RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 76


__ADS_3

Praaaang...


Huawaaaargh...


Mentari reflek menghindar seraya menjerit saat ada tiba tiba dua orang seperti preman melayangkan pukulan beasball kearahnya... Aduh Amma Jang, Ada apa lagi ini... Masalah hidup kok tak pernah ada lurusnya... Wajah yang biasa datar tak berpeka itu kini sekarang pucat luar biasa saat di hadapkan dua preman yang entah mau apa mereka.


""Abang pasar ? ma-mau apa ?"" Mentari beringsut mundur perlahan ingin meninggalkan halte...ini yang di tunggu angkot ,yang datang badak bercula...mana badaknya Tatoan lagi. Kan semakin seram di mata Mentari.


""Kenapa Lo manggil kami Abang pasar hah ?"" Dua preman pun slow motion maju mengikuti jalan mundur Mentari... Si manis jalan slow, Si Abang pasar nimbalin motion...Si manis ngebirit kabur, Si dua Abang pasar dengan senang hati bermain kejar-kejaran, Jadi Mentari dalam bahaya kali ini


"" Dari pada di panggil preman pasar, lebih etis di panggil Abang pasar kan..iya kan ?"" Polos polos lempeng memulai memberi pikiran.. Menyuruh ngebirit saat dua preman saling pandang dan tersenyum senang dapat panggilan etis darinya...dan Mentari pun berlari kabur menuju jalan arah tak tentu, malah mengambil jalan berlawanan ke arah pulang.


""Eh, bocah... tunggu, jangan kabur Lo..!"" Kejar preman tersebut seraya menetapkan ingin membidik langkah Mentari memakai beasball.


Syuuuut...


prang..


Hampir saja punggung mungil Mentari terkena, jika saja gadis itu tidak berbelok masuk ke gang senggol bin sempit, Bodoh kau Mentari.


" Botak. "" Seraya berkata, Sang preman memberi kode agar preman yang di panggil botak mengambil jalan lain untuk mengepung Mentari, Sebelum gadis itu keluar dari gang panjang tanpa satu makhluk hidup yang berani melewati gang tersebut karena banyak pelecehan di malam hari di gang panjang nan gelap, remang remang.


Nafas Mentari memburu ketakutan, Seraya berlari Cepat, ia merutuki kebodohannya yang mengambil jalan sepi dan sempit, hatinya tak berhenti berdoa agar di beri keselamatan.


Braaak..


":Mau kemana ? Hahahaha !"" hadang sang preman Botak dengan wajah seramnya padahal lagi tertawa.


Mentari kembali berlari kearah belakang Sebelumnya yang ia lewati... Mampus ! di kepung ! ada preman gondrong pun yang menghadang... rasanya Mentari nyerah kali ini....ia pingin nangis kejer saja ! Siapa tahu di lepaskan.

__ADS_1


""Ayo anak manis, sini Sayang jadilah anak baik !"" Cekal sang Preman botak di tangan Mentari.


""Aaargh,, hiks hiks.. Lepas."" Ronta Mentari mulai menangis, bahkan sudah kejer. ""Kalian mau apa ? saya hanya orang miskin tak punya apa apa untuk di rampok."" ucapnya dengan isakan bergetar.


""kami bukan perampok gadis manis, Tapi kami preman yang hobi mematahkan tulang tangan dan kaki...dan korban mutilasi kami sekarang ya... kamu !"


Mendengar itu, Mentari semakin kejer, mau kabur apa lah daya, kekuatannya tak kuat melawan dua preman ber tato.


"" Tapi di lihat lihat, kamu tidak pantas untuk di remukan Tulang mu, kamu lebih pantas menjadi pabrik pembuatan anak bagi kami..."" Ucap preman gondrong. di timpal dengan tawa mesumnya.


""Benar juga ya ndrong.."" Pukulan baseball pun tidak jadi di layangkan di jenjang kaki Mentari... Bersenang-senang merenggangkan otot dahulu baru mematahkan ototnya..... Preman botak semakin maju kehadapan Mentari dengan tatapan nakalnya meneliti tubuh indah yang ada di hadapannya.


Mentari tak bisa lepas dengan pergerakannya yang di cekal kuat oleh preman yang berambut gondrong. Sementara dua orang ini semakin gila dengan niatnya, apa lagi si botak sudah menjilati bibirnya sendiri.


"" Bos Biruuuuuu...!!!!.."" Teriak prustasi Mentari dengan air mata ketakutan menghiasi jeritannya, Hanya Biru yang terlepas dalam ingatannya, hanya nama itu yang di percayainya menjadi tameng nya.., Ia berharap penuh adanya pertolongan untuknya saat ini, Bisa hancur hidupnya jika sampai di lecehkan oleh orang bermuka badak semua...Dan apa mereka katakan dan inginkan darinya ? tangan dan kakinya Ingin di mutilasi ! dan Menjadi pabrik anak untuk mereka, oh...ya tuhan, Ia masih gadis labil yang belum berniat mempunyai anak apalagi banyak... Gilaaaa..!!!


