
Biru menerobos masuk ke dalam toilet wanita yang berada di dalam restoran Jepang. ia tidak perduli dengan adanya penghuni lainnya selain Mentari. dan anehnya....pengguna toilet wanita lain malah gigit jari, mupeng dengan ketampanan itu. bukannya marah dengan adanya pria di dalam toilet wanita, tapi ini malah memasang diri masing masing.... biasanya tuh pada jerit....ini malah jerit kepingin di sentuh... hemmmm...dunia memang maju luar binasa.
""Hai, tampan.... nyasar ya..!"" salah satu dari wanita itu sudah mulai menggoda dengan kedipan mata genitnya.
""Aah..mau lihat yang ini...tampan ?"" Timpal dari satu wanita, membusungkan dadanya ke arah Biru..... Sikat Biru.
aih....ngejar modelan lempeng masuk ke toilet...ini malah kegait mak mak keriput... padahal Mak Mak keriput yang di maksud secantik Luna Maya dan sebohai Quitar Spanyol . Tapi...Biru mengejar Gadis rantau seimut marmut imut mut..... Petite-nya.
""Minggir.!"" Dingin Biru. menerobos menghampiri Mentari yang masih Hoek Hoek..
Wow.... Cabe cabean sangat pintar memilih dan memenjarakan pohonnya dengan cara berbunga. aku pun mau jadi sugar nya kalau prianya sebegini hotnya..... itulah si mirip wanita Luna Maya bergumam.
""Kamu sakit petite ? Kamu hamil, senang amat yang namanya munta ?"" Todong Biru dengan tangan membantu Mentari untuk memijat tengkuknya.
Mentari tak menjawab. Gadis Rantau deso itu masih eneg...malah bertambah saat menatap wajah Biru dari pantulan cermin....sekebet...ia mengingat kalau Biru sedang mengunyah ikan Mentah lagi.
""Istrinya atau Cabe nya, Tampan.?"" Tanya satu dari mereka, kepo.
Mentari berbalik ke arah yang bertanya.
""Aku Cabe nya....pak Bos."" Polos Mentari masih ingat pengertian cabe khas positif dari bos tampannya.
Biru menepuk jidatnya jengah dengan kepolosan sang Asisten....serba salah dirinya yang sudah memberi pengertian Cabe khasnya...untung bukan di depan relasinya Mentari mengakui itu....atau di depan orang tuanya, jika itu terjadi...maka hancurlah repotasinya.
__ADS_1
""Wow...aku pun mau dong jadi Cabe mu....pak Bos."" Godanya lagi dengan centil.
Biru mengedipkan bahunya, jijik. di godain oleh wanita yang menor menor punya. Mata Biru tetap semangat menatap wajah petite-nya.
""Sudah tidak mual kan ?"" Mentari mengangguk. ""Ayo."" tariknya cepat dan kasar di tangan Mentari untuk meninggalkan toilet wanita yang banyak penghuni Goib genit.
Biru masih menarik terus tangan Mentari untuk pergi dari area toilet..dan tanpa melihat jalan di hadapannya.
Shit..... Umpat Biru yang menubruk pria seumurannya.
""Hati hati bung, jalan pakai ma------!"" Pria tersebut menyerinyit siapa yang menabraknya. sedetik kemudian ia tersenyum menyebalkan bagi Biru.
""Lo !."" ujar sang Pria.
""Iya...Gue."" Sahut Biru malas.
""Gadis ini ?"" Tunjuk pria tersebut ke arah Mentari. Mentari hanya tersenyum tipis. ia juga mengenal wajah itu, tapi hanya sekedar tahu tidak mengenal sebagai kenalan atau teman.
Ya.....dia...Langit Syaputra. Si Pria Nahkoda yang di juluki Mentari sebagai Tedong di awal keberangkatannya ke kota besar, bertemu di atas kapal Laut.
Langit Syaputra adalah seorang pekerja semaunya....kata lain semaunya adalah yang ia inginkan, seperti saat ia ingin menjadi Nahkoda maka ia akan lakoni, ketika ingin menjadi seorang CEO pun dia bisa jika ia niat....Dan sekarang entah apa lagi yang ia kerjakan..... karena ia punya segalanya, kepintaran dan kekuasaan seperti halnya seorang Sagara Biru Sunjaya.....duit memang bersuara toa di atas segalanya..... itulah pikiran si Langit Syaputra, menganggap seorang Sagara Biru Sunjaya adalah saingannya.... saingan segala galanya. Dan itu sudah mendarah daging di waktu mereka masih pada menjunjung ilmu di bangku SMA, dan bangku kuliah... bahkan MUNGKIN sekarang juga.
