
Mendengar kabar nonanya bangun sekertaris Aldo pun langsung bergegas menghampiri ruangan nonanya, sesampainya di ruangan Javanka, pria itu hanya berdiri mematung menatap ke arah gadis kecil yang sedang tersenyum pada dokter yang sedang mengecek kondisi nya. Sedangkan tuan mudanya hanya duduk disampingnya menemani putrinya dengan wajah nya terlihat lega, akhirnya Aldo pun merasakan perasaan yang sama dengan tuan mudanya, sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman yang terlihat samar.
" Baik, sepertinya semua kondisi organ tubuh nona normal dan berjalan sesuai. ucap sang dokter mengakhiri pemeriksaan sambil melepaskan satu persatu alat yang menempel pada tubuh Javanka.
" Can Avan go out? tanya Javanka pada sang dokter.
" Ohhhhh........ kalau itu masih belum boleh nona, mengingat nona belum lama bangun. Jadi tolong di tunda dulu yah jalan-jalan ke luar ruangan nya, karena nona harus menyesuaikan diri terlebih dahulu. ucap sang dokter dengan sopan melarang nonanya.
Walaupun aga sedih tapi Javanka tetap mengangguk mengerti dan tersenyum manis pada sang dokter.
" Thank you doctor, for your hard work in maintaining and caring for Avan. kata Javanka dengan tulus pada sang dokter.
" Tidak nona, ini memang sudah menjadi tugas saya sebagai seorang dokter. Nona tidak perlu sungkan. jawab sang dokter dengan senang, dia benar-benar sangat menyukai Javanka bukan karena dia putri pemilik rumah sakit tempatnya bekerja, melainkan karena turun katanya yang sopan dan lemah lembut.
Lalu sang dokter pun pamit dan keluar dari ruangan Javanka bersama dengan suster yang mengikutinya, dan sekertaris Aldo pun masuk ke dalam.
" Selamat pagi tuan muda dan nona. sapa Aldo dengan sopan dia membungkukkan tubuhnya.
" morning uncle. jawab Javanka dengan ceria, sementara Alex hanya menjawab dengan anggukkan kepala saja.
" Sepertinya aku tidak akan pergi ke kantor, lagi pula hari tidak ada meeting, jadi aku ingin menemani putri ku disini. ucap Alex pada sekertaris nya yang sedang berdiri di tak jauh dari nya.
" Baik tuan muda. jawab sekertaris Aldo mengerti.
" Papah, enda mau cium-cium Avan tewus. protes Javanka pada papahnya yang tidak berhenti menciuminya.
__ADS_1
" Kenapa sih sayang, papah kan kangen banget sama kamu nak. jawab Alex malah makin menempel pada putrinya.
Javanka terus mendorong papahnya agar menjauh darinya, namun usahanya tetap gagal. Dan akhirnya dia pun menyerah, dengan wajah meringis dia membiarkan papahnya melakukan hal apapun yang papahnya inginkan.
Sementara sekertaris Aldo yang melihat itu hanya tersenyum simpul, dia ikut merasa bahagia kala melihat tuan mudanya kembali ceria.
Hahhhhhhhh........... syukurlah akhirnya badai pun telah usai, aku sangat senang melihat nona kembali. Yang membuat tuan muda kembali hidup lagi.
Setelah penderita yang cukup panjang, semoga akan ada kebahagiaan yang menyinari kehidupan nona dan tuan muda.
" Javankaaaaa........ panggil David.
" My sweet heart....... panggil Caca berbarengan dengan David yang mendobrak pintu ruangan Javanka, keduanya langsung berjalan dengan gila kala mendengar kabar tentang Javanka yang sudah siuman.
David bahkan sampai meninggalkan pekerjaannya begitu saja setelah mendengar kabar bahagia itu, saat itu yang ada dalam pikiran nya hanya ada rasa ingin bertemu Javanka saja, tanpa memperdulikan hal lain.
Javanka pun sedikit terkejut kala pintu di buka secara paksa, gadis kecil itu sedikit ketakutan.
" Apa yang kalian lakukan? cerca Alex begitu melihat keduanya.
" Aku hanya ingin bertemu dengan Avan. jawab David lalu berjalan menghampiri Javanka.
" Aku pun begitu. ucap Caca sambil berjalan menghampiri sekertaris Aldo.
" Mau apa kau dekat-dekat dengan ku? tanya sekertaris Aldo pada Caca yang sedang mendekati nya.
__ADS_1
" Apa sih? orang aku cuma ingin berdiri di samping mu saja. jawab Caca kesel dengan pertanyaan Aldo.
" Jangan dekat-dekat dengan ku, lebih baik kau menjauh dari ku. ucap sekertaris Aldo pada Caca dengan wajah yang tanpa ekspresi.
" Memang nya kenapa sih? bertanya dengan marah.
" Itu Ca. ucap David sambil menunjuk ke arah celana yang di pakai oleh Caca.
" Memang nya ada apa sih dengan celana...... belum sempat dia melanjutkan perkataannya, dia di kejutkan dengan resleting celananya yang belum tertutup.
" Akhhhhhhhhh.......... tidakkkkkkkk............ Caca pun berteriak, sementara Javanka hanya terkekeh geli, sedang kan Alex langsung berusaha menutup matanya putrinya rapat-rapat.
" Dasar sampah kau....... teriak balik Alex pada Caca dengan kesal.
" Do cepat singkirkan dua manusia bedebah ini dari hadapan ku sekarang juga, sebelum mata putriku terkontaminasi oleh kedua makhluk itu. perintah Alex pada sekertaris Aldo.
" Baik tuan muda. jawab sekertaris Aldo, lalu dia langsung menyeret keduanya keluar dari ruangan nonanya.
David dan Caca pun berteriak-teriak meminta di lepaskan oleh Aldo, namun Aldo tetap menyeret mereka berdua keluar dari ruangan.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