
Sejauh mata memandang..... Indah, Hamparan Bunga bunga lavender berwarna ungu di sisi jalan kanan begitu luas. Di sebelah kiri jalan kecil ada bunga Tulip berwarna warni bermekaran begitu rapih tersusun cantik nan selaras.
Bisa di bilang surganya taman bunga yang seluas 200 Hektar dengan banyaknya jenis bunga bunga tertanam terawat di sini. Sangat indah dan sedap di pandang mata oleh adik Kaka yang masih mengayuh sepedanya dengan pelan. Para Suaminya entah kemana, Setelah meningkalkan mereka di pintu masuk Hitachi Siaside ini, sampai sekarang belum bertemu... Biarkan saja mereka berdamai dalam berbagi satu sepeda bersama...Yang penting sekarang, Para wanita ini begitu senang, terhipnotis akan keindahan bermacam bunga bunga.
"Tari, Tari... Stop, Daeng mau menyentuh bunga bunga itu. Sayang sekali kalau cuma di lihat tanpa mencium aromanya.""
Mentari seketika me-rem sepedanya, Membiarkan Senja terlebih dahulu turun, Setelahnya ia pun turun dan memarkirkan sepeda itu asal asalan.
""Tari potret Daeng !"" Pinta Senja berpose cantik dengan Tulip Tiger di hirup wanginya sebagai pelengkap posenya. Mentari menoleh dengan senyum begitu manis. Ia pun mengambil beberapa Cekretan gambar Senja.
Lama mereka berkeliling, sehingga sudah merasakan capek dan baru tersadar jikalau keberadaan Biru dan Langit entah kemana di tempat seluas ini di bawah sinar matahari negara sakura.
""Daeng, Laper !"" Rengek Mentari.
""Sama dek ! Daeng pun sama !"" Timpal Senja mengelus perutnya seraya mata itu mengerlyat ke sana kemari yang hanya melihat tamparan bunga bunga dan banyak turis lain tak melihat adanya penjual makanan.
"Kita cari tempat makan aja yuk, atau kita cari suami mu, juga Langit."" Ujar Senja. Mentari mengangguk.
""Ayo !"" Ujarnya beranjak menggunakan sepeda kembali.
Di sisi lain, di jalan yang akan di tuju Mentari dan Senja...Biru dan Langit masih saja mencari keberadaan kedua adik Kaka itu.
""Aduh, Ngit mereka Kemana ? Nyasar kagak ya ?"" Panik Biru dengan nafas tersengal. Mereka sudah tidak menggunakan sepeda. Sepedanya rusak akan ulah mereka yang keberatan beban sehingga ban-nya terkentut kempes.
""Entah, ayo kita cari sebelah sana ?"" Tunjuknya ke arah kumpulan Tulip, Langit mulai berbicara sendu... karena jujur ia di buat kualahan akan kelakuan Senja dan Mentari. Kalau nyasar atau di gangguin orang asing bagaimana coba ? paniknya pun dalam hati.
...***...
__ADS_1
Kring kring kring
Mentari menyalahkan deringan sepeda, menyuruh orang untuk minggir yang ada di depan sepedanya, ia hilang keseimbangan.
"" Step asiden."" Pekik Mentari ke orang orang di beberapa jarak di hadapannya. Turis itu tak mendengar.
""Aww !"" Ringis Senja juga Mentari terjatuh.
Mentari yang melirik kesana kemari mencari Hulk-nya saraya mengayuh sepedanya, tidak Fokus ke jalan sehingga menabrak kumpulan kecil turis lokal dengan penampilan bebal gagah semua tapi iiih, terlihat seram di mata.
Senja dan Mentari bangun dari jatuhnya. Lutut Mereka terluka karena tergesek jalanan. Mereka melirik tiga orang di hadapannya ini yang menatap mereka seakan tatapan kurang ajar.
"" Sorry sir ! we didn't mean to run into you.""
Setelah berdiri menahan sakit di bagian lutut, Mentari mengatupkan tangannya di hadapan tiga pria dengan sopan meminta maaf karena sudah menabrak betis salah satu dari mereka.
Ketiga pria saling pandang dengan tatapan kode mengkode. Seringai kurang ajar pun muncul dari ketiga warga setempat ini.