Biru menoleh ke arah Mentari dan Langit secara bergantian yang pada tersenyum satu sama lain.
__ADS_1
"" Peti-- Kamu kenapa tersenyum ke ulat bulu ini , hah ?"" Kesal Biru.
Senyum Mentari hanya boleh untuknya. No pria lain.... apalagi ke Langit si raja ulat bulu julukannya....Arti ulat bulu khas Biru adalah si pria yang suka merambat ke segala urusannya semenjak di masa remaja, Pekerjaan, wanita segala di rembatnya, jika Biru punya gebetan maka si ulat bulu akan merebutnya....dan alhasil si gebetan berbelok haluan ke Langit, Namun Langit aslinya tidak pernah menyukai si gebet itu.... habis manis, pahit sudah di buang...... Langit hanya ingin menunjukkan ke Biru kalau dirinya adalah segalanya tidak bisa di kalahkan oleh rival manapun.
Langit menyeringai misterius... rasa rasanya si Biru bergelagat aneh ke gadis yang tadinya berpenampilan kumuh kini berubah seratus delapan puluh derajat.... Menarik... Gelagatnya berfantasi. apakah Gadis yang dulu pernah bertanya kepadanya punya hubungan khusus bersama Biru ? Can ! Biru yang gebet, Gue yang nikun...! Seringainya.
""Apa kamu kenal dia peti--- Mentari.?"" Tanya Biru. Suaranya terdengar menahan emosi. Jangan sampai petite-nya dekat dekat ke ulat bulu.
""Hai... Gadis Tedong ( kerbau) ! masih ingat aku !"" Mentari di serka oleh Langit. pria itu tersenyum manis dengan mata berkedip lucu, sengaja ingin memanasi Biru.
""Yaaak...ayo kita pergi dan jelaskan nanti saja."" Dongkol Biru. ingin sekali mata itu ia colok pakai tusuk sate....di bakarnya...pakai kecap dan di lemparkan ke dasar laut., Tapi...Biru bukanlah psychopat. berani beraninya dia menggoda petite-nya. Tidak bisa di biarkan... Mentari tidak boleh bertemu lagi dengan si ulat bulu. bahaya...! bisa gatal gatal nanti.
""Hey...Sagara ! Apa dia wanita mu, Lo bisa saja memilih gadis imut modelan lempeng begitu... sekali ngomong pasti di hafal luar kepala, nurut , masih polos. Gue boleh dong mendaftar."" Teriak Langit dengan suara terdengar menantang.
""Cicit Lo gede ! Gue potong Burung elang Lo yang ke-dua kalinya, tahu rasa Lo.. anjrit."" Biru menyahut tanpa Ingin melihat wajah musuh yang sudah mendarah daging itu, si pembuat masalah...si pemain kelamin. si perebut gebetan....Si tukang tawuran. cukup dulu ia mau mengalah... khusus kali ini, ia tidak mau mengalah lagi... biasanya orang waras mengalah... sekarang orang waras pun akan bertingkah gila kalau gadis imutnya jadi taruhannya.
""Hahaha.... sampai berjumpa lagi, Sagara ! dan Lo juga, gadis imut."" Lambainya.
Parkiran....
Entah.... Mentari tidak mengerti permasalahannya apa ? Bosnya terlihat marah dengan mata merah menakutkan.
Mentari menarik nafas dalam-dalam dan di hembuskannya perlahan. ""Bos."" Mentari menahan tangan Biru yang sedang menariknya menuju ke mobil dengan tangan bebasnya, Memberanikan diri. Biru berhenti dan mata merah marah itu menatapnya tajam.
__ADS_1
Shap.... Entah angin apa yang merasuki Mentari ? Gadis itu tiba-tiba memeluk Bosnya. ia hanya berniat untuk meredakan amarah yang ia tidak pahami. "" Tenang lah Bos...! kenapa anda begitu emosinal ?, apakah aku melakukan ke salahan eum ? Aku siap di hukum dengan cara di potong gaji kalau begitu. asal kan anda tidak menghukum ku dengan cara mencium, aku Jijik dengan bibir anda sekarang, pasti amis..bau ikan... Mentah-mentah kok di makan, Hoek.." Mentari menenangkan bosnya dengan mengelus elus punggungnya yang masih di peluknya.
Bagaimana dengan Biru yang sedang di peluk hangat oleh si Petite.? Pria itu seketika terkendali lagi emosinya. Ia sekarang paham.... Mentari muntah muntah karena si Sushi ikan Mentah. dan ia sekarang pahah... jika Mentari adalah obatnya termasuk penyakit baginya jika Gadis itu pergi ? bagaimana jika Mentari di gebet oleh si ulat bulu juga ? aaah....si ulat Bulu kudu di picek.