Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 189


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Javanka tampak tenang, gadis kecil itu hanya menatap ke arah jalanan sambil menikmati suasana ibu kota waktu menjelang malam.


Tiba-tiba pandangan nya tertuju pada sesuatu kala mobil berhenti di depan rambu lalu lintas.


" Papah. panggil Javanka pelan, namun Alex masih bisa mendengarnya karena sedari tadi ia memperhatikan putrinya.


" Iya sayang. jawab Alex sambil mendekat pada putrinya.


" Napa anak-anak keciy itu ada di jalan tengah-tengah, tewus meweka bawa-bawa banyak-banyak bawang bewat. tanya Javanka sambil menunjuk segerombolan anak-anak yang sedang berjualan makanan ringan di lampu merah.


" Dengar yah sayang, terkadang di luar sana masih banyak sekali orang-orang yang kekurangan, dan mereka harus bekerja keras untuk mendapat makanan yang ingin mereka makan. Termasuk anak-anak kecil itu, jika orang tuanya tidak bisa memberi mereka jajan, mau tidak mau mereka harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan uang barulah mereka bisa jajan. jawab Alex menjalankan panjang lebar pada putri kecilnya.


Mendengar ucapan itu, Javanka hanya menundukkan kepalanya sedih.


" Yayu bagaimana kayau tidak ada yang beli? tanya jawab lagi yang sudah mulai berkaca-kaca.


" Iya mereka tidak akan dapat uang, dan tidak bisa jajan atau pun makan. jawab Alex santai.


Mendengar itu Javanka pun langsung menangis kencang, Alex yang melihat itu pun hanya memeluk dan tertawa sambil mengelus-elus punggung putrinya.


" Itu yang namanya siklus kehidupan sayang, terkadang apa yang kita inginkan tidak selalu sesuai dengan kenyataan nya. Itu tergantung bagaimana tekad mu untuk maju agar jadi orang sukses. ucap Alex lagi memberi tahu putrinya yang masih menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


" Papah, tolong beli-beli cemua makanan meweka yah. ucap Javanka yang masih sesenggukan.


Sungguh mulia hatimu nona, engkau sampai menangis tersedu-sedu mendengar apa yang di ucapkan oleh tuan muda tentang kondisi anak-anak jalanan itu.


Padahal nino tidak pernah merasakan hal yang pernah mereka rasakan, tapi nona seakan-akan ikut larut dalam perasaan yang mereka rasakan.


" Siap sayang, kalau tuan putri sudah mengatakan titahnya papah harus berusaha mengabulkan nya. jawab Alex dengan ceria sambil memberi isyarat pada sekertaris nya.


Lalu sekertaris Aldo pun menepikan mobilnya, pria itu pun keluar dari mobil dan berjalan menghampiri anak-anak itu. Sekertaris Aldo pun mengucapkan beberapa kalimat pada anak-anak itu dan memberikan beberapa lembar uang pada anak tersebut.


Kemudian dia pun kembali berjalan menuju mobilnya dengan menenteng beberapa kantong plastik, lalu masuk ke dalam mobil.


Dan mobil pun kembali jalan menuju Mansion Alex, rencana malam ini Alex, Caca, David dan juga sekertaris Aldo akan barbequean gitu. Untuk merayakan hari ulang tahun Alex, mangkanya mereka akan menginap di Mansion Alex.


David dan Caca yang sampai lebih dulu sempat terkejut kala melihat mata sebab Javanka, namun mereka tidak berani menanyakan pada gadis kecil itu karena melihat raut wajahnya yang begitu lelah.


" Apa yang terjadi? kenapa mata putrimu bengkak seperti itu. tanya Caca begitu melihat Alex.


" Dia habis menangis. jawab Alex santai sambil membuka jas nya.


" Apa yang kau lakukan sampai membuat nya menangis? memang gadis sekecil itu melakukan kesalahan apa? tanya Caca ngegas dan kesal pada Alex.

__ADS_1


" Dia menangis bukan karena ku, lagi pula apa hubungan mu dengan putriku? sampai-sampai kau berani mengintrogasi ku seperti penjahat. ucap Alex balik marah pada Caca, pria itu tidak terima jika dirinya di salahkan atas kesalahan yang tidak pernah dia buat.


Sekertaris Aldo yang baru muncul pun tak lepas dari pandangan Caca, David hanya memandangnya sekilas lalu kembali rebahan di sofa samping Alex.


" Apa yang kau bawa? tanya Caca pada Aldo, Aldo pun menyerahkan kantong plastik itu pada pak Rudi.


" Itu barang yang membuat putriku menangis. sahut Alex tanpa melihat Caca.


" Maksudnya apa sih aku tidak mengerti? kata Caca dengan wajah bingung.


Lalu Aldo yang tahu pun mengisyaratkan Caca untuk mendekat padanya, dengan patuh Caca pun mendekati Aldo. Akhirnya Aldo pun menceritakan kejadian tadi dan memberi tahu hubungan kantong plastik dan menangis nya Javanka, dan akhirnya Caca pun mengerti.


" Kau memang pria bodoh, yang hanya bisa menyalakan orang lain. ucap Alex pada Caca.


Mendengar ucapan dan makian Alex Caca hanya memasang ekspresi bodo amat, lalu ke empat pria itu pun masuk ke dalam kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan beristirahat sebentar.


Sementara Javanka sudah tertidur pulas begitu selesai makan malam, gadis kecil itu makan lebih awal karena sepertinya ini hari yang melelahkan untuknya.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2