
Alex terbangun dari tidurnya karena mendengar suara alarm yang ia pasang, dengan cepat ia bangun untuk mematikannya ia khawatir jika putrinya nanti ikut terbangun.
Alex pun melihat putrinya yang masih tertidur pulas dia mengecup kening gadis kecil itu, lalu dia pun bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.
Pagi ini Alex harus pergi keluar kota, karena dia harus meninjau lokasi pembangunan hotel, apartemen dan mall yang akan dia bangun di kota x.
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, pria tampan itu pun keluar dari ruang pakaiannya sambil memegang jas yang akan dia pakai.
Alex hanya tersenyum simpul melihat putrinya yang masih tepar di tempat tidur, dengan kondisi selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
Pria itu pun menghujani wajah putrinya dengan kecupan, Javanka hanya bergeliat dan kembali tidur.
Karena tidak tega dan masih terlalu pagi Alex pun keluar dari kamar, dan membiarkan putrinya tertidur.
Pak Rudi yang memang sudah tahu jadwal tuan mudanya pun sudah standby menunggu tuan mudanya turun, dengan acuh tak acuh Alex berjalan menuruni anak tangga.
Kini dia pun sudah duduk di depan meja makan, tempat dimana sekertaris Aldo sudah menunggu tuan mudanya. Alex dan Aldo pun sarapan bersama.
Setelah sarapan Alex pun bangkit dan berjalan keluar di ikuti sekertaris nya dan juga pak Rudi yang sedari tadi melayani nya.
" Pak tolong jaga Avan yah? ucap Alex pada pak Rudi sebelum dia masuk ke mobil.
" Pasti tuan muda, saya pasti akan menjaga nona. jawab pak Rudi dengan sopan.
__ADS_1
" Terimakasih pak. kata Alex sambil tersenyum simpul lalu dia pun masuk ke dalam mobil.
Sekertaris Aldo pun berpamitan pada pak Rudi, pak Rudi pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Semua para pelayan pun menundukkan kepalanya sampai mobil tuan mudanya menghilang, baru lah mereka kembali ke pekerjaannya masing-masing.
Sementara itu di kamar atas Javanka dengan malas mengerjapkan matanya, gadis kecil hanya berguling ke sana kemari di atas tempat tidur.
Lalu dia pun kembali menutup matanya, pengasuh nya yang melihat tingkah laku nonanya itu hanya tertawa kecil.
Setelah beberapa saat lamanya Javanka mengumpulkan tenaga akhirnya dia pun bangun dan terduduk di atas tempat tidur.
" Selamat pagi nona? ucap mba Nani si pengasuh menyapa nonanya dengan hangat.
" Moning too. jawab Javanka sambil tersenyum lebar.
" Yes, so good. jawab Javanka dengan ceria.
" Syukurlah, nona apakah ingin sarapan terlebih dahulu atau mandi? tanya si pengasuh pada nonanya.
" take a shower, Avan wants to take a shower. jawab Javanka dengan semangat.
" Oke, mari mandi. Saya bantu yah nona? ucap si pengasuh sambil menuntun nonanya masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
" Mba Nani. panggil Javanka di sela-sela dirinya sedang di mandikan.
" Iya nona? apakah nona menginginkan sesuatu? tanya si pengasuh dengan serius.
" Avan I want the teacher to come to teach Avan the piano again. ucap Javanka mengatakan apa yang dia inginkan.
" Tentu nona, saya akan menyampaikan langsung pada pak kepala pelayan tentang ini. jawab sang pengasuh sambil tersenyum senang.
Dia merasa nonanya sudah kembali normal seperti sedia kala, walaupun sekarang nonanya masih belum bisa melihat tapi ini sudah menjadi berkah untuk semua orang.
Setelah selesai mandi si kecil Javanka pun turun ke lantai bawah untuk sarapan, kini gadis kecil itu lebih banyak berbicara di selingi suara tawanya.
Dokter yang di tugaskan untuk merawat Javanka pun mengecek kondisi gadis kecil yang ada di hadapannya, dengan rasa ingin tahunya dia menanyakan semua benda yang di bawa oleh sang dokter.
Dengan senang dokter itu menjawab dan memberi tahu apa-apa fungsi benda tersebut, semua orang yang mendengar celotehan dari nonanya pun hanya tersenyum.
Syukurlah nona sudah kembali, saya sangat senang melihatnya. Celoteh, suara, tawa, dan senyuman yang kami rindukan di dalam rumah besar ini terlah kembali seperti sedia kala.
ucap pak Rudi dalam hati kecilnya, beliau selalu berada di samping putri kesayangan tuan mudanya itu.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