RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 207


__ADS_3

""HULK, BUKA BAJU MU !!!"" Tekan Mentari yang mendapat pemandangan mengejutkan di inci kulit Biru di bagian perut itu.


""Hais, Sayang ! Sekarang nih ? ini siang bolong lho !"" Biru mencoba berkelit dengan godaannya.


""Hulk, Buka sekarang juga !"" Mentari tak merespon candaan Biru yang terdengar omes, menarik tangan Biru secara paksa, masuk ke dalam ruangan paviliun yang jarang di injak penghuni rumah.


""Nunggu nanti malam sayang, apa kamu sudah tidak sabar ingin Hon Hon."" Godanya kembali padahal Biru sudah yakini kalau Mentari pasti mencurigainya. "" Kenapa salebnya bernoda sih, Ogeb gue... kenapa pula gue make baju putih. huffp. O'on kau Sagara."" Batinnya yang memakai saleb khusus penghilang bekas luka, agar Mentari sampai kapan pun tidak mengetahui aksi Gilanya yang melukai diri Sendiri. Tapi sekarang kayaknya hanya rencana gagal saja yang ia akan peroleh.


""Ayo Buka !!!"" Tekan Mentari kembali. Biru menggeleng geleng dengan cengir bodohnya.


""Kamu kan masih berdarah darah, iya kan ? Mana bisa, Aku sabar menunggu kok dalam beberapa hari lagi."" Kekeuh Biru pun masih berkelit mesu*.


""Sagara Biru Sunjaya !!! Buka atau tidak ada kata maaf !"" Ancamnya dengan tangan itu reflek menunjuk ke arah perut Biru.


""Aih, jangan dong, nanti juga dapat kok...kamu rindu dengan tubuh ku ya ?!"" Biru menaik turunkan alisnya, masih menggeleng tak Mau, di hadiahi tatapan tajam Mentari. Wajah istrinya sangat seram sekarang.


""Baiklah, kalau tidak mau dengan kelembutan !""


Breeeek...Sreeeekh.


Tubuh bagian atas Biru pun sudah dalam keadaan naked, Ulah dari paksaan Mentari yang tadinya menarik gunting dan dengan cepat dua kali gerakan tak terbaca oleh Biru dari tangan lembut istrinya, Membuat baju itu terbelah lurus di bagian depan. Kaos putih itu berubah kemeja seperti habis di cabik cabik binatang tanpa adanya kancing, Terbuka !!!


""Yaak, Petite... tuh kan, jadinya terekspos !"" Silang Biru di dadanya dengan wajah bodohnya masih tersenyum gaje. tapi dalam hatinya, ngeri juga dengan pergerakan Mentari yang terbilang ekstrim. Shiiiitt !!! Ketahuan juga gue.


Terpampang jelas di mata Mentari. Bekas Luka demi luka kering ada di mana mana di bagian dada turun ke perut. Mentari meringis, membayangkan di saat luka itu masih dalam keadaan basah, pasti nyeri, perih dan sakit sekali.


""Hulk."" Sendu wajah Mentari, tangannya bergetar yang bergerak ingin menyentuh bekas luka itu, Sudah seperti tato acak adul bentuknya. Hanya kedua lengan Biru saja yang masih di jaga tanpa ada goresan karena tato namanya ada di situ.


""Sssstth."" Ringis ngilu Mentari. meraba lembut dada itu. ""Kenapa begini, Biru ?""


Glek...macam mana lah abang mau jelaskan. Bingung Biru, suara Istrinya mulai berbeda nadanya, Hulk pun menjadi nama Biru, Dingin benar macam di daerah kutub.


""Biasa ! ini hasil latihan petite !"" Bohongnya gugup dapat tatapan intimidasi dari Mentari.


Pfhuuu...Nafas Mentari terasa sesak melihat bekas luka seperti cabikan singa saja. Di kecup nya satu demi satu bekas itu penuh rasa salah... Salah karena iya yakin kalau Biru pasti menghukum dirinya atas takdir yang sudah berlalu menimpanya. Walaupun Biru membohonginya.... Tapi ia sangat paham sifat dari Sagara ini, dulu saja waktu dirinya di bentak tak sengaja oleh Biru, Dengan bodohnya...Biru menggigit sendiri tuh bibir, Kelakuannya memang Ajaib manusia tamvan miliknya ini.

