
Praaaang....
Braaak....
Mentari dan Bang Sam juga Jum membekap mulutnya kompak setelah berhasil melakukan kesalahan. Mereka bercanda di dalam kamar sehingga Mentari tidak sengaja menyenggol lemari kaca kecil yang di dalamnya terdapat sample minyak wewangian hasil tangan dan kecerdasan Senja. Hancur berantakan sudah dengan aroma wangi lembut bersatu di udara kamar.
""Bang Sam ! hais, bagaimana ini ?"" Takut Mentari. Di timpali Takutnya Jum yang tau kemarahan Senja jika barang barangnya di sentuh sampai rusak. Mereka memang anteng di kamar karena di suruh menjaga Mentari yang di pingit tak boleh bertemu dengan Biru terlebih dahulu sebelum halal.
Bang Sam hanya menggeleng tak enak juga, Ia yang mendorong Mentari dalam candaannya sehingga terjadi lah masalah ini.
Senja dan Radja juga Chris yang mendengar keributan pecahan kaca langsung berlari ke arah kamar. Hanya mereka bertiga, Rose dan yang lainnya pada sibuk menyiapkan syarat syarat pernikahan.
""What ? Fuc* ! Siapa yang melakukannya ?"" Pekik marah Senja menatap tajam Mentari, Jum dan Juga Bang Sam yang pada menunduk salah.
Radja sampai terloncat kaget mendengar kemarahan ponakannya, persis Dewa jika sedang marah yang bisa mengintimidasi lawan. Tapi jika sedang dalam mode tenang, kelembutan di dalam menguasai. Sifat Dewa. Batin Radja.
Chris menghampiri beling botol, ia langsung jatuh suka dengan wangi wangian yang menyeruap di dalam kamar, hidungnya adalah pebisnis dan pencipta parfum, ia memiliki pabrik tersendiri namun pemimpinnya alias Langit sangat tidak bertanggung jawab untuk memajukan bisnis tersebut, anaknya malah asyik sendiri dengan kerjaan serabut sesuka hatinya.
""Siapa yang melakukannya ?""Bentak Senja bertanya kesal tertahan.
Mentari dan Bang Sam juga Jum kompak angkat tangan. Membuat Senja semakin kesal, Tidak mungkin ketiganya kompak menghancurkan, ia pun semakin meneliti dalam dengan tatapan intimidasinya.
Senja melihat wajah Mentari gugup memucat dengan bibir bawahnya di gigit, itu adalah kebiasaan adiknya jika sedang melakukan kesalahan.
""Mentari ?"" Tekan Senja meminta pengakuan.
""Maaf, Daeng !"" Lirih Mentari masih menunduk takut.
__ADS_1
""Haaa...Kamu kan tahu, Kalau itu sample sample Daeng satu satunya, dan membuatnya itu sangat susah dengan peralatan seadanya. Menyebalkan kamu dek !"" Senja beranjak pergi dengan air mata kecewanya yang hampir jatuh namun di tahannya. Kalau ia terus di hadapan orang yang membuat dirinya kesal bisa tambah dongkol dirinya. Mentari yang melihat itu pengin mengejar kakanya namun di hentikan oleh Chris, dan Akhirnya Chris lah yang menyusul Senja dengan maksud tertentu.
""Sudah lah, Sayang ! Minta maafnya setelah kakamu dalam keadaan tenang dulu."" Ucap Radja di angguki Mentari yang tahu sifat Kakanya itu jikalau sedang marah maka percuma berbicara panjang lebar karena Senja akan mengabaikannya.
Di tempat lain, tepat di kebun bunga dan tumbuhan Nilam milik Senja. Satria dan Langit sedang menikmati indahnya kebun tersebut, apalagi semerbak aroma tumbuhan Nilam membuat pengendusannya nyaman..
Biru datang bersama Farel tak sengaja bertemu dengan Langit dan Satria di kebun tersebut, Semenjak Biru di kampung Mentari, Kebun milik Senja itu adalah tempat favoritnya menghabiskan waktu di hari sore senja.
""Sat, Ngit !"" Sapa Farel, mereka adalah teman satu kampus dulu di bawah ajaran Radja. ""Kalian di sini rupanya ! wah... indah juga ya, kampung Mentari, dan kebun bunga ini... Wow, gilaaaa ! Tanaman Nilam nya wangi sekali. Ini pertama gue melihat dan menyentuh tanaman ini !"" Antusias Farel. Setahunya sebagai dokter tanaman itu juga mempunyai khasiat dalam kesehatan selain di gunakan bahan untuk minyak wangi.
"Hai !"" Langit hanya datar menyapa Farel saja. Biru pun tak niat menyapa duluan ke Langit.
Satria dan Farel yang tahu peralotan dari teman masing-masing, kompak berkelit. Mereka membuat alasan, meningkalkan Langit dan Biru berdua di kebun bunga milik Senja. Harap Satria dan Farel ingin membuat mereka akur.
""Gue belum kalah !"" Langit yang memulai percakapan, namun tukasnya membuat Biru menatapnya tajam.
""Aih." Langit menepis kasar tangan Biru. Di timpali tawa ledek dari Biru kembali.
