RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 235


__ADS_3

"" Aaaargh !""


Satria mengamuk di dalam rumahnya, berjalan menulusuri ruangan Seraya menjatuhkan barang barangnya yang ia lewati.


Monica dan Relline-mamanya yang mendengar keributan di timbulkan barang barang pecah, segera keluar dari kamar masing-masing untuk melihat ada apakah gerangan ?


""SATRIA ?"" Bentak sang Mama.


Satria hanya melengos masuk kedalam kamar, Percuma mau beragumen dengan wanita mulia yang sudah melahirkannya, anak selalu kalah walau pun orang tua itu salah, Tetap anak selalu salah di mata umum jika harus berurusan dengan orang tua. Jadi hanya tindakan dingin saja yang ia akan perlihatkan sebagai tanda keprotesannya.


Satria tersiksa dan benci dengan keadaan, ini kalinya ia begitu tergila-gila dengan seorang wanita, dan Wanita itu adalah wanita berperangai somplak tapi begitu ngena untuk sang hati. Tapi sekarang apa yang terjadi ? Si Jum mau di pinang oleh Gema. Gema keterlaluan, menikungnya begitu saja dengan sangat mudah dalam rangka menggunakan kesempatan emas ketidak berdayaannya karena restu orang tua. Licik sekali kan Gema itu ? Tikung kudung di balas tikung ! Tapi pertanyaannya ? Apa Jum masih Sudi menerimanya saat ia ketahuan terciduk bersama Monica ? Huft.... Rumit sekali hidupnya karena wanita. ia akan memaksa Jum. iya ! hanya satu cara itu agar Jum mau menerimanya. Lihat saja Jum ! Seringainya Licik.


Ceklek.


Pintu kamarnya terbuka, Dan si wanita biang kerok masuk begitu saja tak ada takut takutnya.


""Sayang !"" Monica memeluk Mesra tubuh Satria dari belakang yang sedang berdecak pinggang.


""LEPAS !!!"" Bentaknya, Berbalik dan mendorong kasar wanita itu, peringatan keras, jangan sampai menyentuh kulitnya.


""Hey, kenapa kamu marah marah, apa perlu aku memberi mu penghangat dalam kedinginan mu."" Kode keras untuk Satria. Monica membuka satu kancing bajunya. Seraya menggibaskan tangannya di belahan itu. seolah olah Sedang kegerahan dengan pergerakan genit.


Shittt, Wanita ini selalu memancingnya, dan gara gara terpancing...Jum melihatnya di club malam waktu itu.


""Dengar ya wanita murahan ! Gue mang pria normal membutuhkan belaian dan kehangatan, Tapi, gue nggak sudi bersama Lo, cukup ciuman panas saja waktu itu, no lebih. Gue lebih memilih jala*g bayaran di luar sana untuk memenuhi kebutuhan biologis gue. Masuk ke dalam pelukan Lo adalah perangkap bagi gue. Gue benci kehadiran Lo, karena Lo... Wanita gue yang sangat gue ingin kan akan menjadi milik orang lain. Jadi KELUAR sekarang juga atau kekerasan yang akan kamu dapatkan.""


Satria emosi, kemarahan menyelimutinya, rasanya darahnya mendidih dalam suhu yang hampir maksimal ingin meledak.


Monica saja sampai beringsut mundur mundur di mana pintu berada. Namun belum Monica keluar, Relline masuk dan menghentikan punggung Monica yang masih mundur mundur ingin menabraknya.

__ADS_1


""Tante."" Gumamnya terkejut dengan wajah raut ketakutan. Relline hanya mengangguk. dan beralih menatap punggung anaknya yang sedang berdecak pinggang, membelakanginya.


""Dua minggu lagi kita akan ke Thailand, Kamu akan menikah di sana saja, di sini terlalu banyak masalah."


Masalahnya ada di kamu, Ma.


""Dengar kan, Satria ?"" Lanjutnya pelan.


""Satria tidak mau, sampai kapan pun Satria tidak mau menikah, baik itu bersama Monica maupun pilihan Mama yang lainnya, Satria hanya mau menikah dengan Kekasih Satria, Jum. Titik."" Kekeuh Satria dengan nada pelan namun penuh kemarahan, tertahan.


""Maka mimpi saja."" Tolak Mamanya tegas.


""Yap, Satria mimpi, mama pun juga akan mimpi aja untuk melihat anak mu bahagia, Satria tidak mau menikah sampai tua pun sekalipun."" Tantang Satria, kesal.


""Hahaha, Laki laki butuh pendamping untuk kebutuhannya Satria."" Remehnya.


"" Kebutuhan yang mama maksud itu adalah kebutuhan hormon testosteron ? itu ? Hahaha, Di luaran sana banyak pemuas bayaran, Ma. Permisi ! Rumah ini sudah tidak ada ketenangan bagiku. Dan ya... Selamat, mama menang...Jum-kekasih ku sebentar lagi akan di miliki oleh orang lain, bahkan mungkin mama sangat kenal orang itu, Gema ! Anak cucu dari Batara, salah satu pemegang saham di perusahaan mama, Bravo bukan ?.""


...****...


""Perhatikan foto wanita ini, Dia adalah target utama kalian, ini foto suami nya. kalau ini adalah kakanya juga Kaka iparnya. Saya tidak mau gagal, kalian harus berhasil membuat mereka pecah belah dengan satu tepukan maka empat lalat akan, pfyuuuu. Kena !""


