RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 29


__ADS_3

Gaun pesta malam sangjit midi gown membalut indah di tubuh mungil Mentari dengan perlengkapan topeng hitam bertengger misterius menutupi sebagian wajahnya.


Di sampingnya ada pak bos yang tak kalah kerennya yang memaksa Mentari untuk bergelayut di lengannya. Mentari menurut manis seperti wajahnya yang manis dari pada di cium di tengah tengah umum Pikirnya.


Mereka berjalan masuk ke ballroom untuk mencari keberadaan tuan pesta. Bukan karena ingin berturut bahagia yang akan Biru tuturkan ke Langit melainkan peringatan keras untuk tidak menyebarkan bulu gatal di kehidupannya.


Satu wanita berpenampilan cantik menghampiri Biru. Tentu saja mereka pada mengenal sosok Biru, wong Langit mengundang mantan mantan teman satu sekolah dari SMU dan teman mantan kuliah di undang semua. bahkan Sena pun ada di antara mereka tapi gadis seksi itu tidak berani mendekat ke Biru, takut takut salah malah berimbas di pecat.


""Sagara. ?"" Ucapnya mendayu manja.


""Luna.!"" Senyum mengejek terlukis di bibir Biru. Mantan gebetan yang berbelok ke Langit. pasti sudah di buang oleh Langit, Pikirnya.


Luna melirik ke arah tangan Mentari yang bergelayut manja di lengan Biru.


""Dia.?"" Tunjuk Luna. apa kah gadis itu teman sekolah dulu atau bukan ? tapi kok asing ? Gatot deh ingin mendekati Biru, batinnya.


""Dia Mentari, Keka-----?""


""Asisten ! iya kan Mentari, calon mahasiswi ku"" Potong Tekan Langit yang sudah berdiri di antara mereka dengan Sena di samping Langit. Langit pun mengedipkan sebelah matanya. membuat Biru hauredang tertahan. Jika tidak memalukan dirinya, pasti mata itu sudah di coloknya seperti cilok.


Mentari hanya diam, kepalanya pusing dengan suara musik jedag jedug begitu memekikkan telinga sampai berdengung. Seumur umur ini pertama kali Mentari menginjak pesta mewah tapi kok ingin memecahkan kepala berisiknya. Mendingan juga di pasar sayur mayur hanya mendengar teriakkan penjual agar mau di beli dagangannya. apalagi baunya ! beeeh...bau alkohol yang Mentari sebut dengan ballo, minuman murahan yang bisa memabukkan.Aih, Mentari menyamakan wine mahal dengan minuman khas daerahnya yang terbuat dari tetesan pohon lontar yang di fermentasikan.


Wajah Biru melengos kecut. Ingin membantah tapi benar adanya kalau Mentari memang asistennya saja, belum resmi menjadi kekasihnya.


""Selamat datang di pesta ku, Sagara. happy dan enjoy lah menikmati pesta ini.!"" Langit tersenyum menyebalkan di balik topengnya. Menyeringai menatap dalam tubuh mungil Mentari. Menarik, pujinya dalam diam.

__ADS_1


""Pesta membosankan ! aku kesini hanya ingin memberi mu peringatan, Jauhi apapun yang menyangkut kehidupan ku, kita tidak sedekat itu untuk bisa menjalin pertemanan pesta, Langit."" Sarkas Biru membalas senyuman menyebalkan ke Langit.


Luna mundur Alon Alon ingin menjauh dari dua pria yang sudah memancarkan aura dingin permusuhan. Kabur lebih aman.


""Santai dong, ini belum intinya.. Nikmati saja dahulu pasti tidak membosankan."" Langit meninggalkan Biru dan Mentari.


""Bos.!"" Sapa Sena ke Biru sebelum beranjak mengekori Langit. Biru hanya cuek, di luar kerjaan Sena adalah teman sekolah dulu bukan sebagai pekerjanya.


""Bos, berisik sekali, bau lagi !"" Bisik Mentari berjinjit agar sampai ke daun telinga Biru yang tinggi semampai.


Biru membuang nafas sesal, harusnya ia tidak membawa asisten desanya ke tempat pesta yang tidak berfaedah. dan bisa bisa malah membuat Mentari akan bahaya.