""Sudah lah Langit, mengalah itu indah kok, tidak buruk, malah membuat perasaan tenang ! Dan gue tau kalau Lo ngebet ke Mentari itu karena hanya ingin membuat gue kalah, Lo itu tak sesungguhnya mencintai Mentari, Beda dengan gue yang begitu dan sangat mencintai dia. Jadi ku mohon jangan ganggu gue dan Mentari lagi. Jalani lah hidup masing-masing, maka gue pun tidak akan menggangu hidup Lo yang ekstrim itu."" Pinta Biru yang sebenarnya ingin mengibarkan perdamaian. Namun di lihat di mata Langit, tidak ada tersirat di sana kekalahan, justru Langit mengibarkan bendera permusuhan terus menerus kepadanya, dan Biru menyadari mata peperangan itu.
Biru tanpa permisi dan tanpa ingin berlama lama meladeni Langit di hari yang baiknya, meningkalkan Langit seorang diri di kebun bunga tersebut.
""Aaargh, sial ! gue benci kekalahan Sagara, dan Gue mau Lo kalah...! Gue akan membuat rumah tangga Lo berantakan hingga bercerai belai....biar Lo kalah telak tidak bisa berkutik" Langit melampiaskan kekesalannya dengan cara menendang tanaman Nilam milik Senja.
""Yaak, Dasar, kamu merusak tanaman ku !"" Senja marah, ia mendengar dumelan Langit yang ingin membuat hancur pernikahan adiknya yang belum di mulai sedikit pun, sudah ada mata jahat yang melirik lingkaran suci milik adiknya. Di tambah Langit juga sudah merusak tumbuhan yang harganya mahal jika di perjual belikan. bertambah murka lah dirinya. Di rumah Parfum sudah hancur. eh, di kebun... tanaman Nilam nya juga di berantakin oleh orang jorok ini.
Senja mengambil kayu panjang yang tadinya tertancap.""Rasain nih ! "" Memukul panta* Langit dari belakang.
__ADS_1
""ih, dasar wanita eda*, Lo datang datang memukul gue sih... stres Lo ya ?"" Langit Auto menghindar dan berlari mengelilingi bedeng kebun bunga. itik ini lagi, Gilaaaaa kali ya..? umpat Langit masih berlari menghindari pukulan Senja, kalau kayu itu mendarat di kepala kan bahaya.
""Sini Kamu ! Kenapa kamu ingin berniat menghancurkan pernikahan Mentari dan Biru hah ? dan kenapa juga kamu malah merusak tumbuhan saya yang di daerah ini sangat lah langkah untuk mendapatkannya, merawatnya itu perlu kesabaran dan keringat. seenak kaki jelek mu main tendang merusak tanaman saya.!"" Oceh Senja, hampir memukul kepala Langit kalau Langit tidak berkelit maka di pastikan kepala itu sudah berdengung berat.
""Papa, papa ! ada wanita eda* yang ingin memukul anak mu ini."" Chris yang baru sampai langsung menjadi tameng Langit, hingga papanya ada di tengah tengah antara dirinya dan Senja.
""Oh, jadi ini anak Om Chris ! kelakuannya buruk sekali tau nggak Om, Selain orangnya jorok, dia juga berhati busuk, dan dia juga merusak tanaman Nilam saya. Pokoknya saya mau dia bertanggung jawab."" Walaupun ada Papanya Langit, Senja tak ada takut Takutnya, malah gadis itu terus saja liar ingin menerkam Langit yang minta pertolongan tubuh tinggi Papanya.
""Diam, Stooop, Shut up.!"" Suara berat nan tegas Chris menghentikan Senja dan Langit yang masih berdebat alot.
""Om / Pa !" Senja dan Langit kompak memanggil. Mata mereka pun saling mengibarkan permusuhan.
Siapa sih itik ini ? Cantik tapi eda*....liar lagi
""Masalah tanaman pokok Parfum, bagaimana kalau Om yang bertanggung jawab, Om punya pabrik pembuatannya tapi tidak ada yang memajukan, Om menghirup sample buatan kamu yang sudah hancur itu, dan Om suka dan jatuh cinta dengan wanginya....Om yakin hasil produksi mu akan maju di pasaran internasional kalau kamu bersungguh sungguh."" Tawar Chris. Langit membulatkan matanya, aneh dengan Papanya yang hangat dan baik sekali ke itik eda* ini.
Senja mencernanya, diam menatap Chris dengan berbinar.
""Kalau kamu bisa memajukannya, maka perusahaan dan pabrik kecil milik Om yang hampir down itu, bisa kamu ambil saja dengan lapang tangan tanpa ada syarat berat, dari pada punya anak tapi tidak mau bertanggung jawab mending buat kamu saja !"" Sindir Chris ke Langit.
"aah, mau Om, saya mau dan saya akan bisa ! nanti kita bagi rata hasilnya."" Senang Senja tak pikir panjang lagi, cita cita dan mimpi akan tergapai tanpa berlama-lama lagi menyiapkan pabrik dari Nol.
""Ha, tidak bisa ! itu milik gue, dari pada di kelola Lo, mendingan gulung tikar sekalian."" Langit tidak rela kalau gadis asing itik ini mengambil haknya. Dari ucapan tak berfilternya, Ia malah mendapat tendangan dari Chris yang mendarat di panta* nya. Senja tergelak puas.
""Tapi Om Chris sudah memberikannya ke Saya, bleeek."" Senja keras kepala dan tak tahu diri, yang penting mimpinya terwujud, pikirnya. Ia meledek Langit dengan juluran lidahnya dan pergi dengan langkah senang namun di otak nya masih menyusun rencana agar Langit tidak menggangu rumah tangga Mentari dan Biru. Ia akan menjadi pelindung rumah tangga adiknya, apa pun itu dia akan berusaha untuk menggagalkan setiap rencana Langit.
Vote š
__ADS_1