
Meninggalkan keluarga heboh Mentari Biru. Jum pun mempergunakan hari liburnya untuk berolahraga di pagi cerah ini, Hari cerah tapi hatinya mendung muram, tapi tenang saja.... masalah semalam tentang Satria, sudah ia kesampingkan...buang buang ke syantiekannya saja kalau menangisi terus terusan, nanti kalau jelek kan rugi. iya kan..kan..kan ?
Sudah tiga kali putaran Jum mengelilingi gedung pelataran apartemen luas yang di huni nya. Tapi kaki itu masih kuat berlari. nafasnya pun masih berhembus teratur tanpa ngos-ngosan karena ia begitu luwes menggunakan teknik pernapasan diafragma.
Empat kali putaran, masih Ok, berangsur Lima putaran. kaki itu sudah terasa berat, Ia berhenti... Ngetubruk di atas rumput taman, serasa sangat capek, Jum membaringkan tubuhnya di atas rumput taman yang terawat hijau itu. Bodo amat orang orang yang sedang berlari pagi pun, mau melewati tubuhnya.... silahkan mbok yang penting jangan injak perutnya saja, auto Jum bisa mati klepek klepek seperti ayam di sebelih.
""Capek juga. ""Gumamnya memejamkan matanya karena silau matahari menyerbu seluruh inci tubuhnya. Wajah berkeringatnya ia lobby menggunakan handuk putih kecil yang berkalung di leher.
Wajah yang di terpa silau matahari, tetiba sejuk, mungkin ada pohon bergerak yang kasihan padanya karena kesilauan, Pikirnya ngaur. Tapi tunggu ! Pohonnya kok bandel menggoda ? Tetiba terasa silau mata tertutup itu, tetiba sejuk terasa lagi. Penasaran ? Mata terpejam capek berlari itu pun terbuka.Whattt ? SATRIA !!!
""Minum ?"" Tawar Satria dengan sebotol air mineral di layangkan ke hadapan Jum yang masih terbaring.
Jum menarik tubuhnya untuk duduk, Tanpa meraih botol itu. Satria bernafas gusar, ikutan duduk di samping Jum.
""Ambil lah Jum !"" Tawar Satria lagi. ""Kita perlu bicara !"" Lanjutnya meminta.
Jum meraih botol tersebut, Yap... Mereka perlu bicara...
"Tidak ada racunnya kan, ini air ? atau bukan air Mbah dukun kan ? Kalau gue mati keracunan kan... kasihan gue dan orang tua gue.""
""Bersih Jum ! Minumlah !" Sahut Satria.
__ADS_1
Jum tak meminumnya, ia kembali menaruh paksa botol itu di tangan Satria.
""Gue nggak haus ! cepat katakan apa yang perlu di bicarakan lagi ! Mantan terindah apa Mantan pengecut yang harus menjadi nama tengah Lo !""
Jum sangat marah kepada ku. sampai dia tidak mau ngeliat ke arah ku.
""Maafkan aku Jum, Aku mencintai mu, aku tidak mau putus dengan mu, ku mohon...beri aku waktu untuk meluluhkan hati mama." Pintanya dengan meraih satu tangan Jum.
Jum melirik tangannya di genggaman Satria, menatap wajah Satria dengan wajah sok innocent. Tersenyum miring lalu menarik tangannya.
""Jangan lawan orang tua mu, toh kamu juga napsu sama tuh cewek, Sudah lah Satria...Kita sudah tidak ada hubungan apa apa, Jangan buat paksa gue harus ngebenci lo juga dengan sikap banci Lo itu, berbahagialah... cinta, adakalanya di persatukan, begitu pun sebaliknya, kalau setiap cinta seseorang di persatukan dengan mudahnya berarti acara percintaan itu nggak ada serunya dong, jalan tol ! tidak ada cerita ekstrimnya.""
Jum menyikapinya kalem. Sekelebat ia terbayang ciuman panas Satria bersama wanita lain semalam, sesak lagi kan di dalam sana, padahal tadi ia mau hiatus menangisi orang macam di hadapannya. Di sisi lain, ada kelegahan tersendiri karena di hotel kala itu ia tidak meladeni naps* Satria yang menginginkan lebih dari sekedar ciuman, Kalau sampai ia dan Satria sudah melakukan Hon hon terlarang di waktu itu, bagaimana lah nasib anak mu pak Rahmat. Jum rasanya mau menggaruk garuk dinding kios apartemen di koridor itu kalau takdir tak mempersatukan mereka.
