
Biru mondar mandir di belakang Bintang yang sedang merias wajah, ia mendengus kesal, yang lain sudah pada siap untuk segera berangkat tapi si sepupu satu ini terlihat nyebelin di mata.
""Bin, Lama amat si merias begitu saja !"" keluh Biru. Di sini yang jadi calon pelamar kan dirinya, ini malah yang heboh berdandang si Bintang.
""Ck, Ini tuh susah tahu nggak, Lo mana tahu bagaimana susahnya merias alis agar sebangun ! Diamlah, kalau tak simetris kan jelek ! nunggu sebentar lagi, lagian Mentari tidak akan kemana mana dan tidak akan ada yang berani melirik milik si Sagara singa. !"" Galak Bintang tak pernah berubah selalu galak terdengar. berbicara pun seraya mematuk alisnya di kaca kecil yang All in dengan bedak padatnya.
""Cih, bukannya begitu, Gue hanya nggak mau terlambat dan di cap nggak On Time oleh si mantan dosen killer yang nyebelin itu."" Biru tak sabaran, Ia sebenarnya Nervous sendiri !
""Ah, siap ! Let's go baby, kita beri kejutan si Om Radja itu !"" Bintang menggandeng tangan Biru untuk menghampiri yang lainnya di luar yang sudah ngumpul seakan ingin berkampanye.
...****...
Mentari duduk Nervous, menunggu kedatangan Biru yang entah siapa yang akan di bawah oleh calonnya itu, Yang katanya jangan menganga nantinya jikalau teamnya sudah datang.
Di ruang tamu, Amma dan Senja juga Tiga kepala Batara sudah siap pula menyambut kedatangan Biru, Bahkan kedua orang tuanya Jum pun ikut menyaksikan acara Mentari. Para warga pun yang kadang menatap sebelah mata Keluarga kecil Dewa sudah pada tahu kalau Mentari akan di lamar oleh orang kota tajir tampan dengan mahar fantastis yang sengaja di sebarkan oleh Jum, biar pada nutup tuh bibir yang sering menyinyir keluarga sahabatnya.
Radja sih santai saja dan otaknya sudah siap mengejek Biru jikalau yang datang hanya Titan dan Vane sebagai orang tua untuk melamar ponakannya. Alaaa... palingan juga bertiga doang kesininya, Cih. tidak ramai dan seru dong !
""Amma ! Daeng Senja ! dan semuanya ! Gilaaaa... kita kok ngambil hari untuk acara ini terasa sial dan tidak baik ya...Di jalan masuk kampung sampai di ujung perbatasan kampung begitu banyak orang orang asing yang terlihat seperti akan demo atau sedang melakukan kampanye, Entahlah... Banyak polisi pula ! Dokter dan suster pun ada. warga kampung saja ada yang antusias, ada pula yang ketakutan karena sebagian dari orang demo itu terlihat seram seram dengan badan gede penuh tatoan. kalau tidak percaya coba keluar rumah deh !"" Lapor Jum.
__ADS_1
Bima dan Radja juga pak Rahmat-bapak Jum, sebagai laki laki langsung keluar rumah untuk memastikan perkataan Jum. Para wanita hanya duduk tegang dengan perkataan si Jum yang sebentar lagi ada Demo mendadak yang entah apa yang di demoin, ini kan bukan hari buruh atau pun hari istimewa untuk mengadakan demo...Ada apa ini ? Senja juga Mentari mengintip keluar.... Allahu Akbar, Ternyata rombongan Biru.
Astaga...Radja dan Bima serta pak Rahmat ternganga ngaga dengan kehadiran banyak orang yang berkendara Moge-moge mengkilap berhenti di jalan dan beberapa sudah terparkir di depan rumah Mentari, ada beberapa mobil mewah dan lebih gilanya, ada ambulans dan ada pula lima mobil besar angkatan Satuan T-NI namun penumpangnya terlihat seperti bodyguard dengan tampan seram seram...dan itu adalah anak buah Biru yang tersebar di kota besar dekat kampung Mentari di bawah naungan Dito sebagai tangan kanannya. Lebih parahnya lagi.... Segerombolan orang orang itu bernyanyi berteriak kompak dengan lirik..
Lamar...Lamar...!
Lamar...Lamar !
Berulang kali mereka berteriak kompak dengan nada asal asalan, tapi sialnya kompak abis di dengar di telinga Radja yang seakan sudah mengeluarkan asap telinganya saking terkejutnya si Radja Batara.
