
""Senja, mau kemana kamu dengan koper itu ?"" Satria yang bertanya duluan. tapi masih dalam duduknya seperti semula, Beda dengan Langit yang sudah beranjak ke arah Senja dengan langkah panjangnya.
""Aku mau pamit Sat, Thanks ya sudah mau di repotkan oleh ku."" Ujarnya tersenyum ramah, tak memperdulikan ada orang yang sudah berdiri di hadapannya dengan tatapan tidak setuju.
""Mau kemana ?!"" Tanya Langit menahan koper Senja.
Senja ingin menjawab, namun terdengar suara deringan dari layar beningnya.
Tunggu sebentar pak, saya sudah siap !
"" Sat, gue pamit, Taksi online sudah ada di depan..Thanks sekali lagi.""
Senja kembali menarik kopernya di tangan Langit, namun alotnya tangan itu, membuatnya menyerah dan pergi tanpa membawa apa pun di tangan.
""Kejar Ogeb."" Sarkas Satria ke Langit yang terkejut mematung lemas.... ini bukan itik gue...itik gue orangnya tak mau kalah dalam berdebat ataupun berebut... Tapi ini... Masalah besar ini mah...
Langit ngebirit mengejar langkah panjang Senja yang masih terdengar derapan kaki jenjang itu.
""Senja, Senja...hey tunggu...! Aku akan ikut !""
Senja yang membuka pintu mobil, tapi yang nyelonong paksa duluan si Langit.
""Astaga !"" Desis Senja memijit pelipisnya pusing, ia hanya menahan kegeraman. Mencondongkan tubuhnya setengah menunduk untuk melihat wajah menyebalkan Langit yang tersenyum gaje di atas kabin. ""Turun !"" Usirnya.
Langit menggeleng tak mau. ""Aku mau ikut ! di mana pun istri berada...maka suami pun harus ada di sampingnya."" Sindir Langit dengan ucapan Senja, dulu.
__ADS_1
""benarkah ? Yakin ?"" Senja menyeringai. Langit mengangguk mantap. ""Ya sudah, tunggu apalagi ! Turun dan ambil barang barang mu di dalam !"" Alibinya, ingin meninggalkan Langit jika pria itu sudah turun dari kabin mobil.
Langit malah tersungging lebar. ""Aku bukan anak TK sayang yang bisa di bohongin dengan trik kibul mengkibul."" Tebaknya ada bau bau penipuan di sini.
""Hais, menyebalkan !"" Dengus Senja. Naik dan duduk di samping Langit dengan nafas berat terdengar. ia tidak akan sampai ke tempat tinggalnya yang baru jika terus berdebat tipu menipu bersama si mendung ini... Suaminya ini pun 'kan licik, juga. Tidak bisa di remehin.
""Jalan pak !"" Titah Senja ke sang sopir. Langit yang di sampingnya tersenyum jumawa.
...*****...
Sampai di depan unit apartemen milik Senja. Langit masih setia mengekor langkah istrinya. Senja berjalan, ikut berjalan...Senja berhenti, si Mendung sengaja menubruk pelan punggung Senja yang sedari tadi diam membisu, modus yang ingin menyentuh kulit itu tapi takut takut di amuk.... dirinya di anggap seta* tak kasat mata.... Sabar ! Elusnya di dada.
""Itik ! ini milik kamu ?"" Langit melangkah masuk ke unit setelah pintu itu terbuka lebar lebar.
Senja masih setia membisu, begitulah dirinya... kalau sedang marah memuncak pada seseorang.... maka jurus ampuhnya adalah berpuasa dalam berbicara. ia tidak munafik, ia masih mencintai orang yang berceloteh sabar di sampingnya ini....jadi ia mengijinkan Langit untuk ikut tinggal bersama...Ia hanya menunggu hatinya kembali pulih akan kelakuan Langit....maka insyaallah ia akan memaafkan orang yang sepenuhnya sudah di anggap Suaminya...Ya, sepenuhnya... Karena Langit sudah menjamah tubuhnya seratus persen... Alright, Senja hanya ingin melihat perjuangan dan kesabaran Langit untuk mendapatkan kata maaf darinya. kata maaf bagi Senja itu mahal guys..so, Sebelum menjatuhkan orang tersayang kedasar dasarnya...maka berpikir keras lah terlebih dahulu.