""Waaah, Minta di beri jurus kuda lumping kesurupan nih !"" Sebelum di sentuh, Senja menendang Tulang kering betis orang yang ingin menyentuh kulit Tangannya.
Mentari lebih parah, Menendang reflek si Otong salah satunya pria ini. Sejurus...."" Kabur Daeng !"" Tarik Mentari ke tangan kakanya sehingga tangan adik Kaka itu bertaut kuat untuk saling menyelamatkan.
"" Wait...!"" Marah dari temannya yang belum mendapat jatah pukulan dari Mentari dan Senja. Mereka bertiga mengejar langkah lari adik Kaka tersebut, dengan kedua pria berlari tertatih karena masih ngilu atas serangan wanita wanita cantik ini. Senja dan Mentari pun berlari dengan menahan rasa perih di lutut karena terjatuh dari sepeda.
""Ayo Daeng, jangan sampai tertangkap. !" Cemas Mentari di sela larinya. Senja menoleh ke belakang. Damn, masih mengejar. Turis lain seakan tidak ada yang perduli dengan masalah orang lain...Lo Lo gue gue. istilahnya kalau berada di dalam negeri.
Mereka Terus berlari dengan tangan masih setia bertaut erat.
__ADS_1
""Daeng, Tari capek...Kita bersembunyi saja...diiiii situ !"" Keluh Mentari ingin masuk ke area tanaman bunga bunga Lily. Senja menarik ke arah lain.
""Kita tidak boleh masuk, nanti merusak bunga bunga itu."" Jelasnya karena percuma bersembunyi...wong orang orang itu sangat lah dekat dari langkah-langkahnya.
Semakin lama semakin lambat saja lari adik kaka yang sedang dalam keadaan genting. Turis lokal tak ada tanda-tanda untuk menyerah masih setia mengejar mangsa bening bening produk luar negeri.
"" Hulk, Aku menyesal berada jauh dari mu, maafkan istri nakal mu ini."" Sesal Mentari terengah-engah akan Nafasnya.
""Jangan me---- Huaaaaa !"" Kaki Senja tersandung dalam larinya, wanita itu Terjatuh dan reflek membuat tubuh mungil adiknya ikut terjatuh di sampingnya. Sekarang bukan hanya lutut saja yang semakin Terluka melainkan kedua sikut mereka. Tapi yang lebih parah Senja yang sedikit tergilir di bagian kaki yang tadinya tersandung.
""Hahaha."" tawa ledek ketiga pria itu yang berhasil menyusul.
""Help.!"" Pekik Mentari, bodohnya mereka berlari ke tempat sepi dengan tanaman bunga bunga matahari yang lebat nan batangnya tinggi tinggi.
""Jangan macam macam, pergi...hust, pergi !"" Takut Menta mengusir, ia sudah lupa sedang berbicara dengan warga asing, bodo amat sekarang bahasa negaranya yang ia keluarkan.
Ketiga pria tak mau pusing dengan apa yang di tukaskan wanita imut ini yang sedang mendekap wanita semampai. Seakan akan ingin menjadi tameng si wanita cantik semampai.
""Wow, Very sweet !"" Puji ejek dari mereka yang melihat Mentari seakan akan melindungi Kakanya yang sekarang susah berlari.
""Go ! please don't disturb us !"" Usir Mentari dengan suara memohon untuk jangan menyakiti dirinya dan juga kakanya.
Senja mau bergerak tapi sialnya akan keadaan kakinya yang tergilir membuatnya sakit tak berdaya.
""Don't expect us to go, hahaha !"" Dengan cepat salah satu dari mereka mencekal lengan Mentari begitu semangat sehingga pelukan wanita imut itu terlepas dari tubuh kakanya.
""Tari. !"" Marah Senja Ingin sekali meninju mata sipit itu sampai picek sebelah tapi apalah daya... Berdiri saja sangat sulit.
__ADS_1
Mentari sendiri sudah terpekik hebat dalam rontaannya. Terus menerus memukul tangan orang yang sedang mencekal lengannya. Hatinya sangat lah takut akan ketiga turis lokal ini.... takut takut ia dan Kakanya di apa apain... setelahnya di buang ke laut seperti di berita berita TV.
Bugh...Duagh... Kreeek.