""Ini....oh, Astaga...Calon menantu ku ternyata begitu Crazy ! ini mau melamar apa mau berperang. !"" Radja tiba tiba panas dingin melihat kelakuan sangat gelo Biru yang mendatangkan orang orang banyak. Sangat Gilaaa si Sagara ini. ia menepis peluh yang tiba-tiba akan menetes di pelipis.
Dirgan dan Gion bertos ria, sepasang anak bapak itu mendatangkan para antenya sendiri. Gion membawa beberapa teman teman dari kepolisian karena ia panglima polisi di kota besar, jadi siapa yang tidak kenal dia di bidangnya, Auto bawahannya antusias akan perintah sang komandan.
Beda Dengan Dirgan, si mata bohay penggila Moge ini mendatangkan karyawannya dari cabang kota ini dengan membolehkan membawa satu orang satu Moge barunya yang terparkir di motorcycle Showroom-nya, Sedangkan ia mempunyai tiga puluh Karyawan di satu cabangnya di kota ini. Jadi... pasti ada tiga puluh moge baru yang ikut serta.
Vero dan Kemal pun sama, memborong beberapa karyawan di rumah sakitnya yang di bangun bersama di kota inti sini, Banyak dokter dan suster berseragam lengkap dengan stetoskop di leher masing-masing, di ikut sertakan oleh mereka berdua. tentunya yang free saja yang ikut. sebagian masih setia menjaga pasien...Para dokter dan suster datang dengan kendaraan rumah sakit yakni ambulans.
Paling Strees Si Biru sendiri dan Dito. Biru memerintahkan Dito membawa antenya sebanyak lima puluh orang yang berpenampilan bebal berotot semua tak lupa tatonya bertebaran di lengan kiri kanan terlihat, sehingga para warga yang melihat, terlihat ngeri sendiri, para antenya itu datang menggunakan kendaraan dari satuan T-NI padahal isinya semua adalah Gangster.
__ADS_1
Om Radja mau rame kan ? benar benar gue ramein sekalian.
""Bos, Mereka terlihat kaget melihat kedatangan kita semua.!"" Dito tercengir kuda melihat mata Radja dan Bima membulat melihat para otot anak buahnya yang banyak.
""Biarkan saja, Dia yang minta, saya cuma mengabulkan, biar mereka tahu jikalau saya sudah bertindak, maka tidak setengah tengah... sekaligus membuat ramai... all out."'
Biru menimpali ucapan Dito dengan senyum jumawa. Kaget kaget deh Lo ! emang gue pikirin !
""Astaga, dasar calon menantu strees, gendeng, gelo ! Kamu mau berperang dengan membawa preman dan polisi hah ? dan apa itu... ada dokter dokter pula lengkap dengan seragamnya yang siap mengobati orang yang berperang disini jikalau ada yang terluka, begitu kah.!"" Radja Speechless mendadak, angkat tangan prustasi. Biru memang somplak, sangat geloooo ! minta di rujuk ke RS jiwa. Umpatnya.
""Laaah, pan Om Radja sendiri yang minta lamaran ala manjaaah tralala, rame ramein, yaak...kita ramein sekalian ! Jikalau pun masih kurang rame maka saya siap meramaikan dengan joget koplo khas Indonesia dengan lagu sayur kol yang lagi Viral ntu, Om Radja tinggal request saja, mau gerakan seperti apa ? Saya dan Bang Sam sudah siap untuk berkolaborasi bersama.""
Si Seksi cantik Bintang sudah siap mengambil ancang-ancang bersama Bang Sam yang akan menghibur Radja yang terlihat pucat dengan joget koplonya. Namun pergerakannya itu di bekap oleh Dirgan-suaminya, bisa bisa istrinya itu menghancurkan acara Lamaran Biru yang sakral, kalau di biarkan berjoget koplo dengan Bang Sam. Bang Sam sendiri di tarik keras oleh beberapa ante Biru yang bertato seram sehingga lekong itu menjerit keras.
Bima hanya bisa menggeleng heran akan acara sangaaaaat rame ini, Untung jantungnya kuat dengan keadaan ini.
Nah....Si Rose yang lagi kepusingan sekarang, saat mengintip dari dalam rumah...ini orangnya sangat banyak, tapi makanan penjamuhnya cuma sedikit ! Bagaimana coba untuk menjamuh tamunya yang banyak itu. Puasa saja Lo pada ! Bodo lah, kalau haus di belakang rumah ada sumur ntuh, silahkan nimbah dan minum sepuasnya... Ada juga sayur mayur untuk kalian makan, yang minat silahkan !
Vote lah, boom like dan Boom kebun bunga š¹š¹š¹š
__ADS_1