RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 117


__ADS_3

Setelah mendapat kan kunci cadangan, Senja dengan perlahan membuka pintu kamar yang di dalamnya ada Langit. Takut takut ada jebakan Batman menerpanya.


Namun....tak ada. Senja malah mendapati Langit rebahan di atas kasur dengan mata terpejam.


Ting...


Ingat Daeng....Pak Langit lah yang harus jatuh cinta, bukan sebaliknya... jika sebaliknya ...maka kamu yang akan kalah sekaligus patah hati... karena mungkin...pak Langit masih menaruh hati ke Mentari.


Senja menggembung kan pipinya setelah membaca pesan peringatan dari Bang Sam.


Bagaimana mau jatuh cinta si mendung ini ke Saya... Saya nya aja tak ada manis manisnya dalam bertindak ke dia....huuu...apa saya harus berperilaku manis saja kali ya...biar dia terpesona....jatuh cinta deh...


Senja berpikir keras, seraya meneliti wajah Langit yang terpejam. Senja mendekat ke sisi kasur, membungkuk seraya meneliti wajah Langit dalam dalam.


""Tampan juga."" pujinya berceletuk.


Gue yang akan membuat Lo jatuh cinta itik, setelahnya...pfyuu...Gue patahin hati Lo.


Langit menyeringai licik dalam terpejam bohongannya, Mendengar pujian Senja. Setelah itu Langit membuka matanya. " Bhaaa."" Mengagetkan Senja sehingga gadis itu terperanjat kaget.


""Langit sialan, dasar... dasar, nyebelin.!"" Senja memukul kepala Langit.


reflek Langit menahan tangan Senja agar tidak terkena lagi.


Tak mau menyerah, Senja kembali menggerakkan tangannya yang masih terbebas. Lagi lagi Langit menangkapnya dengan mudah.


""Mau apa sekarang !"" Ledek Langit, Senja tak bisa bergerak.


Senja tersenyum manis, sangat manis sehingga Langit tak sadar tanpa kedip. Dengan itu, Senja menghentakkan tangannya sampai terlepas.


""Terlepas.""

__ADS_1


Bugh.


Ledek Senja dan kembali memukul kepala Langit dengan berhasil satu kali gerakan. Setelahnya ia menghempaskan tubuhnya ke sisi kasur sebelah Langit.


""Ngapain Lo di sini, eum ? Apa Lo nggak takut gue makan ?"" Goda Langit langsung menindihi tubuh Senja. dengan Seringainya.


""Tidak, karena gue mempunyai suami ga*."" Tantang Senja meledek.


Langit turun dari tubuh itu, Sadar akan sandiwaranya. "" Keluar dari sini, tidur di tempat lain...Gue nggak mau tidur bersama mu."" Usir ketus Langit.


Senja tersenyum manis kembali. "" Oke...Gue akan tidur di kamar Satria saja, bersama Satria, satu ranjang, Pasti lebih tenang di sana."" Senja berniat mengerjai dua pria sekaligus.


Mata Langit membola, seakan mau keluar dari tempatnya. Ini wanita gila apa ? Mau di makan apa oleh Satria. Satria tadi kan sedang menonton video dewasa, pasti sedang mencari lawan.... No, jangan Senja, istri gue itu. Tak sadar Langit mengakui Senja dalam hati, sejurus ia menggeleng geleng, Cih, biarkan saja, dia bukan istri keinginan gue. Tapi...""Eh, tidak boleh !"" Cegah Langit.


Senja berhenti yang akan melangkah ke kamar mandi untuk mengganti pakaian tidur. ""Kenapa ?"" Tanyanya geli.


""Ya..ya... karena... Karena, Satria pacarku, jadi jangan coba-coba merebut Satria dari gue."" Kelit Langit. "" Gue yang akan tidur bersama Satria.""


""Haha, Satria nggak akan mau dengan Gue, kan dia berbelok kaya Lo, nggak suka perempuan. jadi tenang saja ! dan satu lagi, di mana pun kamu tidur, ya...gue harus ikut... karena kita sudah halal. dan wajib bagi gue membuntuti suami kemana pun kapanpun."" Kekeuh Senja masih ingin tidur dengan Satria. di dalam hatinya, ia ingin mengerjai kedua pria ini. Siapa suruh mempunyai ide gila dengan berbohong sebagai pria ga*. Lihat Saja, apa yang akan terjadi besok pagi. Licik Senja.


