
Satu...dua...tiga...! Jum menghitung dalam hati, baru menoleh ke belakang asal suara, Satria sudah Speechless siapa siapa yang ada di sekitarnya sekarang.
Saolaah....ini Keluarga Batara berikut ante antenya yakni Langit Biru mau apa di mari ? Jum jadi horor menatap wajah mereka, padahal tamvan tamvan juga syantiiek syantiiek, Tapi kok tiba-tiba ini tempat jadi mencengkeram seperti barada di dalam film horor.
Jum berdiri dari duduknya di rumput asal asalan. Tersenyum ke arah Radja Rose beserta ante antenya kecuali ke Gema yang tepat berada di hadapannya. Seta* tak kasat mata ! anggapnya dalam hati.
""Om, sama Amma Rose mau ketemu Bapak juga Amma Jum ya ? Ada di atas kok, silahkan saja... beliau lagi nyantai kaya di pantai.Tapi Amma, Mentari dan Daeng Senja beserta para suaminya juga Gemi bawa apaan ya, kok kaya parsel seserahan lamaran ?"" Bingungnya. ""Mau ngelamar siapa ? Aku ikut ya ?"" Tawarnya sok bodoh, padahal di dalam hatinya sudah menebak nebak kenyataan yang sudah di depan mata. Tapi tunggu dulu...! Ia tak mau ge-er, siapa tahu mereka mau ngelamar seseorang di sekitaran Apartemennya.
""Yuk cayang, kamu boleh ikut kok, karena yang mau di lamar resmi itu kamu sebagai Kaka ipar ku, calon dari si Kembar Gema ."" Mentari menggoda.
Jum mencerna dalam mulut melongo, Satria mengumpat kasar dalam hati, sungguh...ini sangat menyakitkan baginya. Wanita yang ia cintai di lamar seseorang di hadapan kedua lubang hidungnya sendiri, Sakit mana lagi yang lebih sakit dari pada ini, coba ? Ia memang banci, benar kata Jum juga Gema, Banci ? karena ia tidak bisa mempertahankan keinginan hatinya.
""Tapi mendengar ucapan kamu, yang sudah setuju ingin menikah dengan anak Amma , berarti ini sih bukan mau melamar lagi, tapi langsung tunangan saja !"" Tembak Rose, beranjak duluan dan di ikuti yang lainnya kecuali Gema, Jum, Satria dan Langit yang masih terpaku di tempat.
""Ayo !"" Gema yang sedari tadi anteng datar, segera menarik tangan Jum untuk pergi, tapi ia beranjak ke sisi lain dari langkah Mentari dan yang lainnya. ia mau memberi woman ini.
""Sat !"" Langit menepuk kasihan bahu asisten plus sahabatnya. "" Maaf, aku tidak bisa membantu mu."" Ucapnya yang tidak mungkin melawan Batara demi Satria, Alamat sama saja mau melawan Senja kalau ia berpihak ke Satria.
""Tidak Langit, ini bukan salah kamu atau pun yang lainnya, ini salah ku sendiri yang lemot bergerak.""
__ADS_1
Tangan Satria menggepal erat, menatap punggung Gema penuh kemarahan. gue akan merebut dia lagi, Gem. Apa pun caranya ! Batinnya berlalu pergi.
"" Jangan berbuat apapun yang bisa merugikan diri sendiri, Sat. Gue sebagai sahabat, peduli ke Lo. Lebih baik mengikhlaskan dari pada menaruh dendam."" Teriak Langit yang sudah paham betul akan perangai Satria, melihat binar kemarahan di mata itu.
...*****...
""Aduuuh, Jangan tarik tarik dong, Pak Gema kenapa sih, apa Bapak pikir kalau tangan saya itu tali tambang yang di permainkan dalam acara tujuh belasan se-Indonesia raya. Kalau saya jatuh, kejedot kan tidak syantiiek lagi karena ada telur puyuh mendaging di dahi saya. bagaimana coba ?""
Jum, protes dalam langkah panjangnya lebih di bilang berlari kecil mengikuti alur Gema yang menariknya keeeee... What ? Masuk ke unit Apartemen di lantai lima dengan hanya menggunakan anak tangga sedari tadi, eh bung...kaki gue mau copot dari tempatnya ini.
"" ini apartemen siapa ?"" Bingung Jum. Lihat saja, sedari tadi ia berbicara panjang kali sama dengan doer, si irit bicara ini hanya menunjuk pigura gambarnya di dinding hanya menggunakan dagu. pertanda itu foto gue, berarti unit ini milik gue. Yaelah sombong amat ini si bos trenggiling.
""Karena tidak penting, Tapi kalau mau tahu, ya sekarang sudah tahu, dan sebenarnya...di mana ada aset Almarhum Om Dewa maka aset Papa ku juga ada di sana, Mengerti ? Tapi bukan topik ini yang akan kita bahas di sini, melainkan tentang kita !""
Tentang kita ? Cih, hanya sebatas bos dan pekerja saja.
""Apa tuh pak ?""