""Jum, jangan bercanda, aku serius dengan perkataan ku.""
""Serius mananya Abang Satria ? Serius ingin bermain main di sini ok, di sana ok, enak benar idup Abang toyib.""
Nah lho, nada Jum tidak ada somplaknya, sudah mood sharp mata itu. Satria jadi seram juga melihatnya.
""Tapi Jum, Aku tidak mau putus dengan mu."" Kekeuh Satria. ""Aku sangat mencintaimu, kamu kan tahu itu, berapa tahun coba aku mengejar cinta mu, sudah lama Jum, aku tidak terima hubungan kita berakhir begini !"" Prustasi Satria.
__ADS_1
""Eh Sat, Cobalah mikir positif, hubungan itu tidak di ukur berapa lama seseorang dalam menjalankannya, terus berujung bahagia, itu cuma ngegebet doang kan waktu lama itu, ada dan banyak di luaran sana sudah menjalankan hidup cintanya selama beberapa tahun tapi jikalau tidak di persatukan dengan namanya jodoh, maka mau apalah orang itu. Takdir hanya Allah yang tahu, mungkin hari ini kita tidak di persatukan, siapa tahu besok besok kita di persatukan, Tapi gue sih ogah lagi.""
Panjang lebar Jum ber nyap nyap dua rius, Membuat Satria berpikir panjang nan positif, di akhir katanya yang menekan ogah Membuat Satria prustasi lagi, rasa rasanya Satria ingin mengarungi makhluk indah di hadapannya ini dan mengawetkannya saja di dalam kamarnya supaya hanya ia seorang yang bisa memiliki si wanita somplak ini.
""Tapi aku akan menunggu mu, titik. dan kamu juga harus menunggu ku sampai orang tua ku luluh."" Kekeuh Satria, dapat toyoran jidat geram dari Jum.
Setelah tahu mamanya Satria menghina bapak berpecinya dan Amma berdasternya, Lo pikir mudah apa di welcome oleh mereka, mimpi kok siang bolong. Jum mana mau menjalankan back street. nyari aman ia, jangan sampai gagang sapu mencium seluruh tubuhnya lagi dari bapak berpeci tercinta. badung sitik aja...Alamat Mampus lah dirinya, syukur syukur hanya gagang sapu, kalau di nikahkan sama jurangan Kosim yang ada di kampungnya kan bahaya, Istri ke 11... waodedaw. Kapan dapat jatah nya ia, kan waktu sepekan cuma tujuh hari doang, iya kan ?
""Gue nggak mau menunggu yang kagak pasti, lebih baik menerima yang pasti saja, Seperti Pak trenggi---Gema gitu yang Gentle Uda ngelamar g---- !""
Hais, Jum tetiba menggigit pelan lidahnya sendiri. keceplosan Mak !
""Hah, Gem-Gema ngelamar kamu ?"" Satria nampak marah, tidak terima.
Baru tahu toh, di iya ajalah, biar mudah hidup gue ! Pak bos kaku, sorry to say...gue minjam nama lo, dikit aja ya ! Nggak ada ini kan orangnya.
"" Iya, dan gue udah terima !"" Ngaurnya, padahal selalu berkelit pura pura mau pingsan kalau orang tuanya mengungkit lamaran Gema. ""Bapak sama Amma pun sangat senang, Secara anaknya yang syantiiek melebihi incees Syahrini ini akan dapat pria berkasta tinggi, supaya nggak di hina lagi, iya kan ?"" Sindirnya akan perkataan Mamanya Satria. Sakit ati ampela Sono, emang gue pikirin. satu sama. Coeg !
""Tapi Jum, aku bag----!""
""SUDAH DENGAR KAN PENJELASAN CALON ISTRI SAYA !!!""
__ADS_1
Alamat jang, tak jedag jedug...suara itu ? Suara pak trenggiling. Alamat mampus lah dirinya kali ini sudah meminjam nama pak trenggiling demi keuntungan pribadi.