""Aku datang sayang !""


Entah iblis, setan, Jin tujuh enam atau apapun itu namanya , Biru langsung muncul setelah Mentari berteriak memanggil nama tersebut, Ia pun bernafas lega, walaupun masih pesimis karena dua lawan satu...


Tanpa banyak Cincong lagi, Biru langsung menghajar kedua preman yang bertubuh bebal yang melebihi tubuhnya dengan membabi Buta. Tak perlu susah payah ia bisa tahu posisi Petite-nya ada di mana , sebab ia sudah men-setting alat canggih dari IT Nata dan di taruhnya di smartphone Mentari yang langsung berhubung ke Smartphone-nya sendiri. Tapi walaupun ada alat tersebut, hampir saja ia kecolongan oleh orang orang jahat seperti preman yang masih di hajarnya sekarang.


""Berani beraninya Lo semua menyentuh kulit gadis gue, Fuc* !""


Tidak ada cela bagi kedua preman untuk menyentuh kulitnya, Biru pintar berkelit dalam berkelahi, Bela diri acak acakan dari dua lawan sangat jeli di bacanya. Biru terus membabi buta menghajar dengan pukulan keras tiap ke inti kelemahan sang lawan. Biru begitu murka memuncak, kilatan matanya begitu memancarkan aura dingin yang siap memakan korbannya.


Teriakan penuh lirik ampun dari kedua preman tak di perduli kan olehnya..


""Apa Lo Lo pada bilang ? Ampun ! setelah kalian ingin melecehkan Gadis gue yang selama ini gue jaga sampai halal dan dengan senang kalian ingin menyentuhnya, Jangan harap !"" Biru terus saja Menendang menonjok bahkan memukul preman dengan pukulan baseball, alat yang tadinya untuk melumpuhkan kaki dan tangan Mentari.

__ADS_1


""Bo-Bos, Tadi mereka juga katanya ingin menjadikan sa-saya.. Hiks, pabrik anak.. Terus tadinya juga mereka ingin memutilasi kaki dan tangan saya.""


Adu-an jujur lempeng Mentari semakin memantik kobaran kemarahan Biru, Dengan entengnya Biru memukul satu persatu bagian tangan dan kaki mereka masih menggunakan pemukul baseball. dan dapat di pastikan oleh Biru, mereka akan mengalami patah tulang.


""Aaaaaargh.""


Jeritan pilu kesakitan terdengar memohon untuk di ampuni yang sudah tergelepar ke tanah bersemen, Tapi dengan sangaja pendengaran Biru di tuli-kan...


""Tidak ada ampun bagi kalian anjrit ! Hanya ada dua pilihan pintu untuk kalian ! Pintu neraka atau pintu rumah sakit tergantung nasib kalian. Berdoalah."" Kejam Biru masih menghajar tubuh penuh luka dan darah itu yang sudah hampir kehilangan kesadaran.


Mentari saja begitu ngeri melihat Bos kesayangannya mengamuk, ia jadi tidak tega dengan preman tersebut...dasar polos, tadi mengumpati sekarang mengasihani. Hati lembut memang seperti itu Guys !


""Bos ! Bos, Sudah Bos !"" Mentari yang merasa sang preman sudah tidak bergerak entah bernafas atau tidak, Segera menahan Biru dengan cara memeluk langsung tubuh yang sepertinya lagi kesetanan.


Biru seketika berhenti menurut, Membalas pelukan Mentari.


"" Apa ada yang luka, Petite ?"" Suara yang tadinya menghitam berat marah, langsung sendu penuh dengan kelembutan.


Mentari bergeleng . ""Ayo pulang bos."" Parno Mentari yang berpikir pasti akan ada polisi dan bisa saja bosnya di tangkap langsung. ia tidak mau !


"" Ayo !"" Biru melepaskan dekapannya, menutup mata Mentari sekilas menggunakan telapak tangannya yang lebar.


Bugh..Bugh..


Satu injakan bergantian ke sang preman tepat di burung elang yang berniat memasuki sangkar burungnya kelak.


Itu hukumannya yang berani melewati zona nyaman ku, dan ini belum selesai... lihat saja nanti ! burung elang kalian akan saya mutilasi di lain tempat dan tentu saja tidak di depan mata Petite ku.


Hati Biru belum saja puas menyiksa mereka, padahal preman tersebut sudah tak sadarkan diri, Sejurus kemudian ia mengirim pesan ke Dito untuk menyuruh mengamankan para preman dan menyuruh sang kepercayaan untuk menghilangkan bukti bukti agar tidak berbau ke pihak berwajib. Namun bodohnya, Biru mengira mereka hanya sebatas preman biasa saja yang sering membuat kejahatan, jadi ia belum tahu siapa sebenarnya dalang semuanya.

__ADS_1


dukungan berjejak...Vote, bunga 🌹😘


__ADS_2