RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 100


__ADS_3

Bang Sam berlari menyusuri lorong koridor Apartemen dengan masih menggunakan pakaian seragam OB. Ia di kejar oleh Dito dan dua bodyguard Mentari di waktu itu.


""Ayo ! mau kemana Lo, lekong ."" Tangkap sang Bodyguard.


""Aarg, Jangan perkosa gue..!"" Takut Bang Sam. Dito dan dua sang bodyguard bergidik jijik.


""Idih, kita kita masih normal, lekong ! Gue di suruh Bos Biru untuk membawa Lo ke kampungnya Mentari, Bos Biru akan meminang sahabat Lo itu...Apa Lo mau ikut nggak ? kalau menolak pun, tetap gue paksa !"" Telak Dito tak memberi kesempatan Bang Sam untuk menjawab karena kedua bawahannya sudah menggeret tubuh Bang Sam untuk pergi bersama. Perintah dari Biru bagi Dito harus dilakukan tanpa ada kekurangan sedikitpun.


""Bilang dari tadi, Tampan ! Gue dengan Senang hati..di perkosa oleh kalian pun saya akan pasrah deh."" Goda Bang Sam di sela langkahnya. kedua tangan sang Bodyguard langsung Terlepas...jijik dengan omongan lekong satu ini.


...****...


Di dalam pesawat menuju kampung halaman Mentari. Keluarga Biru sudah pada duduk manis menikmati perjalanan malam. Ada Kemal dan Nata. Sepasang anak bapak itu duduk satu bangku dengan obrolan ringan mendampinginya, Yola sebagai istri Kemal tidak ikut, begitu pun dengan Meca dan Fina karena akan menjaga Dibi yang tidak boleh ikut dalam kegiatan lamaran namun serasa akan berkampanye. Hanya Bintang dan Vane, perempuan di antara mereka. Dan ya.... jangan lupakan Bang Sam, si perempuan jadi jadian...Ia pun antusias akan acara ini, Bang Sam juga rindu dengan sahabat rasa saudaranya yang berpipi bolong.


""Honey ! Aku tak sabar untuk hari besok, lamaran si brownies akan jadi trending now di antara kita, Nata pun kelak akan kalah dari Biru jika lamarannya seperti akan berkampanye, Aku pastikan itu !"" Tutur Bintang geli dengan bayangannya. Dirgan di dalam duduknya pun menyeringai geli dengan rencananya sendiri...


""Jangan bicarakan lamaran Nata yang jomblo akut itu, Ia senang kawinnya saja tanpa Ingin menikah, seperti binatang saja."" Dirgan menyenderkan kepalanya di leher Bintang dengan terus mengendus aroma Jurug leher istrinya.


Pletaaakkk...


""Gue dengar, Mata Bohay !"" Dari belakang kabin duduk, Nata berdiri dari duduknya dan menjitak kepala Dirgan hingga tersungkur ke dada Bintang.


""Bin ! Sepupu mu tuh ! jahat amat !"" Rengek Dirgan minta pembelaan sang istri.


Bintang hanya menggeleng, bodoh amat ! kalau ia meladeni dua pria ini maka akan panjang urusannya.

__ADS_1


""Banci Lo ! masa ngadu ke Istri !"" Umpat Nata dan kembali duduk di tempatnya. Dirgan tak perduli akan umpatan Nata, ia memilih bermanja-manjaan ke Bintang.


"" Manggil saya ?"" Entah dari mana munculnya Bang Sam sehingga ia tiba-tiba duduk di samping Nata, tempat duduk Kemal yang sedang ke kamar kecil meningkalkan Nata tanpa permisi.


""Aih, mahkluk jadi jadian dari mana ini ?"" Nata terkesiap hingga bergidik jijik saat mendapat kedipan mata genit dari Bang Sam.


""Ditoooo ! kenapa ada pramugari lekong di pesawat pribadi bokap gue !"" Teriak Nata, sehingga mata dan tawa para Keluarganya terdengar menyebalkan di telinga Nata.


""Hahaha, balasan gue itu ! dan jangan coba-coba Lo belai lembut sahabat Mentari, bahaya kalau Biru sampai tahu, kalau Lo tiduri sahabat calon istrinya"" Dirgan dan Bang Sam bertos Ria. Sebelum lepas landas, Dirgan dan Bintang juga bang Sam sudah bertukar cerita.


""Iiiiih, No **** dengan Lady man !"" Nata kabur meminta perlindungan. Ia duduk asal asalan di antara duduknya Langit dan Chris. Chris pun di undang khusus untuk menghadiri acara ini, dan Chris sebagai sahabat Titan maupun Radja menghormatinya, ya.... walaupun lamaran anaknya di tolak, No problem ia. Entah dengan Langit...ia terlihat sebal di paksa ikut oleh Papanya dengan berkata Laki laki itu harus menerima kekalahan tanpa harus mendendam, maka akan ada keselamatan yang menunggu mu di depan.


