RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 223


__ADS_3

Ceklek...


Istrinya masih di depan layar rupanya. Pantas di rumah dan di telpon tak ada tanda-tanda wanita special-nya ini.


""Kenapa mengunci pintu ?!""


Senja mendongak atas kedatangan Langit di ruangannya. Suaminya ini terlihat berantakan, jas dan dasi sudah tak terpatri dengan benar.


""Biar asisten lekong mu tak bisa masuk !""


""Bang Sam ?!""


"Eum !"" Langit mendekat seraya menjatuhkan Jasnya ke lantai, menarik dasinya yang sudah berantakan agar terlepas dari lehernya, dengan santai tangan itu pun melepas kancing kemejanya sendiri.


Senja yang melihat itu hanya bernafas pasrah, Suaminya lagi on rupanya ! Tangan lentiknya pun segera menutup laptopnya dan membereskan berkas berkas penting di atas mejanya dengan asal asalan bertumpuk dan segera memasukkan kedalam lacinya, Senja tidak mau ide otaknya yang sudah di dalam berkas jadi leccek gara gara akan ada permainan panas. percuma lembur dong kalau sampai rusak..iye kan ?


""Berdiri itik !"" Titah Langit sudah di hadapan Senja.


Senja hanya datar, menurut berdiri dari kursi kebesarannya.


""Aku ingin tahu, pekerjaan apa sih yang membuat istri ku lupa waktu sampai selarut ini ?"" Sok iye Langit menanyakan pekerjaan Senja, Tapi tangan nakal itu menarik Senja ke pangkuannya yang sudah bertengger menggantikan tempat duduknya Senja.


Senja tak merespon pertanyaan ngaur Suaminya, menajamkan hidungnya. Bibir itu pun tersungging tipis akan bau alkohol dari nafas Suaminya.


""Kamu yang dari mana ? datang datang sudah terlihat berantakan ?"" Senja menahan tangan Langit yang mau membuka kancing kemeja formalnya.


""Dari Club, menemani klien bule bule ku untuk bersenang senang di hari terakhirnya, dan aku panas di buat mereka !!!"" Langit menepis tangan Senja yang menghalanginya untuk beraksi. di angkatnya tubuh semampai Senja untuk duduk di meja tepat di hadapannya duduk.

__ADS_1


""Tidak bohong kan, Mendung ? Tapi hidung tajam ku, mendapati aroma wanita, aku pembuat parfum ya saudara jadi aku tahu aroma ini bau bau busuk wanita yang menempel di suami ku."" Lagi lagi Senja menepis tangan Langit yang ingin menelusup masuk kedalam rok span selututnya.


Ahhh, Si itik ini memang jeli. Batin Langit seraya menelan ludahnya sendiri sampai jakung itu pun naik turun. Jadi mari kita Jujur saja...Senja ini lagi mengintimidasinya dalam proses lembut lembut tajam...beda dengan wanita pada umumnya yang akan berteriak toa kalau kalau mendapati hal aneh dari suaminya.


""Jadi begini....."" Langit pun menceritakan semuanya tanpa di kurangi dan di lebihi kejadian di club beberapa menit yang lalu termasuk si mantan yang ceeeeet daging ber- urat nya pun ia ceritakan sejujurnya, dari pada Senja bisa menelepatinya kan bahaya, iye kan ? tepat Langit bercerita layar bening Senja berkedip kedip di atas meja.


Wanita itu meraihnya, takut penting, pikirnya. Matanya memicing melihat foto Suaminya yang persis yang di dongengin Langit sekarang ini, Shiiiitt, minta di potong tuh tangan Jabla*. Marahnya dalam hati yang melihat barang suaminya di jadikan toet toet seperti balon mainan saja. Tapi anehnya... perangai itu masih tenang saja seperti tak menampilkan kemarahan yang menyelimuti jiwanya.


""Dongeng mu seperti ini kah mendung ?""


Senja memamerkan foto di hadapan mata Langit tanpa turun dari meja. Kilatan mata Langit begitu tajam melihat potret intimnya yang ada di layar bening Senja. Pertanyaannya ? Kenapa Senja punya pose yang beberapa waktu lalu kejadian, apakah itik ini mematai matainya atau orang lain yang ingin membuat hubungan hangatnya bersama Senja menjadi hancur. Sialan kalau ada orang yang ingin bermain main dengannya, ia tidak akan melepaskan orang itu.