""Maaf."" Biru mengelus rambut Mentari, sayang. "Ayo kita pulang saja, disini bukan tempat mu dan tempat ku.""


Namun, tarikan Biru untuk menuju pintu ballroom terhenti saat lampu terang menderang mati dan hanya lampu remang remang layaknya lampu dansa yang menyala.


""Selamat malam para tamu ladies and gentleman, Saya sebagai MC di acara ini akan memulai membuka inti acara pesta topeng yang megah ini. dan acara tersebut adalah pesta dansa. Namun.....Ada peraturannya, Setiap pasangan yang datang bersama di larang untuk berdansa bersama, dengan kata lain para Pedansa akan bertukar posisi dengan pasangan lain. Mengerti ? dan Go !""


Damn it double three. Umpat Biru berkali kali, hanya pasangan dirinya dan Langit yang masih mematung belum bertukar pasangan. inikah pesta yang tidak membosankan itu ? ini sih merugikan baginya, Petite-nya akan berdansa mesra dengan orang lain. sialan si Langit si ulat gatal ! Rutuknya.


""Sena.?"" Langit mengkode Sena untuk melepas gelayutnya dari lengannya.


Sena oke oke saja, Langit atau Biru no problem. malah sangat menguntungkan dirinya.


""Ayo Mentari."" Biru kembali menarik Mentari untuk segera pergi dari pesta neraka.

__ADS_1


""Takut ?"" Langit menyeringai, mempertanyakan kepengecutan Biru.


Biru seketika termakan pancingan, berhenti dan spontan menarik tangan Sena untuk bertukar pasangan.


Mentari kecewa, bosnya malah termakan emosi, itu yang ia takuti Mentari dari Biru, Emosinal. ada rasa tidak suka bagi Mentari melihat tangan bos Bembenya merangkul pinggang wanita lain. entah itu apa ? apa ia cemburu ?


""Sweetie, Dansa dengan saya ?"" Langit mengulurkan tangannya. Mata Mentari masih tajam ke arah tangan bosnya yang sudah mulai berdansa. Mata bosnya pun tak Lepas darinya.


""Maaf, aku tidak bisa berdansa, aku hanyalah rantauan gadis desa yang tidak pernah melakukan pesta bak pangeran dan putri."" Jujur Mentari.


Langit tersenyum manis, Mungkin Biru suka dengan gadis ini karena kepolosannya yang tidak ada rekayasa, Menarik, Bisa bisa dirinya pun akan benar benar suka dengan modelan Lempengan seperti ini, kejujuran itu penting.


""Aku akan mengajarimu. seperti ini !"" Langit tanpa canggung menaruh tangan mungil Mentari untuk di taruhnya di bahunya. dan dengan senang hati tangan nakalnya sudah menyentuh pinggang ramping itu.


Mentari menegang kaku, Sial..ada tangan kurang ajar lain lagi yang membuatnya berdosa....ammaaaa, bersentuhan bosnya saja sudah dua buku tebal dosa-dosa yang di catat malaikat kini bertambah lagi dengan adanya pria yang sekarang ada di hadapan satu jengkal.


""Wangi mu sangat berbeda, Mentari !"" Langit suka wangi sampo strawberry yang menempel di rambut hitam pekat lurus Mentari.


""Tidak ada yang istimewa yang menempel di tubuh ku, pak ! hanya Sampo anak anak, bedak bayi dan kayu putih yang menempel di tubuh ku, tidak seperti wanita berkelas yang menggunakan parfum bermerek. aku layaknya seperti masih anak-anak yang menyukai bau itu."" Polos Mentari dengan kejujurannya.


""Aku suka bau ini.!"" Langit pun berkata jujur. Mentari sangat berbeda pikirnya, dari baunya saja sudah khas sendiri, bukan bau parfum yang menusuk tapi bau bayi yang suci.


Langit mengendus, mencuri-curi wangi tubuh Mentari, baru beberapa menit berdekatan seperti itu sudah menjadi candu baginya. Benar benar menarik, pantas saja Biru klepek klepek pikirnya, Gadis polos mempunyai magnet luar biasa.


Like, bunga bunga dan Vote 😘

__ADS_1


__ADS_2