__ADS_1


""Jangan membohongi ku lagi, Hulk. Apa kamu menghukum diri sendiri, lagi !""


Dan Biru mulai bersikap ksatria mengakuinya dengan anggukan kepala, tuh kan.... istrinya langsung bersedih dengan pengakuannya, ia lebih suka Mentari ngomel ngomel menjabarkan segala kedongkolannya dari pada melihat wajah imut itu tertekuk sedih.


""Kenapa begitu ? kamu tidak sayang lagi dengan tubuh sendiri eum ?, ini namanya kamu sudah melukai ku juga. karena kata kamu...aku adalah darah mu, dan aku sebagai darah mu sudah kamu buang separuh dengan percuma."" Mentari terus memandang dada itu dengan tatapan nyalang. menghelanya sesekali dengan telapak lembutnya.


""Ini sudah sembuh Mentari, lupakan lah !"" Malas Biru.


""Yap...maka pergilah, lupakan juga wanita yang ada di hadapan mu ! easy isn't it ?"" Mentari mundur satu langkah, ia tidak suka sifat buruk Biru yang satu ini, Selalu bertindak sesuka jidat dalam menghukum diri sendiri.


""Petite !""


""Diam di situ !"" Stop Mentari dengan ke-lima jarinya mengudara di hadapan Biru yang ingin melangkah ke hadapannya.


""Jangan seperti anak kecil Mentari. ini sudah lewat tidak usah di permasalahkan, Oke !"" Jelasnya.


""Yaap..Aku memang anak kecil ! Anak kecil ini pun akan menuntut kesalahannya sendiri karena gara gara dirinya yang koma, sehingga membuat Suaminya terluka fisik juga batin...Anak kecil ini pun akan meniru kelakuan orang dewasa seperti anda tuan Sagara. Menghukum diri sendiri....Sifat itu kan anak kecil yang anda maksud... Permisi.""


Biru langsung menarik tubuh itu yang ingin pergi dalam kekesalannya. Saking tak siapnya dirinya dapat tubrukan, ia terduduk di atas sigle sofa dan Mentari jatuh terduduk di pangkuannya. Kesempatan, Biru menahan tubuh mungil istrinya agar tidak pergi dalam kekesalan.


Mentari menggeleng geleng tidak setuju akan pemikiran suaminya, laki laki ini justru sangat luar biasa untuk dirinya, Pahlawan Marvin pun lewat.


""..... Benar ! Darah mu adalah darah ku juga, jadi... Melihat darah mu keluar setetes embun saja, darah di dalam tubuh ku pun harus keluar.. ""


Mentari menggeleng lagi.


""....Kamu koma karena diri ku mengambil keputusan untuk menyelamatkan anak kita, aku egois kan ? Memikirkan kebahagiaan ku sendiri, dan membuat mu dalam penderitaan antara hidup dan mati. apa kamu tahu sayang, jantung ku pun hampir tak berdetak saat dokter Anita mengatakan kalau dirimu sempat kehilangan detak jantung mu ketika Anita mencoba menyelamatkan anak kita. Di sini sangat sakit, Mentari !"" Biru menunjuk dadanya. "" Aku penyebab diri mu koma, Karena aku egois, Aku sangat jahat kan ?""


""Hiks..hiks...Kamu tidak jahat Hulk, Kamu tidak jahat ! Kamu...Hiks, Kamu memang mengambil keputusan yang be- benar ! Anak kita memang penting, dan harus selamat...kamu tidak egois ! kamu benar dalam bertindak.. dan andai Saja kamu memilih keputusan yang mengorbankan anak ku dari pada menyelamatkan diri ku, maka di saat aku sadar dari sakit pun, di saat itu pula Jantung ku akan lemah berdetak karena diri mu tidak memilih Triplets. Kamu tidak salah !!! kamu benar !!!!.""


