
Suasana di dalam gubuk yang hampir ambruk itu pun kini menjadi sangat hangat berkat keberadaan Javanka.
" Saya datang ke sini karena ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya pada nenek dan kakek, sekaligus karena permintaan putri saya Javanka yang ingin berterima kasih. ucap Alex lagi pada si nenek dan kakek.
" Iya nak Alex, kami hanya menjalankan apa yang diinginkan oleh Laila cucu kami. Mungkin ini takdir baik untuk putri nak Alex.
jawab si kakek dengan sopan.
Lalu obrolan pun berlanjut si kakek dan nenek menceritakan apa yang terjadi pada orang tua Laila dan mengapa Laila di besarkan oleh kakek dan juga neneknya, Alex hanya diam dan mendengarkan dengan sopan.
Tanpa di sadari sudah sangat lama mereka berada di situ, Alex pun berpamitan pada si nenek dan kakek tak lupa dia juga meminta doa agar proses operasi putrinya berjalan lancar.
" Oh iya nek, ini ada sedikit hadiah dari saya. Tolong di terima yah nenek kakek. ucap Alex pada kedua pasangan lanjut usia.
Sekertaris Aldo, pak Rudi dan beberapa orang suruhan sekertaris Aldo pun meletakkan beberapa barang yang mereka bawa.
" Nak Alex tidak perlu melakukan ini, saya ikhlas dan ini juga demi cucu saya. Jadi tidak usah repot-repot nak, dengan putri nak Alex sembuh saja saya senang sekali. ucap si kakek yang keberatan dengan apa yang Alex berikan.
" Tidak kek, tolong terima yah. Ini tidak ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan apa yang cucu kakek berikan pada putri saya. ucap Alex sambil menggenggam tangan keriput pria paruh baya yang ada di hadapannya.
__ADS_1
" Saya bersyukur jika itu membantu nak Alex, tapi saya benar-benar tidak bisa menerima semua ini nak. ucap si nenek.
" Tolong yah nek, ini keinginan putri saya jangan sampai membuatnya kecewa. ucap Alex dengan lembut pada si nenek.
" Yes Oma, Avan papah kacih. Oma Oppa mau yah? ucap Javanka tiba-tiba menimpali.
Setelah beberapa saat lamanya akhirnya si nenek dan kakek mau menerima semua yang di berikan oleh Alex, dan Alex pun berpamitan pada kedua nya.
Kini Alex, sekertaris Aldo dan juga si kecil Javanka sudah berada di dalam mobil, namun Javanka sudah tertidur pulas karena memang sudah sangat malam.
" Do kau sudah cari tahu semuanya? tanya Alex tiba-tiba.
" Lakukan lah. kata Alex singkat sambil terus mengelus lembut kepala putrinya yang tertidur di pangkuan nya.
" Baik tuan muda. jawab sekertaris Aldo.
Sementara pak Rudi yang ada di samping kursi sekertaris Aldo hanya diam beliau tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh tuan muda dan sekertaris nya itu.
" Sekarang kita kembali ke rumah sakit saja, karena besok lusa Javanka harus menjalani operasi. Aku ingin semua berjalan lancar tanpa ada sedikit pun yang salah. kata Alex lagi pada sekertaris nya.
__ADS_1
" Baik tuan muda, saya akan berusaha keras agar semua berjalan sesuai dan lancar. jawab sekertaris Aldo dengan serius.
Lalu sekertaris Aldo pun mengeluarkan ponselnya dan mengirim beberapa pesan singkat, setelah itu dia kembali memasuki ponselnya ke saku.
" Pak Rudi, bapak bisa kembali ke Mansion untuk beristirahat setelah mengantar Avan sampai di rumah sakit. Suruh supir untuk menjemput bapak, jangan menyetir mobil sendiri. ucap Alex pada kepala pelayan nya.
" Apakah saya tidak boleh ikut menjaga nona tuan muda? tanya pak Rudi dengan sopan.
" Tidak usah pak, Avan biar saya saja yang urus. Bapak tetap berada di dalam Mansion saja. jawab Alex yang menolak bantuan dari kepala pelayan nya.
" Baik tuan muda. kata pak Rudi yang mengerti maksud baik tuan mudanya.
Alex hanya berpikir bahwa kepalanya itu sudah sangat tua jadi dia tidak ingin terlalu merepotkan kelapa pelayannya, di tambah Alex hanya ingin menemani semua proses operasi dan pemulihan putrinya sendiri tanpa di temani oleh siapapun.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