
Tak ada obrolan yang keluar dari Alex mau pun sekertaris Aldo, keduanya hanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Setelah beberapa saat lamanya Alex pun meregangkan otot-otot yang terasa pegal, pandangan nya tertuju pada sekertaris nya yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
" Kenapa kau lelet sekali sih Di? pada hal kan cuma pekerjaan gampang dan remeh kau sampai butuh waktu berjam-jam untuk menyelesaikan nya. kata Alex tiba-tiba memancing amarah sekertaris nya.
" Hemmmm...... mohon maaf tuan sepertinya anda keliru, karena sebenarnya ini semua pekerjaan tuan yang harus tuan kerjakan. Namun karena saya yang baik hati dan tidak sombong ini, tidak ingin tuan nya mati karena pekerjaan yang menumpuk jadi lah saya berbaik hati untuk mengerjakan nya dan memindahkan nya ke laptop milik tuan. jawab sekertaris Aldo yang sudah tersulut emosi, sejujurnya dia benar-benar merasa lelah karena sejak kepulangan nya dari kota J bersama dengan Alex dia belum istirahat sama sekali.
" Sepertinya kau memang tidak tahu posisi mu yah sekertaris Aldo. ucap Alex tak mau kalah dengan sekertaris nya.
Alex langsung mengambil sebagian pekerjaan sekertaris nya yang memang seharusnya itu pekerjaan nya, melihat itu sekertaris Aldo langsung bereaksi.
" Tidak perlu tuan sampai melakukan hal itu, biarkan saja saya mengerjakan nya. Tuan cukup kerjakan pekerjaan yang sudah ada dalam laptop saja. kata sekertaris Aldo lalu mengambil kembali tumpukan pekerjaan nya dari atasannya.
" Diam kau. berkata dengan suara dingin dan melemparkan tatapan tajam nya. " Lagi pula aku sudah menyelesaikan semua nya, dengan cepat dan teliti tidak seperti seseorang yang lamban dalam bekerja. ucap Alex lagi yang dimuati sindiran untuk sekertaris Aldo dan pujian untuk dirinya sendiri.
Sekertaris Aldo yang mendengar itu hanya bisa diam tak menanggapi kata-kata atasannya, dia merasa terlalu lelah untuk bertengkar dengan atasannya.
__ADS_1
Dengan cepat dan teliti Alex mengerjakan semua pekerjaan nya, bahkan dia menambahkan beberapa kata di bagian-bagian yang kurang di proposal itu.
Sebenarnya Alex adalah orang yang jenius dalam bidang bisnis apapun, dia terkenal sangat teliti dan cermat dalam hal apapun.
Alex juga memiliki kekuatan untuk menjalankan kembali perusahaan yang sudah bangkrut dalam waktu singkat dan dia juga bisa melakukan hal sebaliknya yaitu membuat bangkrut perusahaan dalam waktu sekejap.
" Do tolong kau urusan keberangkatan ku untuk pergi liburan dua atau tiga hari lagi, pilihan tempat dan negara mana saja yang pasti aku ingin tempat itu nyaman dan tenang. kata Alex yang sudah menutup laptopnya dan membereskan semua dokumen yang berantakan.
" Apa? tuan akan pergi liburan? bertanya kembali memastikan bahwa apa yang di dengar nya adalah kesalahan.
" Tuan yang benar saja, nona saja baru sembuh masa sudah mau di tinggal lagi. Lagi pula perusahaan membutuhkan kehadiran anda juga untuk menghadiri beberapa rapat yang tidak bisa di wakili, dan itu sudah tidak bisa di tunda lagi. rentetan protes dari sekertaris Aldo yang tidak terima dengan keputusan atasannya yang tiba-tiba.
" Siapa bilang aku akan pergi sendiri? tanya Alex dengan marah.
Sekertaris Aldo hanya diam, memang benar tidak ada yang bilang dan itu baru asumsi nya saja.
" Aku akan pergi bersama putri ku dan beberapa pelayan beserta pak Rudi, untuk soalnya pekerjaan biarkan besok dan lusa aku akan membereskan semua nya kau tidak perlu khawatirkan itu, aku cuma ingin kau kerjakan apa yang aku minta tadi. kata Alex lagi dengan dingin lalu dia pun bangkit dari duduknya.
__ADS_1
" Ohhhhh.... jadi begitu, nona akan ikut bersama dengan para pelayan rumah ini juga. jawab sekertaris Aldo cengengesan.
Alex hanya diam tidak menjawab nya.
" Tuan boleh kah saya ikut serta juga dalam acara ini? tanya sekertaris Aldo ragu-ragu.
" Apa gunanya kau ikut dengan kami? tanya Alex menyelidik.
" Tentu nya untuk bermain bersama dengan nona, ehhhhh..... maksud saya membantu perjalanan tuan agar tetap aman dan nyaman. jawab sekertaris Aldo yang hampir mengutarakan isi hatinya, namun dengan cepat dia merubah nya.
*
*
*
💐💐💐
__ADS_1