Mentari sudah meraung raung dalam pangkuan Biru saking sesaknya yang membayangkan betapa menderitanya Biru di kala itu, di kala ia malah terbaring lama. Sungguh.... Sekarang perioritas Mentari kali ini hanya untuk Biru dan anak anaknya, sepenuhnya....ia rela melakukan apapun untuk mengganti kesedihan Biru dalam bertahun tahun yang setia menunggunya.


""Maaf kan aku !""


Mereka kompak meminta maaf, Senyum dalam tangis itu pun terlukis.

__ADS_1


Mengangguk pun sangat kompak sebagai tanda maaf mereka...


""Tapi aku tidak suka dengan diri mu yang selalu bertindak sesuka hati melukai diri sendiri, berjanjilah Hulk untuk tidak melukai diri sendiri lagi walaupun di depan mata mu terjadi sesuatu yang menyangkut diri ku, Yubikiri lah ?""


""Yubikiri !"" Raih Biru di kelingking kiri Mentari dengan senyum hangat terpatri.


""Aku sangat mencintaimu, Hulk... Sangat ! Dan ini pasti sangat sakit di kala itu kan, ku mohon jangan di ulangi lagi ya !""


Biru mengangguk seraya menikmati helaan tangan Mentari di kulit dadanya. Mentari bukannya berhenti Meneteskan air mata semakin menjadi saja... cengeng memang... tapi melihat orang yang kita sayangi dalam keadaan tak berbentuk mulus, pasti hati ada rasa sesak kan ? itulah yang Mentari rasakan.


"" Ayah ! Ayah buat Bunda ku nangis !!!""


Mentari Cepat cepat mengusap air matanya, Dari arah pintu ada tiga bocah menatap nyalang Biru yang mengira Bundanya di buat nangis oleh Biru. Apalagi Topan...Mata persis milik Biru itu bersibobrok langsung dengan mata Biru.


"" Petite, Tolong aku ya.. !"" Bisik Biru Membuat mimik takut akan perangai anak anaknya yang menampakkan wajah siap tempurnya.


""Hahaha, jangan macam-macam ya Hulk, sekarang ! Aku punya sekutu siap mengeroyok mu. Sayang sini..kami sedang main tiup tiupan mata, Bunda kalah jadi perih deh mata ini."


Mentari melambai tangannya tanpa ada niat turun dari pangkuan Biru, mengkode anak anaknya untuk mendekat. ia berkelit karena tidak mau membuat imege Biru sebagai Ayah menjadi jelek di mata anak-anaknya.


Dan si Kembar pun berhambur naik ke sigle sofa yang harusnya satu bokong yang menduduki, ini sudah melebihi kapasitas muatan yang di mana Topan berada di atas sofa bagian belakang tepat di sisi kelapa Biru dengan tangan mungil itu pun memeluk leher Biru, Manja. Pelangi ada di pinggir kiri duduk di atas sisi sofa dengan kaki mungilnya menginjak paha Biru. Posisi Badai seperti layaknya Pelangi di sisi kanan sofa, Dan si Bunda Lempengnya tak mau kalah yang sedari tadi duduk menyamping di pangkuan Biru.


""Sofa ajaib ! kuatkan ke empat kaki mu...kita siap terbang "" Canda Biru menahan beban yang bocah bocah ini tak mau diam dalam duduknya.


""Hahahaha.""


Tawa Mentari dan ketiga bocahnya menertawakan wajah masam Biru yang menahan Beban mereka.


""jangan nangis kejel ya Yah !" Goda Badai dengan mata lucunya berkedip kedip mengejek Ayahnya.


""Ayah habis main cakal cakalan sama Nda ya ?"" Ujar Pelangi


Pelangi dan kedua kembarannya baru menyadari penampilan baju Biru yang sudah tak terbentuk, sobek.


Biru dan Mentari saling lirik, Pasti sesi pertanyaan akan berlangsung lama, Camera on...Biru dan Mentari melambaikan tangan, mundur dari uji nyali...

__ADS_1


__ADS_2