
Pengumuman beasiswa Mentari sudah turun dari kemarin-kemarin, ia berhasil mendapat beasiswa dengan nilai tes bagus. itu yang di bacanya di surat pengumuman yang di kirim kan kepadanya dari salah satu Universitas di kota metropolitan itu.
Rasanya, Mentari tak sabaran ingin memakai almamater logo kampus agar segera di cepretnya lalu mengirimkan potret itu ke Ammanya di kampung.....pamer ceritanya, boleh dong ?
Tapi.......ia belum dapat jas almamater itu, wong ini hari pertama ospek kok.
""Cieeee, cuit cuit... yang masuk kuliah.!"" Goda Biru dengan kedipan matanya. Sang Bos baik itu menjadi sopir untuk mengantar Mentari yang hari pertama akan ospek.... Ternyata tak selamanya Bos itu beribawa ya, Jika bucin sudah bergelayut mencekik, jadi sopir pun di lakoni. Buktinya....bos Biru saja rela jadi sopir untuk mengantarkan Mentari ke kampus. serta pekerjaan Mentari di kantor di berinya cuti semasa Ospek berlangsung.
""Apa sih bos ? Bos kelilipan ya ? aku punya obat mata ni...!"" Mentari mengabrak abrik isi tasnya mencari obat mata, ia kira Bosnya itu benar-benar kelilipan.
Biru mengelus dada sabar, sampai matanya picek satu pun untuk menggoda Mentari pasti Gadis polos itu mungkin tidak tahu maksudnya. Menyebalkan, Gerutunya.
""Aku tidak butuh itu Mentari, aku butuh yang lain... seperti di cium mungkin mata ku yang lagi berkedip tak mau berhenti."" Nakal Biru. Mana tahu... Mentari mau mengecup matanya dengan kepolosan Gadis itu, harapnya.
""Hemm...itu sih maunya si bos !"" delik Mentari memutar matanya, malas. Biru tertawa kecil.
""Ya sudah, lupakan dengan mata !!! bagaimana dengan pernyataan cinta ku ? di terima ?"" Biru sudah seperti ABG labil, memohon cinta ke Gadis lempeng polos luar biasa harus mengelus dada, kudu sabar. Jangan sampai si ulat bulu merambati Mentari duluan, bahaya. Jadi ia mau cepat cepat memperjelas hubungan asmaranya dengan Mentari. Biru yakin, kalau Si Langit mendung tidak akan tinggal diam setelah pertemuannya kemarin.
__ADS_1
""Oh, itu. Kita bicarakan nanti ya bos, kalau aku sudah melunasi hutang piutang ku ke bos, atau jikalau aku sudah lulus kuliah. baru aku akan memikirkan percintaan atau mungkin aku akan minta di nikahi saja, tidak mau yang namanya pacaran, ngumbar dosa."" Mentari to the poin. Biru tersenyum semangat, walaupun jawaban Mentari kurang memuaskan untuk saat ini, tapi seenggaknya Mentari minta di nikahi langsung, tapi.....masih lama, ah.. bisa bisa si ulat bulu benar benar menebarkan bulu mematikan untuk dirinya bersama Mentari.
""aku sudah bilang kan, kamu tidak usah mengembalikan uang itu jika kamu jadi kekasih ku, maka semuanya beres kamu tidak perlu pusing pusing membayarnya.""
Mentari menolak, Hutang adalah Hutang yang harus di bayar, pribadi di kesampingkan. prinsip Mentari. takut takut jika suatu saat malah riweh di akhir hayatnya, beh... tidak ada surga baginya jika meninggalkan hutan di dunia, itu lah ibu ustadzah nya yang sering di celoteh kan ke Mentari semasa rajin mengaji di kampung. Dekat dekat, berdampingan oleh sang bos aja sudah di catat buruk oleh sang malaikat, bagaimana dong ? dunia dan akhirat menghantui Mentari.
Mentari sudah sampai Kampus pukul 07:33 masih ada waktu untuk pergi ke toilet sebelum berkumpul di ruangan Himpunan untuk menjalankan Ospek atau pengenalan MABA. Biru sudah pergi meninggalkannya di depan gedung universitas itu. Takjub...Ia melihat banyak Kaka kaka senior menggunakan almamater berwarna kuning, kuning ? tahu dong khas dari mana itu.... jangan jawab kalau kuning kuning ngambang, Mentari akan ngambek jika jawabannya itu.
Bugh....