"" Ya..Aku mau memaafkan mu, Setelaaaaah....?"" Senja sengaja menjeda, melirik Langit yang wajah tampan itu sudah berbinar duluan. ""....Setelah Sapi sudah bersayap dan bisa terbang seperti burung !""
Nah Loh, kapan itu ? Entahlah ?
""Hai, itu hal mustahil, Senja !"" Serunya prustasi.
""Emang gue pikirin ! DL... Kalau Lo kagak mau bersabar...Pergi saja dari sini ! dan bukannya saya sombong ya, pak Langit ! Emang hati ini masih ada nama mu, tapiiiii...Gue bisa membuangnya sedikit demi sedikit dengan bantuan dari egoku yang tinggi.... Jadi tidak ada yang melarang anda untuk tetap bersama ku di sini atau pergi mencari kesenangan yang lain."" Tekannya bersungguh sungguh. Cinta boleh, tapi jangan lah terlalu bodoh bodoh amat untuk terlalu takluk dalam kata Cinta yang kadang salah arah sehingga kadang pun membuat orang berdarah hati tanpa luka.
""Baik ! Sapi perah... Langit ini menunggu mu bersayap kapan pun itu, agar Istri ku yang lagi marah ini kepada ku...memaafkan ku !"" Langit akan bersabar, Mengedipkan matanya untuk merayu Senja.
__ADS_1
""Gerah gue !" Sekonyong-konyong jari itu mensentil kening Langit yang tersenyum gaje di matanya.
...*****...
Malam pekat berganti tak sadar sudah berubah terang menderang menerangi penduduk bumi untuk beraktivitas dalam kesibukan masing-masing.
RD Grup sedang melaksanakan meeting penting besar besaran, Semua relasi datang di gedung itu. dan di sini lah Mentari dan Gema sedang melakukan tugasnya untuk meyakinkan proyek mereka yang baru agar klien kliennya siap menerima produk barunya.
Biru pun ada di sana yang sedang memperhatikan Mentari yang sedang mempertasekan di depan layar lebar di hadapan semua orang penting yang hadir di ruangan itu.
"" Beautiful and smart...I like that !""
Biru menoleh ke arah pria dari perusahaan lain yang berceletuk memuji istrinya. Bibir itu tersungging tidak suka ada pria lain yang mengagumi istrinya di depan hidung dan telinganya... posesifnya On.
"" Dit, Pria yang ada di samping ku ? Dari perusahaan mana ? Saya baru melihatnya dia hadir di RD selama kita bekerja sama dengan perusahaan Batara."" Bisik Biru ke tangan kanannya, Dito. ekor matanya pun tak lepas dari wajah tampan pria lain itu yang selalu diam diam mengulas senyumnya ke Mentari yang berceloteh ramah di depan layar.
""Dari luar kota bos, Namanya Pak Bara, beliau adalah relasi baru dari RD Batara. Dengar dengar akan memborong banyak prodak RD dari yang lama sampai ke prodak yang baru ini."" Jelas Dito balas berbisik. ""Beliau baru datang dari luar negeri dan di sini akan menggantikan orang tuanya sebagai ahli waris."" imbuhnya.
"" Atur waktu untuk ku dan Nona penerus RD itu untuk makan malam bersama !""
Praaak...
Tak sadar ada di ruangan formal, Biru menggeprak meja kuat, saat telinga kelincinya mendengar bisikan Pria yang bernama Bara ini berbisik kepada sekretarisnya. Mata semua tertuju ke wajah masam Biru. Mentari sampai berhenti dalam persentasenya di depan layar.
"" Maaf Tuan Sagara ! Apa ada masalah ?"" Mentari menegur formal Suaminya. Pribadi dan dalam kerjaan, ia sangat menjunjung keformalitasnya.
__ADS_1
""Ah tidak, Tadi hanya ada serangga yang hinggap masuk ke dalam telinga saya...Maaf sudah mengganggu, silahkan lanjutkan.... Sayang !"" Ujar Biru sopan, di akhir katanya, ia seperti berbisik ke arah telinga Bara yang duduk di sebelahnya... Dengar kan, Tuan Bara yang terhormat....Sayang ! Dengusnya dalam hati.
Pria yang berperangai tak kalah cool pun menoleh ke Biru dengan wajah datar... ""Saingan, aku suka tantangan !." Batinnya yang hanya menganggap Biru sebagai pengagum saja, Bukan siapa siapa dari Mentari Putri Batara.