
Pagi-pagi sekali Alex sudah rapih, dia sudah bersiap untuk pergi. Tak lupa dia menghujani ciuman di seluruh wajah putrinya yang masih terlelap, gadis kecil itu sama sekali tidak terganggu atau bahkan terbang, dia hanya mendorong wajah sang papah menjauh dari nya tanpa membuka matanya.
" papah no kiss Avan. kata nya dengan suara seraknya.
Alex yang mendengar itu, hanya tersenyum lalu melanjutkan ulah usilnya mengganggu putrinya yang sedang tertidur. Setelah beberapa saat lalu dia pun bergegas ke luar kamar sambil sedikit tertawa kecil, bagaimana tidak orang putri habis memarahi nya lalu langsung menggulung tubuh pake selimut persis seperti lempar.
Alex menyempatkan untuk sarapan terlebih dulu, lalu setelah itu dia pun bergegas menuju mobilnya yang akan mengantarkan nya ke bandara.
__________________
pagi hari di jam yang berada, Javanka sudah bangun dan sudah mandi, gadis kecil itu sedang menatap sarapan nya dengan sangat lahap, tentunya di temani oleh sang pengasuh dan pak Rudi.
" nona, apakah hari ini nona akan tetap les piano? tanya mba Nani memecah keheningan.
" mau mba. jawab Javanka singkat karena mulutnya sedang di penuhi oleh makanan.
" apakah nona sudah benar-benar baik-baik saja? tanya mba Nani lagi, ia khawatir pada nona nya yang baru saja sembuh.
__ADS_1
" Avan oke mba. ucap Javanka dengan lembut gadis kecil itu menyentuh tangan sang pengasuh, berusaha menyajikan bahwa dia baik-baik saja.
Setelah selesai sarapan seperti biasa Javanka akan menonton televisi sambil menunggu guru les nya datang, jika guru les nya sudah datang Javanka dengan patuh meninggalkan tempat favoritnya lalu mulai belajar.
Satu hari pun berhasil Javanka lalu tanpa sang papah, dari belajar piano, melukis, makan siang, tidur siang, bermain dengan para pelayan sampai akhirnya dia pun tertidur pulas setelah makan malam selesai.
Malam harinya Alex menelpon pak Rudi, karena dirinya sudah menelpon putrinya namun tidak di jawab. Karena khawatir plus kangen Alex pun menelpon pak Rudi.
π iya, hallo tuan.
π nona sudah tertidur tuan, setelah makan malam nona langsung masuk ke dalam kamar dan tertidur pulas. jawab pak Rudi seadanya.
π tumben dia tidur di jam segini, memang apa saja yang dia lakukan hari ini? bertanya sambil melirik jam tangannya.
Kemudian pak Rudi pun memberi tahu semua kegiatan apa saja yang nona nya lakukan hari ini, Alex hanya menyimak apa yang kepala pelayan nya ucapkan, sampai akhirnya panggil pun berakhir.
Tadinya Alex ingin sekali mengobrol dengan putrinya sampai putrinya terlelap, namun sayang putrinya sudah tepar duluan. Sejujurnya sedari siang Alex ingin menelpon putrinya, namun karena begitu sampai Alex langsung di sibukkan oleh pekerjaan nya, dan pada akhirnya dia tidak bisa menghubungi putri tercinta nya.
__ADS_1
" aku benar-benar ingin melihat putriku, dia adalah obat mujarab di saat kelelahan dan keletihan sedang melanda diriku. Melihat nya tersenyum dan mendengar suara lembutnya membuat hati ku tentram dan damai. kata Alex sambil mengacak-acak rambutnya.
" apa yang harus aku lakukan sekarang? bertanya pada dirinya sendiri sambil bersandar di kursi balkon hotel, tiba-tiba mati nya berbinar ketika melihat sisi TV.
" tidak ada rotan akar pun jadi. ucap Alex penuh semangat, lalu dia masuk ke dalam kamar dan membuka laptopnya.
Dia pun akhirnya tersenyum simpul ketika melihat putrinya yang tengah terbaring di atas tempat tidur, dan terus menatap layar laptop nya yang memperlihatkan wajah cantik putrinya yang sedang tertidur pulas.
*
*
*
πππ
mohon maaf sebelumnya untuk para pembaca yang author cintai, author mungkin bakalan up satu kali di karenakan author sedang sakit beberapa hari belakangan ini. Mohon pengertiannya kepada para pembaca sekalianππ»ππ»ππ»
__ADS_1