""Ya ampun, kamu membuat kusut kemejaku, Gadis tedong.""
Langit Shyaputra, Kumat merangkak menjadi seorang dosen di universitas itu dan jika ia sedang mengajar entah mahasiswanya konsen pelajaran atau konsen memperhatikan wajahnya yang bak dewa nyasar, ia bodo amat, Lo belajar dapat ilmu, tidak belajar bego sendiri, Tadinya ia mau marah marah saat bajunya di sentuh oleh seseorang menggunakan badan yang tadinya hanya menganggap modus doang, tapi...marah itu di telan kembali saat tahu siapa yang menabraknya.
""Maaf, Maaf pak.!"" Mentari ragu ragu menyebut pak, Dulu kan di atas kapal, Pria itu tidak suka di panggil pak. dan berakhir mendapat delikan mata panda di waktu itu.
"Lupakan, sedang apa kamu disini ?."" Langit mengedarkan mata, kalau ada Gadis desa ini di sini, mungkin si Biru tua juga ada. pikirnya.
__ADS_1
""Saya MABA, pak."" Mentari memberanikan mendelik ke mata tajam yang sedang menyeringai misterius itu. ""Permisi."" Lanjutnya pamit, buru buru berlari ke himpunan.
""Asyik ! tempat, waktu dan keadaan berpihak kepada ku, Sagara... lihatlah, pacar atau apa mu itu sudah masuk sendiri di markas ku.ah...Gue tidak sabar, Lempengan begitu di goda sekali pun, pasti akan menurut klepek klepek, Wanita kelas kakap saja rela berlutut di hadapan ku apa lagi gadis polos itu, Kecil bagiku menikung mu, Biru."" Langit bergumam meremehkan gadis polos desa bergambar seorang Mentari. mmmm....belum tahu aja Lo, sikap polos Mentari kadang kadang bikin pusing tujuh turunan, Menyebalkan. itu yang kadang Biru rasakan, Selalu mengelus dada jika berhadapan dengan Mentari.
MABA sudah di bagi dalam beberapa kelompok, Mentari mendapat nama kelompok dengan julukan Ayam sayur di goli tujuh orang termasuk dirinya. Empat cewek, Tiga cowok. Asmi, Tia, Mila, Dio, Galang, Zidan dan dirinya.. temannya asik asik, bukan hanya dirinya yang anak rantau, Mereka semua adalah pendatang kecuali Zidan yang anak orang kaya pribumi.
""Selamat datang para mahasiswa mahasiswi baru. Saya Sadewa Abi Kusuma, berdiri di sini mewakili para dosen dan para senior senior untuk menyambut kalian.dan bla....bla...bla..""
Pidato dari senior berhenti di sambut riuh tepuk tangan dari MABA dengan tatapan takjub ke wajah tampan itu, Dewanya Kampus seperti namanya Sadewa.
""Aje Gile, tampan sekali kak Dewa itu, makan ape ya nyaknye bisa melahirkan anak setampan dia, aye mau jadi ratunye aje lah, Setelah lulus kuliah, aye akan ngomong ke nyak babe untuk melamar kak Sadewa saja, tidak usah nyari kerjaan lagi, aye maunya di kerjai saje oleh kak Sadewa."" Mila, atau panggilannya Mile sampai mimisan, saking kagumnya oleh ketampanan seniornya.
""Cih, Modelan kaye' Lo mah, Kak Sadewa bakalan kabur di deketin oleh Lo, nyuk."" Dio menoyor jidat Mile sampai gadis Betawi itu mengerucut akut, mereka sudah berteman sejak duduk di bangku SMA.
Mentari sendiri hanya senyum senyum melihat keakraban teman barunya. Jika modelan Sadewa saja bikin gempar kampus, bagaimana di waktu kuliah jamanya sang Bos yang tampan tujuh rupawan, pasti Bosnya itu jadi kado rebutan oleh kaum hawa di eranya. Mentari kok ragu ya, ingin menerima cinta bosnya kalau hutang hutangnya sudah lunas, bukan apa apa ! punya pasangan Tampan itu biasanya makan hati, banyak orang iri dan otomatis pasti banyak cibiran yang akan di dapatkannya, atau bisa saja Biru tidak setia Secara wajah tampan banyak godaan dari wanita cantik, Buktinya Sena saja dari dulu ngebet. aah....Bos Biru kudu di suruh operasi jadi jelek rupa, biar aman posisinya...
Vote, bunga' bunga...š
__ADS_1