RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
208


__ADS_3

Satu jam yang lalu, Jum di buat terkesiap hebat dengan adanya keberadaan kedua orang tuanya di dalam apartemen punya Mentari yang di tempati selama ia berada di rantau ini.


Orang tuanya sudah menceritakan semuanya tentang niat Satria dengan lengkap selengkapnya sampai orang tuanya itu berada di hadapannya.


Dan di sini lah Jum, di depan pagar rumah Satria yang menjulang tinggi dengan hati campur aduk, antara ingin berterima kasih karena sudah membawa orang tuanya ke kota dan juga Ingin meminta maaf atas sikap salahnya yang selalu mengabaikan Satria yang benar-benar mencintainya sampai keinginannya selama ini terpenuhi, Keinginan ? Yap...Yaitu di lamar...Jum kan pernah berjanji, siapapun orang yang pertama kali melamarnya langsung ke orang tuanya... maka itulah jodohnya. bisa di bilang... Ta'aruf cieee Gaya kan Jum ? Tidak mau pacaran tapi maunya di halalin, dan Satria lah orang yang pertama kali melamarnya.


""Bapak, Bang Satria ada ?""


Jum bertanya ke Security penjaga rumah mewah Satria dengan nada tak sabaran.


""Pak Satria baru saja keluar mbak, mau mudik ke negaranya katanya... sepertinya lama deh, soalnya pak Satria bawa dua koper."" Jelas Pak Security tersebut. membuat jantung Jum berolahraga mematikan.


""Hah ? maksud bapak ke Thailand ? sekarang ?""


""iya ! Pak Satria baru keluar 10 menit yang lalu, dengan menggunakan taksi." Sahutnya.


Taksi ? ah sial !!! Tadi, kayanya papasan taksi gue. Batinnya mengumpat kasar, Mata kucingnya pun melirik sepeda motor milik pak Security. Otaknya menyala untuk menyuruh Jum menyusul pria yang sudah melamarnya tapi enak benar tuh Si Bang Sat mau main kabur saja setelah menaruh harapan ke orang tuanya. PHP... rupanya mau balas dendam kah ? Batinnya ingin menoyor jidat si Satria andai pria itu ada di hadapan Jum sekarang. Lihat saja...Ke Thai-Thai pun, Gue kejar Lo Bang Soulmate forever.


Baru sadar Mak Jang eh Mak Jum !!! Semprot Mak Author.


""Pak, saya boleh minjam motor metic bapak ? saya mau mengejar laju taksi majikan bapak, boleh ya pak ?! ini tuh penting lho Pak, antara hidup dan mati majikan bapak, kalau dia mati kan eh amit amit Ding, nanti bapak tidak ada yang gaji, boleh ya pak ! boleh dong... permisi, Assalamualaikum !!!


Dan tanpa menunggu persetujuan si bapak Security, Jum main numpak saja ke motor metic warna black white itu yang sudah ada kuncinya. Saolaah... Helm apa ketek ini, kok baunya apek apek hoek sih. Mualnya.


""Astaga mbak...Motor bapak bensinnya tinggal sikit mbak.. mogok jangan salahkan daku, mbaaaaak."" Teriak si bapak. Namun Jum lebih konsen ke Helm yang bau, seraya menambah laju motor metic itu dengan seribu kekuatan mesin motor.


"" My soulmate, Adek datang !"" Semangatnya berjuang.


...****...

__ADS_1


""Rose, Yakin nih mau pergi ? Kopi siapa yang bikinin Rose, ART tidak ada yang pas Rose, Mama Papa juga tidak ada yang menemani kalau aku ke kampus. Rose, acara pingit pingitan di tiadakan saja ya Rose kita kan sudah tua Rose jadi melanggar sikit tak masalah dong, Please !!!""


Rose diam saja, kupingnya sudah kebek akan rengekan Radja seperti anak kecil sedari tadi itu itu terus yang di rengekin


Biru dan Langit kompak tersenyum geli akan Radja yang merengek ke Rose, berupa menghentikan Rose akan niatnya untuk pergi seraya mengantar langkah Rose menuju ke mobil Langit dengan koper Rose di bawah oleh Radja.


""Saya bawa masuk lagi ya kopernya !"" Lanjutnya menghadap ke arah pintu rumah kembali, Namun Biru langsung menghadang dengan kedua rentangan tangannya, dan Langit merebut koper Rose yang masih di bawa oleh tangan Radja. segera memasukkan koper itu ke mobilnya.


