RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 213


__ADS_3

"" Panda, Pelangi tapek !""


Pelangi mengeluh capek bermain di pelataran permainan di dalam sebuah Mall kepada saudara kembarnya, Sekarang mereka di bawah asuhan si Jum.


Topan yang hanya duduk duduk di sisi tempatnya Pelangi dan Badai bermain di area mandi bola, segera menghela pelipis Pelangi penuh lembut yang berkeringat.


""Badai pun !"" Timpal Badai mengeluh. ""Kangen Nda !"" Lanjutnya ingin di gendong pakai kain seperti bayi oleh Mentari. Badai lah paling manja di antara mereka, Pelangi sebagai cewek saja tidak manja.


""Ayo kita ke Tante Jum."" ide Topan yang selalu menjaga adik adiknya.


Dan mereka pun menghampiri Jum yang asyik dengan air mineralnya di pintu masuk permainan.


""Tante, Badai mau ketemu Bunda !""Adu Topan. Jum dan Topan melirik ke wajah rajuk Badai.


""Cup, Sini sama Tante syantiiiik yang mempesona ini. Mau apa ketemu Bunda eum ? Bunda sama ayah Kalian ada projects besar.. proses menyicil adik kembar lagi buat kalian, Biar apartemen kalian tidak punya ruang akan adanya calon triplets baru seperti kalian anak manis. Mengerti anak-anak manis, dan kamu Badai...pasti minta di gendong ya ?"" Tebak Jum. Badai mengangguk saja. Topan dan Pelangi pun mengangguk dengan ucapan Jum yang terdengar somplak untuk mereka yang sebenarnya mereka tidak di mengerti.


""Sini tante gendong !""


Dengan senang hati, Badai menerima ajakan itu.


""Ayo kita balik anak anak !"" Ceria Jum mulai melangkah. Namun wajah ke-tiga bocah ini kurang semangat. Mana si gembul Badai berat amat lagi di gendongan, pegal pegal deh nih betis, ahhh...Jum jadi menyesal memakai high heels. Boleh nyeker nggak ya di dalam mall ? Batinnya merasa geli sendiri jika ia benar-benar nyeker di lantai dingin ini yang banyak pengunjungnya.


""Pelangi pun mau gendong !"" Pelangi menarik narik ujung rok selutut Jum. Sedari check in di hotel, Jum memang tidak pulang ke rumah. Ia langsung menjemput si Triplets di rumah Vane.


"" Mau Bobo, sapek !"" Lanjutnya dengan wajah terlihat letih.


Aduuuh, Mak Jang ! macam mana pula ini, Gendong sekaligus dua mana bisa, Jangan bilang Topan pun mau di gendong. Bisa kerdil lah tubuh ini saking tidak muat akan bebannya. Butuh pertolongan ini mah ? Babang Satria di mana lah diri kau ? Bantulah pujaan hati mu ini.


""Triplets, hai !""


Jum segera berbalik, Telepon yang mau mendail kontak Satria pun terputus sudah, saat melihat dua si kembar dewasa di hadapannya. Gema Gemi. pertolongan datang ! Batinnya legah.

__ADS_1


"Om !""


Pelangi langsung minta di gendong oleh Gema, Pria itupun dengan senang hati menyambut tubuh kecil Pelangi.


""Bunda Ayah kalian di mana, sayang ?"" Tanya Gema.


""Kata Tante Jum, Bunda lagi kerja, bikin adik kembar buat kami."" Topan yang di genggam tangannya oleh Gemi, Menjawab polos seperti ucapan Jum.


Delikan tajam Gema Gemi pun melirik Jum yang tercengir bodoh.


""Lagi bulan madu kedua Pak, Ibu... Hehehe !" Seru Jum kalem dengan cengir andalannya.


"Ayo anak anak kita pulang, malam ini tidur sama Tante muay, mau ?"" Tawar Gemi, di angguki Pelangi dan Topan, Badai menggeleng, ia lebih memilih pulang bertemu Bundanya.


""Hehehe, Tapi maaf aja ni ibu Gemi, Mentari menitip---Eh, Bentar !"" Drrrr..Drrrr Suara seluler Jum mengganggu saja, Tapi setelah melihat siapa si penelepon, ia pun menerima panggilan tersebut.


"" Hal----!""


Tut...Tut...Tut....