""Iya !!!"" Takut takut Langit mengangguk. "Senja marah tidak ya ?" Lanjutnya dalam hati.


""Enak tidak 'itu' nya di pegang oleh wanita lain ?"" Lirik Senja ke pedang Langit.


Gleek...istri gue seram amat ! Batinnya getar getir padahal Senja masih anteng anteng saja belum mengeluarkan taringnya sedikit pun.


""Oh, enak ya... ?""


Langit menggeleng geleng.


""Bagaimana kalau kita potong saja bagian enak itu ?"


Glek...glek..gleek.. Kali ini jakung Langit naik turun bukan karena ingin Hon hon melainkan takut akan Ucapan Senja yang ingin men-skakmat pedang atu atunya. Di bawa sana juga seketika loyo dapat insting bahaya dari mulut santai Istrinya, memang terdengar santai tapi mematikan. Perangai Senja aslinya ya begini...Santai santai anggun mematikan, susah di tebak oleh Langit padahal ia sudah beberapa tahun hidup bersama Senja tapi ia masih bodoh untuk membaca perangai Senja.


""Sayang ! ini bukan salah ku lho."" memelas Langit yang benar adanya bukan keinginannya karena ia pun tidak merespon wanita itu.

__ADS_1


Senja tersenyum manis, Pikir saja ia percaya akan suaminya ini, Yap... mungkin Langit berkata jujur, buktinya saja sudah jelas ! Sebelum foto itu masuk ke layarnya, Langit sudah mendongeng kan semuanya ke jadian di club, up plus untuk Langit dalam hati Senja memuji akan keberanian suaminya yang menceritakan intim itu yang sebelumnya Ia tidak tahu menahu. Tapi....ini tidak boleh di biarkan, ada orang yang ingin bermain main dengan rumah tangganya, Teka teki masalahnya ini mah...Ok, ia akan bertindak untuk mencari orang si pengirim foto, anggap saja sekarang ada yang ingin mengajaknya main game kita lihat siapa yang akan game over dalam permainan lempar batu sembunyi tangan.


""Ok, anggap saja aku percaya dan lupakan hal tidak penting ini yang bisa merusak kesehatan rumah tangga kita, Jadi.... apakah kita akan melakukannya di sini atau di rumah saja, eum ?""


Kedip Senja. Langit tercengang... tuh kan susah di tebak. Namun walaupun di dalam sana berpikir aneh ke Perangai Senja. Langit tentu saja tidak menolak waktu ini yang dapat ijin mengenakan dari Senja. Ayo... Tarik mang !!! Dan terjadi lah adu Saliva di ruangan itu tanpa menggunakan ranjang pun jadi bagi Langit Senja ini.


Singkat saja hon honan nya ya !!!!


"Sudah puas ?!!""


Langit mengangguk seraya menjauh dari tubuh Senja yang sudah di gempurnya di ruangan kerja istrinya.


""Yakin tak mau nambah ? mumpung boleh lho, Setelahnya saya tidak janji akan terjadi lagi keenakan ini, Takut takut saya mendapatkan cela tingkah laku mu tentang kejadian di club."" Senja pun beranjak dan memunguti satu persatu pakaiannya yang sudah tidak terpatri dalam tempatnya.


Aduuuh, pusing juga punya istri pintar pintar licik, susah di tebak. Prustasi Langit akan ucapan Senja yang terdengar Ambigu bercabang cabang.


""Tapi aku pastikan sayang, aku tidak ada affair pun di luaran sana, Penjahat pun bisa jadi ustadz.. Paham Itik ?!""


""Tentu sangat paham, ayo kita pulang... besok waktu seharian ku akan jatuh ke petir, kasian juga anak ku di cuekin seharian ini.""


Dan mereka pun meninggalkan tempat seraya Senja mengotak atik handphone nya di sela Langkahnya.


"" Selidiki no hp ini pak boss ! gue Butuh bantuan !!! Dan foto ini....Saya butuh video ruangan itu, Bisa retaskan ???""


"" Hahaha, di teror ? Hot benar ini Si Langit, Panas nggak Nja dapat foto begini."" Balas chat di seberang sana yang tak lain adalah Nata.


""PANAS !!! Lo mau gue beri sambel tuh mulut, jangan ketawain gue, Nanti mulut gue nyumpahi Lo jomblo mati, mau ???""

__ADS_1


"" Ck, berisik !!!!""


__ADS_2