Benar benar menyebalkan kedua mantu ini. Batin Radja dongkol.


""Eits, calon Amang mertua... Tidak boleh begitu, pingit pingitan itu wajib hukumnya. Kalau kata people sih... Semakin lama tak bertemu calon istri, maka semakin membumbung tinggi perasaan cinta itu.""


"" Eaaa..Cieee, Tuuit tuit !""


Dan Langit pun menimpali godaan Biru, kapan lagi bisa menggoda Si mantan dosen killer ini coba ? Langit kan dulu sering dapat nilai D dari mata pelajaran Radja.


""Mentari, Senja !" Radja minta pembelaan.


"" ck...ck...ck... Om eh Amang, jangan seperti anak kecil ya...Senja cuma minjam Amma satu bulan doang kok !""


Dan Senja pun membuka pintu kabin belakang mobil dengan santai mengangkat tubuh kecil Petir untuk naik.


""Kakek ! Petil bawa nenek ya !"" Ijin Petir Tersenyum manis.


Radja mengangguk lemas, Seraya melirik Rose yang sedang berpamitan ke Bima dan Risma.


Mobil Langit Senja pun pergi membawa Rose.


""Jangan sedih Amang, satu bulan doang kok, kalau begitu kami pun pamit ya !"" Ujar Mentari, Biru sudah stay di dalam kemudi.

__ADS_1


""Sepi sudah hidup ku satu bulan ini. Triplets...Sini saja ya, temenin Kakek."" Wajah Radja di bikin memelas di hadapan Si Kembar.


""Tidak mau, kek ! Kakek law tidul, ngolok... Pelangi dak cuka Olang ngolok, dak tamvan.""


Hahahaha...


Biru dan semuanya yang mendengar kepolosan Pelangi, tertawa geli.


...****...


Ckiiiiiitttt...


Aaaargh...


Jum ngebut, berhasil mengejar laju taksi yang di tumpaki Satria yang hampir mengambil jalan masuk tol. Motor masuk ke tol, haram hukumnya bagi pak polisi, salah sikit dapat sanksi tilang kan ? Jadi dengan nekad, Jum memotong laju taksi Satria yang lajunya pun ngebut sehingga hampir saja menghantam motornya yang malang melintang di jalan raya, umpatan keras sana sini berdengung di pendengaran Jum....


Astaganaga buaya di rawa rawa...Ini gue masih idup kan, belum mati kan ? gue belum rasain kawin, jangan mati dulu. Mata Jum perlahan terbuka yang tadinya memotong jalan dengan takut takut sehingga matanya ia tutup.


"" Astaghfirullah."" Kagetnya karena Satria sudah ada di hadapannya dengan gaya decak pinggang, mata dan raut wajah pria Manly ini begitu seram masuk ke Netra coklat Jum.


""Bosan hidup kah, perempuan ?"" Marah Satria tidak suka aksi ekstrim Jum, kalau perempuan ini mati sia sia kan sangat di sayangkan, belum sempat di apa apain sudah koid, kan tidak lucu.


Tadinya Satria cuek dengan adanya motor yang di kiranya hampir terjatuh, Tapi saat mengintip, Menyadari wajah manis Jum terpatri ketakutan di tengah jalan dengan helm kegedean yang di pakainya. Cepat cepat ia turun dengan jantung jedag jedug takut jum kenapa napa.


""Ah, sudah lah, melihat dari fisik sih tidak ada yang terluka kan ! jadi perempuan, out dari jalan ini, motor di larang memasuki arah tol."" Lanjutnya, mendorong paksa motor Jum ke pinggir dengan masih adanya Jum duduk di atas.


Jantung Jum kembali normal yang hampir copot tadi ragara mengikuti ke ekstriman Mr Limbad. Tersadar dari keterkejutan di dominasi takut takut gemetaran, ia pun cepat cepat turun dari motor.


""ABAAAAAANG TAMVAAAAN ! YANG TERLUKA HATI ADEK NIH ! TERKENA SINDROM MEMATIKAN !!!! MANA TANGGUNG JAWAB MU ??!"" Gombal Jum dengan somplaknya berteriak di tengah jalan di hadapan taksi yang sudah di naiki Satria kembali.

__ADS_1


__ADS_2