
Gerah ! Merasa sering kegerahan, Mentari selalu mandi berulang kali dalam satu hari, Perutnya sudah terlihat sedikit membukit lucu di dominasi kan baju selutut yang bermodel babydoll semakin membuat nya menarik untuk di lihat, walaupun sederhana tapi sangat pas saja di tubuh nya. ia semakin semok untuk di lihat, Membuat para pria pria proyek semakin menggilai perubahan tok-montok Mentari.l
""Bang Sam, Mentari kecil kecil sudah bunting saja ya !"" Goda Mile memfokuskan penampilan Mentari yang masih terlihat basah tuh rambut panjang Caremel sweet nya.
""Eum, cilik cilik pintar bikin anak !"" Timpal goda Bang Sam tersenyum.
""Untung saya lagi hamil ya guys, Kalau tidak sudah saya umpati kamu Mile, gede gede perawan bangkot semasa penjajahan Belanda. dan untuk Bang Sam, kawin yang benar sesuai habitat napa ?""
Uhuk...Bang Sam terbatuk akan umpatan terdengar geli di kupingnya. habitat ? emang dirinya binatang apa. Hmmm...
""Itu sudah keluar umpatan nya Mentari sayaaaaang !" Gemas Mile di katain perawan bangkot, tuir dong dirinya. Ck...ck...ck..
""Hihihi !"" Dan Mentari hanya tercengir bodoh tanpa dosa sudah mengumpati Mile dan Bang Sam, berlalu masuk ke dapur Ingin menyiapkan racikan gelas gelas minuman aroma melati untuk para pelanggannya yang hanya beberapa menit lagi akan mulai datang mengeroyok nasi uduk terenak murah meriah masakanya juga mbok Darminya.
Sementara di depan warung, satu persatu para pencari pelipur lapar, sudah mulai datang. Hanya beberapa menit warung sudah penuh saja, ada yang tidak kebagian tempat duduk dan memilih duduk bergeleporan asal asalan yang penting adem ayem nyaman tuh mata karena sebentar lagi ambassador warung yang enak di pandang wajahnya akan keluar.
Biru pun ada, baru datang dan sekarang berdiri di depan warung memperhatikan sekeliling tempat, Lumayan tempatnya bersih dan nyaman di matanya, pantas saja para pekerjanya pada betah ngadem di mari, pikirnya. Matanya kembali menggerlya, Para pekerja lepas ini bahkan rela duduk asal asalan menikmati makanan nya, hmm...pasti cuma modus. Batinnya yang sudah tahu akal bulus si pemilik hormon testosteron.
Mbok Darmi yang kedatangan wajah tampan asing yang berdiri bak patung di depan warung melirik salah satu pelanggannya untuk bertanya siapa orang itu ?
""kagak tau mbok !"" Jawab si Asep cuek, orang yang di tanya mbok Darmi.
__ADS_1
""Beri kursi gih Sep, kamu gabung saja sama si Anto tuh di depan warung ngegelepor macam piknik di pantai, khayal mantai Sep !" Usir halus Mbok Darmi. Si mbok pikir pria tampan itu mau makan cuma tidak kebagian kursi makanya hanya mematung saja di depan warung.
"" Elaah mbok, enak duduk di mari Mbok, bisa lihat si Neng Mut dari dekat !"" Jujur Asep celingak-celinguk tapi yang di maksud belum terlihat di mata.
""Si Neng lagi tidur !"" Bohong si Mbok. dan orang yang bernama Asep pun terlihat melorotkan bahunya, beranjak nurut duduk di depan warung macam piknik di pantai. percuma desak desakan duduk di dalam Kalau si penyejuk mata saja lagi bobo syantiiek.
""Ayo pak, silahkan masuk sudah ada kursi kosong.""
Mbok Darmi menyapa Biru, Dua orang di belakang Biru yakni Desta dan Fahri hanya di beri nya tatapan sinis, duo orang itulah biang kerok untuk si Neng Mutnya dapat gosip se-RT.
Dan Biru pun menurut masuk, menyantap makanan yang lumayan enak untuk di santap yang di suguhkan mbok Darmi, sedap malah untuk ukuran warung pinggiran.
Biru yang mendengar si Neng Neng di pertanyakan mulai menajamkan pendengarannya. ini nih mangsanya akan keluar, mungkin ?
""Ada ? di dalam !"" Sahut Mbok Darmi santai.
""Lagi apa mbok, suruh keluar dong ! Si Akang ada di mari gitu, mau lihat senyum pipi bolong nya itu lho mbok, beeeh...Adem mbok."" Timpal yang satunya.
