
""Siapkan hati mu, Mendung ! Setelah pertemuan ini....Mungkin cinta lama AKAN bersemi kembali !"" Sindir Senja penuh maksud.
Wajah dan suara itu tidak sama sekali ada ke cemburuan yang di tangkap oleh Langit....malah ingin membuat Suaminya, mempertemukan cinta yang katanya Cinta pertamanya. Tapi jujur.... dalam hati, Senja juga tidak sudi... wanita pintar menyembunyikan ekspresi wajah ini sebenarnya cemburu, tapi ia melakukan ini, hanya ingin membuktikan kesetiaan cinta Suaminya. Pria yang lagi di musuhin istrinya kan, biasanya akan mencari kesenangan lain, apalagi Langit yang dulunya terkenal nakal. Pikirnya jauuuuh sekali.
""Cih, tidak akan !"" tepisnya. ""Tapi kalau itu terjadi bagaimana, eum ?"" Langit menggoda, menepikan mobilnya ke pinggir jalan.
""Bagaimana apanya, dan Kenapa berhenti ?"" Senja memundurkan wajahnya saat wajah Langit malah mencondong ke wajahnya. ""Langit !"" Warningnya untuk jangan macam-macam.
""Apa ? aku hanya ini "" Kelitnya membenarkan seat belt Senja yang sebenarnya terpasang benar, Ia tergoda dengan bibir Senja yang dari kemarin kemarin selalu the power of mingkem bin ngambek. Senja juga tak memberi ijin untuk tidur satu kamar.... Nasib, pisah kamar Cuy !
Dengan nakal, Langit memajukan sebelah pipinya ke bibir Senja, seakan akan tidak sengaja ! ""Yaak, kamu mencium pipiku, Itik ?"" Bibir itu pun mencibik protes seperti tak terima.
""Cih, taktik busuk !"" Sarkas Senja memutar matanya malas, Senja di modusin, Kagak mempan...Senja bukan Mentari yang gampang termakan kemodusan.
Langit tersenyum manis, menoel dagu runcing Senja.. Menggoda, siapa tahu di maafkan tanpa menunggu Sapi bersayap.
Ceklek...
Seketika tanpa suara, Senja membuka pintu mobil... meladeni Langit, bisa bisa tidak akan sampai ke resto.
""Eeeh, iya maaf..maaf ! Aku Shut up...Ok !"" Tarik Langit cepat di tangan Senja. Wajah tampan itu pun seperti orang bodoh, membuat pergerakan ke bibirnya, seakan men Zipper mulutnya sendiri.
""Bagus ! Diam lebih baik... jangan sampai ada persyaratan, lebaran kuda baru aku maafkan !""
Senja benar benar membuat Langit yang batu, serta dulunya mempunyai kehidupan bebas...kini sekarang terjungkir balik, menjadi penurut takluk di hadapan Senja.
Sementara di unit Biru dan Mentari. Mereka belum berangkat ke resto yang di maksud oleh Bara.
""Bajumu ganti Sayang ! aku takut nanti akan banyak pria yang mengejes melihat mu, apalagi si Batu Bara itu !"
__ADS_1
Sedari tadi, Biru selalu protes akan penampilan Mentari. ini ke tiga kalinya Mentari gonta ganti baju, padahal pakaiannya simple saja... tidak ada yang terbuka, Tidak ada yang berlebih-lebihan.
""Jangan pakai riasan wajah !"" imbuhnya protes saat Mentari duduk di meja rias.
""Hulk, ayolah...beribu Pria tampan di luar sana, menggoda ku...aku hanya milik mu sayang....Dan ya..satu lagi, mau mereka mereka di luaran sana bersuit suit sampai mulut itu kering...maka tetap saja..Aku hanya milikmu dan lebih pentingnya, aku tidak meladeni mereka, itu hak mereka lho sayang... mengagumi itu wajar, seperti kamu tidak aja...aku pun kesal ya kalau ada wanita wanita yang sok caper di hadapan kamu.""
""Ya sudah, Kita tidak usah datang ke resto, kita nikmati malam kita berdua saja...di kamar ! Gampang kan."" Ujar Biru dengan entengnya...ia benar benar malas untuk keluar malam ini.. apalagi harus melihat Bara akan menatap isterinya dengan tatapan mupeng.
""Baiklah, aku tidak akan memakai make up apa pun... cukup ini !"" Mentari menarik pelembab bibir saja.
""Itu juga tidak boleh !"" Biru menghapus lips blam yang sudah bertengger di bibir Mentari menggunakan bibirnya dengan kasar menggerak sana sini bibir itu , tetiba. membuat Mentari kaget.
