RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 216


__ADS_3

Di pagi hari, Satria bangun dari tidur panjang atau pingsannya atau entahlah... Sakitnya mungkin yang lebih pas di pemikiran Jum.


Namun oh ternyata, Satria langsung terpekik dalam hati, ada Jum yang tidur di sampingnya dengan posisi yang sangat intim, memeluk erat tubuhnya. pantas tidur ku enak benar, di keloni cuy...!


Namun saat ingin bergerak, ada kain lembab yang terpatri di dahinya, tetiba jatuh. Oh...Jum tertidur memeluknya mungkin karena wanitanya ini sedang kelelahan dalam berupaya menurunkan tekanan panas dari dalam tubuhnya. Sejak kecil Ia kan memang tidak kuat dengan dinginnya air hujan dan pasti berujung sakit seperti saat ini.


Shiiiitt, nyium aroma rambutnya saja kenapa di bawa langsung On sih. Sabar ! Sabar Satria ! Tarik nafas...buang nafas.. tarik nafas.. Buang nafas...Tarik selimut eh nafas..


Satria mencoba mengontrol diri agar yang di bawa sana off , ia tidak mau merusak harga diri Jum yang di junjung tinggi oleh gadis ini.


walaupun woman somplak ini kadang kadang mesu* tapi ia yakin...Jum tidak pernah melakukan itu, di peluk oleh dirinya saja saat dalam keadaan sadar sama sadar..Jum sangat susah di modusin. Satria yakin nih...Jika Jum bangun dari tidurnya terus mendapati posisi intim seperti ini, kamar hotel ini akan gencar dengan suara jeritan toa Jum, Soo... Sebelum Jum bangun dari tidurnya, ia harus mencoba lepas dari dekapan Jum walaupun sangat terpaksa. Yaaap.. terpaksa karena ia suka posisi ini, di sayangkan sekali kalau terlepas begitu saja...Tapi bagaimana dong ? Harus di lepas !


Tapi tunggu, tunggu dulu boss ! di bawah sana kok On nya terasa bebas begitu ya ? kenapa tidak terkontrol kedutannya... Bukannya di bawa dalam keadaan di penjara oleh kain segitiga bermuda? tapi kok terasa bebas begitu berdirinya.


Hais...Gue naked !!!! Siapa yang melucuti pakaiannya ? Jum kah ? tidak mungkin Jum ini mah ? Kalau Jum yang melakukannya, berarti semalam wanita ini sudah meli----?


Mata Satria jatuh ke kain yang di kenakan Jum, Shiiiitt Double shiiiitt !!! Jum hanya menggunakan bathrobe hotel doang dengan belahan itu sedikit terbuka karena sudah dalam berantakan. apa yang terjadi semalam ? ia hanya mengingat dirinya dalam keadaan hujan hujanan. Apa semalam ia dan Jum terjadi Hon hon ? Shiiiitt lagi, Di bawa sana semakin On saja hanya karena melihat belahan kulit halus itu.


Cup... Yang di bawa sana minta lebih ! Bagaimana dong ? Tubuh dan otaknya saling bertolak belakang... Otaknya mencoba berhenti, tapi tubuhnya merespon lain. Satria khilaf jadinya..ia berani melamu* bibir ranum polos di hadapannya. Dan tepat itu, Mata Jum terbuka dalam belitannya.


Tapi se ! Jum bukannya menepis malah membalas lamutannya...waaah, rupanya ada setan di antara mereka...Ok ! Otak sudah tidak ada yang jernih, Setannya menang... Mendapat respon baik dari Jum, tangan Satria malah nakal menyelusup masuk kedalam bathrobe tebal putih yang membalut tubuh Jum, aih...ada kacamata yang mengunci dada manis itu rupanya.


Belitan demi belitan bibir semakin dalam saja, bahkan Satria sudah berada di atas tubuh Jum dengan tangan nakal itu memainkan balon ku ada dua yang masih terbungkus rapi. Tapi....Saat tangan Satria ingin menjalar ke bagian bawa...Jum tersadar kalau ini salah.. di dorongnya kuat kuat dada Satria agar menjauh dari tubuhnya.


""Jum !!!" Nafas Satria saling berkejaran menahan nafs*, Wajahnya kembali mencoba mengikis wajah Jum yang terdiam gusar di sampingnya.


""Ini tidak benar Bang !"" Jum menarik tubuhnya untuk bangkit, namun kembali terlentang karena ulah Satria.


""Aku menginginkannya, Jum ! Sekarang, Boleh ?" Bujuk Satria dengan wajah sayunya menahan hasratnya. ""Kita sebentar lagi akan nikah kan, jadi tak masalah dong, Minta hak itu sekarang !"" Lanjutnya masih berupaya membujuk.

__ADS_1


""Bang !!! tarik nafas dalam dalam dan buang secara perlahan,....atur nafas untuk membuang setan di tubuh mu."" Tolak Jum seraya kembali mendorong dada Satria yang sangat dekat dari tubuhnya. ""Kita memang sudah dalam persiapan menjalin hubungan serius, Tapi proses ! baru proses, belum sah ! jodoh kita tidak ada yang tahu, Mengerti kan maksud ku ?""