""Kamu menggunakan nama ku di hadapan Satria, Demi kepentingan pribadi sebagai gantinya kamu harus mempertanggung jawabkan ucapan mu itu."" Gema bukanlah orang polos, ia tahu...Jum tidak menginginkannya karena suatu alasan kesalah pahaman.
__ADS_1
""Maksud bapak saya harus menerima pinangan bapak demi nama baik bapak sendiri, demi menutupi aibnya Bapak, begitu ?"" Jum menggeleng geleng prustasi, Demi Tuhan, hidupnya kok tetiba seperti sinetron yang di sutradarai. Gagal di lamar pujaan hati, tetiba mau di pinang Bos yang di anggapnya mempunyai penyimpangan seksual seperti Bang Sam.
""Otak kamu itu salah paham, yang kamu lihat di dalam office satu tahun lalu itu salah besar, Saya menyukai lawan jenis, bukan sesama jenis. atau kamu mau bukti, hah ?""
Jum mundur mundur di saat Gema maju mendekatinya, Si trenggiling ini nampak kesal di pertanyakan keperkasaannya, Tapi bagaimana lagi dong, Wonge Jum melihat dengan mata kepalanya sendiri di kala itu Gema memangku seorang klien pria yang Jum pun kenal klien itu sebagai penyuka sesama jenis, itu pun di timpali para Staff di kantor yang suka ngegosip seperti di teve teve ntu... Setajam silet. Sudah bisa di lihat juga kan, Gema ini tidak pernah jalan dengan satu wanita di luar sana di tambah Jum melihat aib bosnya Sendiri yang Klien itu tetiba turun dari pangkuan Gema seraya klien itu gelagapan membenarkan belt nya sendiri di saat klien itu menyadari dirinya ada di dalam ruangan Gema.
""Mau apa pak ?" Jum terpojok di tembok, Terpojoknya Membuat Gema menaruh kedua tangannya di sisi kiri kanan Kepalanya, membuatnya susah berkelit. ""Ok, misalkan iya memang bapak normal, kenapa harus saya yang bapak lamar tetiba, bapak kan bisa melamar Sinta, Staff keuangan yang nge-fans berat sama kedataran Bapak eh ketampanan bapak, maksud saya. dan saya kan tidak mencintai bapak. jangan kan cinta, suka saja tidak ada, yang ada di dalam diri bapak."
Tabung oksigen, di mana kamu ? Jum membutuhkan mu, ia terpojok menahan nafas, sementara Gema malah menghembuskan nafas panas menerpa wajahnya.
""Baiklah, kalau kamu tidak mau menerima saya, Tak apa ! Saya akan membawa Satria ke hadapan bapak mu, kamu kan mencintainya, jadi saya akan membantu mu dan Satria agar bisa bersatu, itu kan yang kamu mau, menikah dengan Satria !!! masalah mama Satria, tenang saja, di pastikan beliau akan merestui kalian dalam tekanan ku karena di dalam perusahaan beliau yang ada di Thailand, ada tiga puluh persen saham milik ku , menggunakan itu bagi mama Satria akan rela menerima mu.""
Gema menyeringai. all trik. Perangai si somplak ini ia sudah tahu persis, pantang bagi woman ini menjilat ludahnya kembali yang sudah di lepehnya. apalagi menerima belas kasih, tidak mungkin Jum mau menerimanya. Satu dua tiga, Hitung Gema dalam hati maka boom... tuh kan, si woman cerewet ini berkicau. bahkan mencengkeram bajuku.
""Eh pak Gema yang terhormat, Saya tidak butuh restu yang hanya menggunakan belas kasih, kagak ridho saya menjalankan belas kasih orang dalam rumah tangga ku nanti, Dan walaupun sekarang Mama Satria merestui saya tanpa ada embel-embel sogokan saham dari Bapak, TETAP !!! saya sudah tidak sudi menikah dengan pria banci penghianat, tak setia macam Satria, bisa bisanya bermain busuk bersama Monica di belakang ku. Cihh...Ok Fine, Saya terima pinangan bapak, Hanya status ini kan, Lagian bapak mana betah satu kamar bersama lawan jenis, anda kan suka sesama jenis, harusnya bapak itu pergi ke Bang Sam. baru cocok. bukan mengikat saya pakai tali goib tak kasat mata."" Oceh Jum panjang lebar di hadapan wajah Gema yang hanya berjarak satu jengkal. kedua tangannya pun tak sadar sudah mencengkeram erat kerah kemeja Gema.
wajah Gema hanya Lempeng saja, tak niat bersuara, Gema malah tergoda akan bibir itu yang sedang berkultum ria. Boleh nyosor nggak ya ? Ah, Nanti saja kalau sah ! Batinnya menyeringai.
Kena kamu woman, terserah saja mau berpikir negatif tentang saya untuk waktu sedikit belakangan ini, saya pastikan kamu akan mendesah di bawah tindihan saya, lihat saja nanti. saya bukan gay bodoh. kamu Salah paham besar. Cinta ? persetan dengan kata itu, lambat laun kata itu akan mendesah juga di mulut cerewet mu. Lihat saja woman !!!
__ADS_1