""Bibir mu selalu manis !"" Goda Biru.
""Ck, ayo berangkat !"" Mentari memutar bola matanya. Tanpa riasan wajah pun, Mentari santai saja.. Wajah naturalnya pun masih Ok, punya.
...****...
Yap...Radja dan Rose, mencari udara malam dan mampir di salah satu resto yang lagi hits saat ini. Tadinya, mereka berempat bersama si kembar Gema dan Gemi...tapi tetiba anak kembar itu malah katanya ada urusan penting, mendadak...dan akhirnya, membuat Rose dan Radja berduaan...Rose si santai saja, tapi rasa rasanya...Si Rektor kampus yang merasa ada kecanggungan... entah ada apa ?
""Kenapa Rose !"" Radja reflek menahan pinggang itu agar Rose seimbang tidak terjatuh. melepasnya dengan rasa tak enak.
""Tidak apa-apa, ayo masuk !""
Radja mengangguk dan langsung membidik kursi yang akan menjadi targetnya. Tapi mata elangnya menangkap keberadaan Senja dan Langit... Sedang... See ? Diam diaman...Lucu di mata Radja.
""Rose, ada anak sulung mu !"" Tunjuk Radja memberi tahukan posisi Senja.
""Ma---ayo kita samperin !"" Rose beranjak pelan ke arah table Senja.
__ADS_1
""Amma !"" Ujar Langit yang pertama kali melihatnya dari posisinya berhadapan dengan langkah Rose yang sepertinya sudah menyadari keberadaannya.
""Amma ? Jangan berbohong... tidak mempan bagi ku !"" Senja tidak percaya, Jutek. Masih setia mengaduk aduk minumannya dengan sedotan. ""Dan mana lagi Mantan kamu itu, jamnya ngaret kal---?""
""Senja !"" Tepuk Rose di pundak anaknya.
Senja menoleh cepat. mendongak... sejurus ia tersenyum senang. ""Amma ! kok ada di sini ? bersa---eh, Om Radja."" Deliknya ke Radja. Senja berdiri dan memeluk sekilas Rose. Ia pun melirik Langit yang tersenyum meledek ke arahnya.
""Amma dan Om mu di sini mau makan malam, sebenarnya kami tadi berempat, ada si kembar tapi tetiba pergi. "" Jelas jujur Rose.
"" Ya sudah, Amma dan Om Radja bergabung saja."" Tawar Langit penuh maksud...ia pun berharap Shanum tidak jadi datang.
""Eh tidak bisa !"" tolak Senja. ""Amma, Om ! Kami di sini bukan sekedar makan malam, tapi juga sedang menunggu klien...Kerja !"" Jelas Senja, agar Ammanya tidak salah paham karena menolaknya.
""Kami mengerti sayang !"" Radja yang menjawab di angguki dan di beri elusan sayang dari Rose ke rambut Senja.
"" Kami akan duduk di sana !"" Ujar Radja menunjuk table kosong yang jauh dari tempat Senja dan Langit.
Langkah Radja dan Rose kembali terkejut, saat mendengar seseorang menyapa Marganya dari kejauhan dengan embel-embel Nona Batara ? Pelakunya adalah Bara.
Radja mengerlyatkan matanya ke pintu masuk. Ada Biru dan ponakan bungsunya. Kebetulan kah ? giliran akan berduan...eh, anak mantu pada hadir seperti ingin berdemo saja.
Rose sendiri langsung menghampiri anak mantunya yang masih celingak-celinguk mencari table yang sudah di pesan oleh Bara.
""Mentari ?"" Sapa Rose. Mentari memutar tubuhnya penuh ke hadapan orang yang menyapanya. Biru pun sama.
""Ammaaaa !"" Pekik Mentari tak tahu tempat, sikap manjanya memuncak di hadapan Rose. Memeluk tubuh Ammanya dan mengabsen pipi Rose dengan kecupan sayang.
""Amma !"" Timpal Biru menyapa tersenyum sopan. Matanya pun melirik Radja yang terlihat prustasi. ""Om Radja kenapa ?""
__ADS_1
""Apanya yang kenapa ? aneh kamu ! Sini Sungkem ke Om mertua."" Tengil Radja mengudarakan tangannya ke hadapan Biru, menggoda si Sagara yang selalu menyebalkan di mata Radja.... apalagi si Sagara sangat pintar membaca mimik wajahnya yang sekonyong-konyongnya menjadi tak bersemangat, lagi !