Pipi bolong ? Gumam Biru menghentikan kunyahan nya, mengingat pipi istrinya yang sudah lama tak melihat senyum pipi Bolong itu. Ia jadi penasaran akut bagaimana rupa si Neng mut ini, Apakah senyuman manis madu Mentari di kalahkan oleh si Neng mut mut ? Yang jelas bagi nya, Mentari adalah segalanya... tidak ada yang bisa mengalahkan di matanya akan senyuman manis madu istrinya.
Tapi tunggu ! Samar samar ia mendengar suara dari dalam rumah mirip mirip suara orang yang tak asing ? Laki tapi ngondek... Ah, mirip Bang Sam, dan lawan bicaranya seperti suaraaaa... Mentari ! Tapi ia kembali menegaskan pendengaran nya, sejurus suara wanita berbeda. Ah... sebentar lagi gue benar benar akan gila. Batinnya yang selalu di hantui Mentari. mungkin saking rindunya sampai suara orang lain di anggapnya Mentari. pikirnya.
__ADS_1
"" Hmm, Jangan pada modusin anak Mbok ya, Nanti suaminya marah lho, galak lho orangnya !"" Warning si Mbok.
"" Yaelah Mbok, suami si Neng pan kagak ada di mari, Saya mah aneh sama suaminya si Neng, Punya bini cakep pakai banget malah di tinggal kerja ke luar negeri jadi TKI, kagak takut apa bininya di ambil orang, Kami kami juga lagi berlomba lomba lho mbok mendapatkan hati si Neng."" Asep yang mendengar nya ikutan nyela berdiri dari gelepornya beranjak di belakang Biru yang ada wastafel khusus untuk cuci tangan.
Biru hanya diam mencerna, berarti si Neng ntu bukan seorang gadis lagi tho, sudah bersuami cuma di tinggal jadi TKI, kasihan benar tuh laki yang jadi suaminya, Laki sibuk nyari duit, eh..si istri keganjengan dapat penggemar banyak. Batin Biru memelasi sang suami si Neng Neng ntu.
""Suaminya tampan nggak mbok ? Lebih tampan mana sama saya !"" Fahri ikut bersuara. Desta hanya memutar bola matanya, malas. Bisa bisanya ikutan bersuara padahal ada bigg boss yang mendengarnya, batin Desta masih menjaga image-nya. dan ia memaklumi para team kerja harian si Yusuf karena mereka tidak tahu wajah asli bigg boss seperti ntu yang lagi mendelik horor. Gue nggak ikutan lho bos. ucapnya hanya berani dalam hati.
Dan Biru pun melirik tajam Staffnya. Entah kenapa gumpalan tangan nya selalu gatal kalau melihat wajah mesum Fahri. ada rasa mengkel tersendiri Namun entah apa itu ? Masalah pekerjaan sudah pasti, tapi rasanya beda saja melihat wajah Fahri dan Desta yang juga mempunyai kelalaian dalam mempertanggung jawabkan pekerjaannya. Melirik Si Desta hanya mengkel biasa tapi melirik wajah sok tampan Fahri jiwa petarung Ostia nya meronta. ada apakah gerangan ? Batinnya dongkol.
""Wajah Mas suami si Neng ya... tentu saja tuaaampan pakai banget atuh Kang Fahri, Si Eneng mana mau punya laki tampan nanggung Seperti kang Fahri punya."" Jawab Si Mbok ngarang pedas, lha Wonge si mbok saja tidak pernah lihat suaminya Mentari. jadi ngasal aja yang penting bisa ngekhiba si Akang Fahri terang terangan yang katanya pernah mau melecehkan Neng Mut-mut nya. kesal kesal lo sono, emang saya peduli.
Pfufufu... Suara cekikikan geli tertahan menimpali kejujuran pedas mbok Darmi dari para team pekerja lepas Yusuf yang orang nya sudah di pecat langsung oleh Biru di kantor pusat sebelum berangkat ke kota ini.
""Mbok, uhuk.. Air minumnya mana ni mbok, saya keselak plus susah nelennya, nyangkut di tenggerokan mbok !"" Penikmat nasi uduk lengkap lauk pauk macam macam di pojokan benar benar kesedak makanan karena tadi ikut menertawakan Fahri.
"" Oaaalah... Si Eneng belum ngasih minum atuh kang, sebentar ya....Neeeng, Neeeng... Minumnya mana atuh Neng ?"" Teriak mbok Darmi masuk ke dalam rumah.
Dan dari dalam Mentari memang sudah siap keluar dengan baki besar di atasnya banyak gelas gelas berisi minuman.
""Iya Mbok, Saya datang ! ini lah minumannya Akang akang, Abang, Adik serta Mas Ma----HUUULLLKKK !!!. ""
__ADS_1