""Nat, apa sih ? minggir nggak, sempit tahu !"" Ketus Langit.


""Diam Lo, Gue lagi melihat penampakan melebihi hantu seramnya !"" Seru Nata, masih Jijik dengan yang namanya Lady Man, ia kan pernah di kerjai oleh Yola dengan hal semacam Banci. "" Om, Bolehkan, Saya duduk di sini ?!"" Izinnya ke Chris.


""Lo aja yang pindah, ini pesawat gue, jadi gue berhak duduk di mana saja, di pangkuan Lo pun gue berhak duduk karena bokong Lo menyentuh kabin pesawat gue."" Songong Nata menggoda. dan Dapat jitakan kesal dari Langit.


""Nyebelin, semua orang nyebelin!""Sensi Langit.


Chris dan Nata malah terkikik. ""Lagi PMS, Lo !"" Goda Nata lagi.


...****...


Radja dan Biru duduk bersama di malam hari di rumah Mentari. Mereka di temani kopi buatan Rose dengan catur di hadapannya sebagai penghilang kebosanan. Jika di lihat dari jauh Mereka terlihat akur, namun kalau di dengar percakapannya...Beh, seperti musuh saling melempar perkataan sindiran.

__ADS_1


""Kalau sudah Sah dengan ponakan saya, maka kamu harus menghormati saya seperti Amang-nya Mentari, Mengerti kamu, anak Sunjaya !"" Tekan Radja.


Bibir Biru tersinggung tipis. ""Dari jaman kuliah pun, saya sudah menghormati Om Radja Lho, Sampai kita jadi relasi perusahaan pun, saya menghormati Om Radja...kurang apa coba ? Apa saya harus seperti ini.!"" Biru memperagakan gerakan menghormati bendera.


""Cih."" Desis Radja, Anak Sunjaya memang nyebelin. umpatnya.


"" Skatmat ! Saya menang Om !"" Senang Biru. ""Saya akan menemui Mentari.""


Radja sudah membatasi pergerakan Biru. Sebelum sah, Mentari maupun Biru di larang berduaan, nanti ada Saitoni di tengah tengahnya, Kelitnya.


""Enak saja, belum boleh !"" Tahan Radja.


""Cih, Om..main tuh harus sportif, kan perjanjiannya, kalau saya menang saya boleh masuk rumah untuk menemui Mentari. ini lain lagi.!"" Bibir Biru cemberut.


""Tetap tidak boleh, ini sudah malam...sana pergi ke aula desa... Habiskan kesendirian mu. ingat... besok seperti janji mu, harus datang melamar ponakan saya dengan membawa keluarga, jika tidak bisa, maka Amma Mentari akan menolak mu. hahaha !"" Ejek Radja, ia belum tahu... pasukan Biru malam ini akan datang.


""Tentu, saya tidak akan sewa sewa orang lain, tunggulah besok siang. Assalamualaikum, Amma !"" Biru melambai sopan yang katanya Amma di belakang Radja, padahal tidak ada orang sama sekali. Biru pun berlalu meninggalkan Radja yang langsung menengok ke belakang.


""Dasar anak Sunjaya, emang kurang ajar ya, selalu saja nyebelin dari waktu menjadi anak didik, sampai mau jadi mantu tetap nyebelin pakai banget. Awas besok tidak membawa keluarga, saya tolak kamu mentah mentah !"" Omel Radja seraya menunjuk nunjuk punggung Biru yang sudah jauh di jangkauan.


Biru tersenyum geli mendengar dumelan Radja, berbalik sebelum benar-benar hilang masuk Mobilnya. ""Amma, Assalamualaikum !"" Sopan Biru berteriak dengan lambain kecil.


""Cih, tidak akan mempan lagi." Ucap Radja kesal ke Biru.


""Apanya yang tak mempan ! ayo masuk, pintu akan saya kunci, di sini bukan kota yang malam malam bisa berkeliaran !"" Serka Rose. ""Atau mau tidur di luar bersama hantu ! silahkan !"" Rose tak ada manis manisnya di hadapan Radja. Entah kenapa, ia selalu gondok melihat rupa itu. padahal rupa itu adalah mirip rupa Dewanya.

__ADS_1


""Astaga, cerewet sekali ! ini kah yang kau sebut lembut Dewa.... adanya juga galak dan ketus !"" Cibir Radja dalam hati.


Vote dan Bunga bunga šŸ˜šŸ˜˜


__ADS_2