
Tanpa terasa air matanya Alex pun mengalir begitu saja, hal itu pun di lihat oleh Javanka. Gadis kecil itu langsung memegang pipi papah nya dengan lembut dan menghapus air mata nya.
" Papah Avan really loves and cares for papah. ucap Javanka sambil menatap kearah wajah papah nya dengan sangat lembut dengan tangan yang masih memegang pipi papah nya.
" Papah juga sangat, sangat menyayangi dan mencintai mu nak. jawab Alex tersenyum teduh lalu memeluk putrinya dengan hangat.
Setelah beberapa saat lamanya mereka berpelukan, akhirnya pelukan itu terhenti karena suara misterius.
Krukkkkkk....... suara perut seseorang yang meminta jatah untuk di isi, Alex pun langsung mendorong tubuh putrinya lalu pandangannya menatap lurus ke atas yang ada di hadapannya.
Javanka yang merasa malu pun menghindari tatapan papah nya, wajah nya bahkan sampai memerah karena terlalu malu.
" Hemmmmm......... sepertinya papah laper deh sayang, apakah kamu mau menemani papah mu ini makan malam yang lebih awal dari waktu nya? tanya Alex sambil tersenyum devil pada putrinya, dia tahu jika putrinya merasa malu.
" Papah The hungry one is not papah but Avan, so papah can't lie like that. jawab Javanka yang mengakui bahwa dirinya lah yang lapar.
" Papah juga laper kok sayang, sampai-sampai perut papah mengeluarkan suara saking lapernya. kata Alex sangat tertawa renyah.
__ADS_1
" That's the sound of Avan's stomach, not papa's stomach. Please stop mocking Avan papah, Avan is very shy. ucap Javanka dengan jujur mengakui bahwa perutnya lah yang berbunyi tadi.
" Hahahhahahhahhahah....... Alex pun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan putrinya yang mengakui bahwa perutnya lah yang bersuara.
Javanka yang melihat itu hanya bisa mendengus dengan kesal, apalagi ketika melihat papahnya tidak berhenti-henti menertawai dirinya.
Melihat putrinya yang sudah cemberut seperti itu, Alex pun dengan cepat menghentikan tawanya. Lalu dia memberikan isyarat pada pak Rudi untuk menyiapkan makan malam lebih awal.
Sejujurnya dia sangat suka membuat putrinya merajuk bahkan moto hidup Alex adalah mempermainkan putrinya dan membuat nya merajuk karena menurutnya jika putrinya tengah merajuk itu terlihat sangat menggemaskan.
" Sayang kamu bangun jam berapa tadi? apakah tidur mu lama dan nyenyak? tanpa Alex dengan santai.
" Hemmmmmmm...... Avan doesn't know because Avan doesn't see the clock pah. jawab Javanka jujur.
" Ohhhh..... begitu rupa nya. kata Alex mengangguk mengerti, lalu dengan penuh perhatian Alex menuangkan nasi dan lauk ke piring putrinya.
" thanks papah, have a good meal papah. ucap Javanka menerima piringnya yang sudah terisi penuh nasi dan lauk pilihan nya.
__ADS_1
" Sama-sama sayang, makan yang banyak yah. jawab Alex sambil mengelus kepala putrinya.
Alex dan Javanka pun memulai makan malam nya yang terlalu awal itu, Javanka terlihat sangat lahap dengan makanan nya seperti memang sudah sangat lapar gadis kecil itu, Alex yang melihat itu hanya bisa tersenyum simpul.
" Pelan-pelan sayang, tidak akan ada orang yang akan merebut makanan mu kok. ucap Alex khawatir pada putrinya, takut putrinya tersedak jika makan seperti itu.
Javanka menjawab dengan menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis pada papahnya.
Sekertaris Aldo yang baru keluar dari ruang baca atasannya pun berjalan menghampiri atasannya yang sedang makan bersama dengan putrinya.
Hemmmmm...... kebetulan perutku juga sudah sangat lapar, lebih baik akan makan disini saja dari pada aku harus berhenti di jalan hanya untuk sekedar makan, kan lumayan buat ngirit juga hahahhahahah........
*
*
*
__ADS_1
💐💐💐