun langsung memberikan arahan kepada suster yang menemaninya, sang suster pun langsung membawa keluar pasien itu.


" Maaf sayang, papah hanya ingin agar kamu tidak terlalu lama menunggu. jawab Alex yang tidak merasa dirinya salah, dia merasa bahwa dia adalah pemilik rumah sakit ini jadi suka-suka dia dong pikiran Alex.


" but still papa, whatever the reason we must be disciplined. kata Javanka memarahi sikap papahnya.


" Benar yang di katakan Avan, kau memang selalu seenaknya sendiri. celetuk Caca setelah pasiennya keluar dari ruangan nya.


Alex tidak menimpanya dia hanya memutar bola matanya malas.


" Avan, sini nak duduk di sini. ucap Caca pada gadis kecil yang sedang berdiri di dekat pintu.


Javanka pun mulai berjalan sambil meraba-raba ke arah depan, lalu Alex pun membantu putrinya duduk di kursi karena khawatir jika putrinya akan terjatuh atau terbentur.

__ADS_1


" Avan sudah makan siang belum sayang? tanya Caca lembut pada gadis imut yang ada di hadapannya.


" not yet uncle, Avan hasn't had lunch yet. jawab Javanka sambil menggelengkan kepalanya.


" Wahhhhh..... kebetulan sekali uncle juga belum makan siang, bagaimana kalau kita makan siang bersama? tanya Caca dengan nada alay.


" Avan not hungry uncle, If uncle wants to have lunch, just eat with papah. jawab Javanka menolak lalu menawarkan papah nya untuk makan bersama menggantikan dirinya.


" Tidak ah, uncle tidak mau kalau harus makan bersama papah Avan yang seperti kantong kresek. jawab Caca nyeleneh, pria itu pun mendekat pada Avan.


Lalu Caca pun hendak mencium Javanka, Alex yang melihat itu pun dengan cepat beraksi. Alex langsung menendang lutut Caca dengan keras, yang membuat Caca pun mengaduh kesakitan.


" Apa yang kau lakukan? sedikit berteriak kesal karena kesakitan.


Bukannya menjawab Alex yang memperlihatkan wajah yang tersenyum puas, lalu mulut nya pun berkomat-kamit seperti Mbah dukun yang sedang baca mantra.


" Jangan menyentuh apa lagi mencium putri ku, kalau masih menyayangi nyawa mu. begitulah kira-kira ucap Alex yang Caca baca melalui gerakan mulutnya.


Caca yang melihat itu dan tahu jika Alex mengancamnya dirinya, dia hanya bisa mengelus dadanya untuk bersabar.


Tahan Ca jangan terpancing, ingat dia itu memang alien yang berpura-pura jadi manusia. Kamu sebagai makhluk yang baik hati dan berbudi luhur harus memaafkan si monster jelek ini.

__ADS_1


Walaupun lutut ku terasa sangat sakit, tapi kamu harus sabar. Aduhhhh..... ini benar-benar sakit dasar pria sinting, aku benar-benar ingin sekali menjitak kepalanya itu deh.


Pikir Caca yang sebal dengan kelakuan Alex.


Avan yang tidak tahu dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi hanya diam saja, gadis kecil itu hanya duduk di tempatnya.


" Hay, Avan apa kabar sayang? tanya Caca basa bisa memulai percakapannya dengan gadis cantik itu.


" Avan is fine uncle? jawab Javanka masih tersenyum manis.


" Hemmmm..... syukurlah. jawab Caca lalu mengusap lembut kepala Javanka.


Namun dengan cepat Alex memukul tangan Caca, meminta untuk menyingkirkan tangannya dari kepala putri semata wayangnya.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2