Saolaah...Ada apa lagi ini ? bukannya ia tadi sudah Check in dengan lunas satu malam dalam harga menguras gajinya satu bulan menjadi sekretaris pak kulkas di hadapannya ini, demi Mentari ia rela tak gajian satu bulan. Hais...Tapi Tadi suara Satria juga Kenapa seram begitu...?


""Yaudah deh, si kembar sama bapak dan ibu Gemi saja, saya ada urusan negara dulu, Sangat penting...Bye anak anak !""


Dasar woman aneh... Tapi gue masih suka ! Batin Gema melengos cuek tak ada tanyanya sama sekali tentang urusan penting apakah yang di maksud oleh Jum.


...****...


Drrr..Drr...


"" Hallo, apa Sat ?..Gue ada di jalan. Ya...sama istri gue lah, emang siapa lagi istri gue selain Mentari....Iya iya gue ke hotel, Sekarang.""

__ADS_1


"Kita ke hotel **** Dulu ya Petite. Ada yang penting kata Satria.!""


Dan Biru pun kembali menyalahkan mesinnya, yang tadinya menepikan motornya saat menerima telpon dari Satria.


"" Ke hotel itu, Hais.. kenapa aku lupa, kalau hotel milik Suami sendiri. Aduuuh...ketehuan tidak Yah, Jum kenapa harus milih hotel itu sih. " Batin Mentari


...******...


""Eeeh, Iiiiih....kasar amat sih, lepas ah..!!!"


Baru juga Jum menginjak kakinya di lobby hotel, Satria sudah menarik nariknya masuk ke sebuah office yang di mana sudah rame aja ni ruangan. Ada Langit Senja, Bintang Dirgan berserta sepupu mereka-Nata.


Ada apa ini mbokk, Kenapa tatapan mereka seakan siap melucuti kulitnya. Tapi ini Jum lho, Ia akan membuat orang orang ini menjadi terlihat rileks, Santai macam di pantai.


""Ada acara kah ini pemirsa ? kalian baik benar deh ah, mau ngundang saya juga... Ayo dong keluar kan isi piringnya, masa ada acara reunian begini tidak ada toples kue atau apa gitu---glek..!"


Daengnya Mentari kenapa matanya semakin horor saja sih, ada apa kah gerangan ? Bingungnya Karena sedari tadi ia di plototi terus.


""Kenapa Lo nikun sahabat sendiri eum ? Apa maksud Lo Check in satu kamar buat bulan madu berduaan dengan Biru. ingat Jum...Lo di sini karena siapa ? Mentari kan ? tapi kenapa Lo tega menikung adik Daeng, bahkan Lo itu kan sebentar lagi di lamar resmi Satria setelah orang tua Satria datang dari Thailand...Tapi ini kenyataannya, astaga.""


Ohhhhh, Permasalahannya itu toh, Jum mulai paham di sini, ahhh.... mereka holang holang kaya main nuduh aja deh ah...Iya sih, Ia memang salah karena mulut ini tergelincir memesan kamar atas nama Biru. Jadi salah Paham kan mbokk.


"" Daeng cantik tapi galak ! Jum tidak menikung Mentari lho, masa Mentari di sama-in jalan tikungan sih ah, Jum mesan kamar memang untuk Biru bulan madu, Mentari sendiri yang minta Jum untuk----!


""Hah ? Mentari sendiri yang mengikhlaskan suaminya bulan madu bersama wanita lain... Tidak percaya aku.""


Hmm, ini si Dugong Bang-Sat Nyamber omongan aja, Jum jadi kesal di sini jadi tersangka, keroyokan lagi main nya ini enam kepala manusia. Bagaimana kalau ia mengiyakan Saja, Seru pasti tuh ngebuat spot jantung ke enam orang orang ini. Jahil Jum On.


""Iya, Gue emang di suruh Mentari, Puas kan dengarnya !""


Hahaha, Jum ingin terbahak ini, Apalagi ia berekspresi wanita sombong seperti pelakor sungguhan, Membuat enam kepala pada melongo semua, Dengan mata siap keluar dari wadahnya. Siapa surah tadi menyela penjelasannya... Sekalian aja makan di pesta panas dingin ini kan. Nanti juga adem kalau Mentari Biru sudah ada di mari, Jum yakin seratus persen kedua kuncinya lagi capcus di jalan menuju pesta riweh ini.

__ADS_1


__ADS_2