Shanum, mentitah para pesuruh handalnya untuk melancarkan aksinya yang ingin membalas dendam ke pasangan suami istri Mentari juga Senja, dalam beberapa hari ini, ia memang memikirkan rencana yang sangat matang juga apik , bermain cantik kali ini yang ia terapkan, ia belajar dari Senja, tak banyak bergerak tapi ngena banget akan titik bidikan, ia hanya akan duduk cantik tanpa bekerja dan sasaran utamanya kali ini ada di Mentari yang memiliki kelempengan dalam kepekaan. Satu tepukan maka empat orang yang akan terhempas, itulah rencananya dengan menggunakan Mentari juga.....?


...****...


""Jum, ini bagus ! tertutup namun terkesan elegan.""


""Jangan Jum, ini Saja ! Seksi full, Gema akan mimisan melihat mu di malam resepsi.""

__ADS_1


Mentari dan Bang Sam beragumen berbeda pendapat di dalam fitting room milik butik Bang Sam, keduanya antusias memilih kan baju pengantin untuk Jum kenakan di malam resepsi.


""Bang Sam, Mentari ! pilihan kalian Katro Katro, tidak ada yang pas di badan saya."" Senyum Jahil terpatri di bibir Jum. Melirik dua baju pengantin berwarna putih gading lengkap rendah berpeyet di hadapannya yang di pegang Mentari dan Bang Sam. Sementara fitting room sebelah di tempati Gema di bantu Senja dan Gemi. Biru dan Langit hanya santai di sofa khusus pengunjung, Bang Sam sengaja menutup butiknya lebih awal hanya demi kenyamanan sang Sahabatnya serta para tamu khususnya yakni Langit Biru di luar fitting Room.


""Hahaha, Bang Sam ! Jum menghina hasil karya mu !"" Gelak Mentari menggoda Bang Sam yang sudah mencibik cemberut.


""Tahu tuh, si Jumpek ! Lo Mau yang model bagaimana, eum ? Biar gue keluarin semua koleksi gue."" Bang Sam tak terima.


Jum menyeringai, Mentari yang melihat itu menggeleng geleng, ini si somplak akan mulai lagi, ngaurnya.


""Gue maunya yang seperti.... ini ?"" Jum mengeluarkan gambar dari ponselnya. Bang Sam dan Mentari yang melihat itu jadi ngeri dan malu sendiri, ya kali Jum mau resepsian memakai baju bisa di bilang setengah naked yang memperlihatkan daging daging bagian dada tanpa kain menutupi bagian atas dada ke bahu leher, dan bagian bawah astagfirullah hanya memiliki panjang di atas lutut dua puluh senti, spectacular **** full bukan ? Wow Pakai banget !!!


""Lo mau masuk angin, babe !"" heran Bang Sam.


""Ya nggak lah, gue mau menghipnotis para tamu, klepek klepek mimisan pingsan... biar gue bisa kabur."" Batinnya di belakang kata.


""Ayo bang Sam, minta gunting !"" Mentari menantang. ini si somplak butuh di beri, Si Jum ini hanya mulutnya saja yang ingin memakai pakaian seksi, dalam keseharian berpenampilan si Jum tidak pernah memperlihatkan keseksiannya dalam berpenampilan, kicep dia. Tidak mungkin berani dia di depan orang banyak juga di hadapan Bapak Rahmat terhormat, bisa di eksekusi duluan oleh bapaknya itu jika Jum nekat memakai baju kurang bahan.


""Buat apa, sayang ?"" Gemulai Bang Sam ke Mentari, Bang Sam sudah punya firasat kagak enak di sini.


""Buat gunting baju ini, untuk Jum pakai, saya mau nantang Jum berpakaian seksi di hadapan Gema terlebih dahulu, baru saya dukung pilihan bajunya. Berani nggak Jum ?"" Tantang Mentari.


Jum tersenyum jumawa akan pergerakan Bang Sam yang sigap merampas baju yang di pegang Mentari, si gemulai ini rupanya tidak terima karya nya mau di porak porandakan oleh tangan mulus Mentari. ia kan jadi selamat akan tantangan Mentari yang harus berpose Seksi di hadapan Gema, ah....tapi tak apa ding, Seseksi apapun dirinya, Gema tak akan horn* juga melihatnya, coba bang Sam yang berpose seksi di hadapan Gema, Mungkin Gema langsung menerkam Bang Sam, dan langsung di ajak main pedang pedangan. Dia kan Ga*. Pikirnya masih salah paham.


""Lo berdua, Gilaaa."" Bang Sam Menoyor jidat Mentari juga Jum, bergantian. kedua woman ini hanya terbahak. "" ini harganya mahal, tau nggak ? kalau Lo mau nantang si somplak Jum, sebentar ! gue ambil koleksi terseksi gue, biarkan Jum memakai baju kurang bahan yang menyerupai handuk melilit saja, sepaha.""


""Hehehehe, cepat ! Sana ambil...Gue mau ngebuat Gema panas dingin terlebih dahulu, Tapi kalau gue berhasil berpose dengan baju seksi Lo, Malam pertama Lo masuk ke kamar pengantin gue ya !"'Syarat Jum ke Bang Sam.


""Buat ?" Kaget Mentari. Ya kale...Bang Sam di suruh nonton live show si Jum sama Gema.

__ADS_1


""Buat gantiin gue mendesah di bawah tindihan Gema."" Somplak Jum.


""Hahahaha, gue mau !"" Geli Bang Sam terbahak. Seraya menoyor gemas jidat Jum.


__ADS_2