Satria mengangguk, ini lah perbedaan antara wanita baik baik dan Wanita kedok baik..! Wanita baik baik masih bisa menahan hasrat walaupun Satria tahu kalau Jum pun sedang dalam On minta lebih, tapi dengan kuat masih berupaya mempertahankan harga dirinya. Coba kalau wanita berkedok baik doang... pasti setan sudah jingkrak-jingkrak menyaksikan mereka sedang Hon bon haram.


""Mandi sana, keluarkan Setannya !"" Telak Jum mentitah. Satria dengan terpaksa mengikuti saran Jum. Ini mah berakhir di kamar mandi dengan main spa spaan sendiri.


""KYAA.. Dasar tak tahu malu, pakai selimut !""


""Hahahaha ! kenapa harus menutup mata, bukannya semalam ini ulah mu, eum ?"" Goda Satria masih setia berdiri dengan tubuh Naked nya di hadapan Jum yang sedang mengunci rapat rapat matanya.


""SATRIA BAJA HITAM, PERGI DARI HADAPAN KU, ATAU---!""


""Hahaha, iya iya..Mau mandi bersama sayang !""


""GILAAAA.!!!!""


...*****...


""Buka pintunya sayang, Bunda kangen lho !""


Masalah, Mentari dan Biru dalam keadaan masalah, si kembar ngambek kepada mereka ragara pasangan ini tidak menjemputnya di kediaman Batara malah asyik Hon hon di dalam kamar hotel.


Badai yang paling rewel di asuh oleh Gemi semalaman, Pundak Gemi sampai sakit menahan kain gendongan yang di dalamnya ada Badai minta tidur tapi harus di emong emong pakai Jarit dulu. Sementara Gema yang tak pintar merayu anak kecil ataupun merayu wanita di buat kualahan oleh Pelangi yang minta di dongengin, tapi saat di beri dongeng ke Putri Putrian, bukannya tidur si Pelangi malah nangis kejer. Anak Mentari ini sukanya di dongengin cerita animasi bintang yang cerdik cerdik pintar !


Hanya Topan yang anteng di bawa asuhan Radja, Anak sulung Biru ini sudah di hapal betul oleh Radja yang suka cerita ekstrim sebagai pengantar tidur, Bangganya berhasil ! Tapi di balik kebanggaan itu, ada Rose di balik layar yang memberi tahukan apa kah Zona nyaman si Topan. jadi...Radja dan Topan tidur nyenyak semalaman tidak seperti Gema dan Gemi.


""Adai nggak mau !"" Tolak Badai ke Mentari di dalam kamar Gemi.


Sementara di kamar Gema...Biru pun lagi berupaya membujuk Pelangi agar membuka pintunya.

__ADS_1


""Anak Ayah, buka pintunya dong.. setelah ini kita jalan jalan yuk, kemana gitu...yang Pelangi sukai pasti Ayah turutin."" Bujuk Biru dengan suara di bikin memelas.


""No, Ayah ! Pelangi Uda tapek jalan jalan ama Ante Jum, Kemalin !" Pekik Pelangi menolak rayuan Biru.


Biru garuk tengkuk jadinya, Si kembar kalau ngambek susah di bujuknya, hanya ada satu cara yang ampuh membuat Pelangi Badai luluh.. Yaitu Topan !


Biru dan Mentari kompak mencari keberadaan Topan di pagi hari dalam kediaman Batara, Kata Risma dan Bima... Topan ada bersama Radja sedang olahraga kecil di taman belakang.


Itu dia si bungsu, Sedang renang bersama Radja.


""Topan !"" Panggil Mentari, Topan dan Radja kompak menoleh keberadaan Biru dan Mentari di arah berbeda.


""Ya, Bun ! ada apa ?"" Ujarnya datar.


""Badai ngambek ke Bunda sayang !"" Adu Mentari.


""Pelangi pun marah ke Ayah !"" rengek Biru pun.


Radja melongo di buat drama keluarga kecil Mentari, masa kedua orang tua ini mengadu ria ke anak sulungnya, bukannya di mana mana anak kecil kan ya yang harus merajuk adu ke orang tua...ini malah sebaliknya. Tapi lucu juga di mata Radja melihat wajah nyebelin Biru di buat buat sedih begitu.


""Terus !"" Drama Topan yang sudah tahu maksud orang tuanya.


""Topaaan, Bunda nangis nih kalau Topan tidak mau bantu Bunda !""


Dan Mentari pun siap akan drama sedihnya di hadapan mata tajam anak sulungnya. Mentari tahu, Topan sangat menjaga air matanya agar sedikit pun sebisa anaknya itu tidak mau membuat ia bersedih apa lagi menangis.


""Baik lah, Topan ganti baju dulu.""


""Bunda bantu ya !"" Goda Mentari yang pasti topan menolaknya.

__ADS_1


""Topan sudah besar !""


Tuh kan ! Tebak Biru dan Mentari dalam hati. anaknya pasti menolaknya.


__ADS_2