Sepulu menit di kamar mandi, Senja keluar dengan baju tidur seksi, sangat seksi. Celana di atas lutut dan atasan lingerie tanpa lengan hanya tali kecil yang menahan di bahu.


Glek....Langit terpesona akan keindahan tubuh itu, seksi dan tinggi semampai... menelan ludahnya, susah payah.


Dengan cuek, Senja melewati Langit menuju ke pintu keluar berniat ke kamar Satria...ia sengaja berpakaian seksi...ingin melihat reaksi kedua pria yang katanya ga*.


Idih...jika tak ada maksud terselubung...mana mau gue berpenampilan seksi di hadapan Lo. ini demi.... membuat Lo tertarik.


"" Senjaaaa !Mau Kemana ?"" Hadang Langit depan pintu dengan merentangkan tangannya.


""Mau ke kamar Satria !"" Santai Senja.

__ADS_1


""Dengan penampilan seksi begini ?"" Jujur, Langit tergoda dengan keseksian istrinya.


Senja hanya mengangguk dan menabrak rentangan Langit. ia berlalu dengan santai.


""Ais, gila... tidak, tidak, Satria tidak boleh menikmati keindahan tubuh itu. dia istri gue."" Langit mengejar langkah Senja. Namun ia menyambar kemejanya yang tergantung asal asalan. gelagapan sendiri. ""Itik, Lo harus pakai ini.!"" Kejarnya Menyerahkan kemeja itu ke Senja.


""Buat apa, aneh Lo !"" Tolak Senja. mengerti apa yang di pikirkan Langit. ia hanya tersenyum geli dan melangkah kan kakinya cepat.


""Hais, itiiiiik.! Ogeb amat sih...kita kita tuh normal."" Geramnya dalam hati. Langit semakin geram akan tingkah Senja yang tidak bisa di tebak. di kejarnya cepat langkah panjang Senja. pusing sendiri di buat oleh istrinya.


Di dalam kamar Satria. pria itu sama saja dengan Langit. menelan beberapa kali ludahnya melihat penampilan seksi Senja.


""Senja ! pakai baju ini !"" titah Langit langsung mengejar Senja di belakang Satria yang berdiri menegang saat melihat tubuh seksi Senja.


""Tidak mau ! buat apa ? kalian kan ga* mana nafs Melihat begini doang."" Senja memutari tubuh Satria meminta perlindungan dari kejaran Langit yang memaksanya memakai kemeja besar milik Langit.


"Itik, jangan bertingkah ya !Gue pukul nanti !"" Kesal Langit saat mendapati mata nakal Satria tak berkedip melihat penampilan seksi istrinya.


""Apa sih Langit mendung, Sat Tolongiiiin gue, Gue mau tidur di sini, boleh ya !"" pintanya.


Langit memberi kode plototan tajam agar Satria tidak mengijinkan. Tapi Satria malah mengiyakan.


Satria baja Hitam, awas kau.


""Tapi pakai baju ini dulu ya ! di kamar saya suhunya sangat dingin, Nanti kamu masuk angin lagi."" Satria menyambar kemeja di tangan Lagit. memakaikan baju itu ke tubuh Senja dengan santai di depan Langit. Senja sengaja menurut manis, ingin melihat wajah Langit berekspresi apa.


""Hais, kok, Lo nurut manis sih ke Satria. tadi saja Lo nggak mau. dasar itik.!"" Kesal Langit.


""Lo tadi kan memaksa doang tanpa ada penjabarannya, Nah... Satria, Dia menjelaskan kalau kamarnya sangat dingin dan tidak mau sampai gue sakit."" Senja memang cerdas berkelit. Ia tersenyum jumawa melirik kasur Satria yang cukup untuk di tiduri rame rame.


""Keluar Lo dari sini, gue mau bermesraan dengan Satria.""Geret Langit akan lengan Senja. Langit masih tidak rela, Senja akan tidur di atas ranjang Satria yang sendirinya belum pernah tidur bersama dengan Senja.

__ADS_1


""Ih, mendung... Satria saja tidak masalah yang punya kamar. Lo yang sewot. bleek."" Julur lidahnya, meledek.


""Biarkan Senja di sini.!"" Boleh Satria, heran juga akan kepemikiran Senja. Tapi ia yakin... kalau Senja ada maksud tertentu.... Istri Langit ini memang aneh aneh konyol.


__ADS_2