RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 72


__ADS_3

""Aaargh... Lepas, panas !""


Sena mengerang keras, Minta di lepaskan oleh anak buah Biru yang menjaganya, yang ia pun kenal baik orang kepercayaan Biru tersebut.


""Dit, Ditoooo !!!"" Serunya panjang dengan nada membentak sebab kepercayaan Biru yang bernama Dito hanya asyik tiduran di ranjang dengan earphone di telinga.


""Apa Sih, Sen ! Berisik amat tahu nggak Lo ! ganggu gue aja !"" Semprot Dito ketus.


Dito pun bangun dan menghampiri Sena yang tersiksa oleh efek obat dosis tinggi dari Bos-nya, Biru.


""Tolongin Gue Dito ! Lepaskan ikatan gue, imbalannya apa pun, Gue nggak kuat Dit, Gue mohon...Aah !"" Bujuk Sena tak ada pikiran ingin kabur sekarang, ia butuh pelampiasan hasrat. Dan Dito berbadan hamil lima bulan pun tak masalah yang penting punya senjata yang mau masuk ke Gua-nya


Nafas Sena memburu menginginkan pertolongan hasrat, ia bisa gila benar jika tak tersalurkan dari efek Obat laknat itu.


""Sorry aja ya Sena ! Gue takut melanggar perintah Bos, jika sedang marah tahu sendiri kan, sekarang buktinya Lo, Gue nggak bisa bantu Lo !"" Tolak Dito belum terpancing.


""Dito sayang !"" Sena mulai merayu dengan suara berbisahnya. ""Dad*ku minta di sentuh olehmu menggunakan lidah mu ! Dan inti ku pengen di goyang hot oleh pedang mu ! aaah...aku tidak tahan ingin merasakannya."" Pancing Sena dengan wajah sayu seraya menggigit bibir bawahnya, menggoda.


Damn it, ini Dito laki laki lemah iman lho, Di kedipin doang langsung klepek klepek, apalagi sudah di beri lampu Merah kuning hijau berasa terbang di langit ketujuh. Ayo ah..cap cus !


Tanpa melepaskan ikatan Sena, Dito langsung memangsa wanita seksi menggoda yang memancingnya. Dito langsung menyatukan bibirnya bersama Sena. Sudah puas ! ia turun ke leher dengan tangan sudah meremas buah kelapa muda milik Sena !


""Aah...Dito ! Buruan sayang ke intinya, aah...aku tidak ku-kuat."" Racau Sena pasrah...bodo amat dengan penampilan dan wajah hancur Dito yang penting ia di sentuh dan bermain.

__ADS_1


""Burung sampai hutan hutannya, gue tebas abis ! kalau sampai melanggar !""


Dito langsung melepaskan pangutannya di dada Sena, Saat tiba tiba terngiang suara ancaman Biru.


""Maaf Sen ! Gue nggak bisa bantu Lo, malam ini burung pusaka gue memang akan nikmat, tapi esok harinya akan koit terpisah dari badan gue jika peringatan keras dari Bos Biru gue langgar.""


Setelah membungkam mulut Sena pakai kain agar tak mendengar godaan goib dari suara seksi Sena, Dito pun ngebirit masuk ke kamar mandi...main solo bersama sabun hotel, karena Tante Lux tidak di pergunakan di hotel.


Di sisi lain, Setelah dari hotel. Biru langsung tancap gas menuju ke posisi Mentari yang sedang rutinitas ngampus malam. Sabar menunggu di parkiran kampus hanya demi menjemput Mentari seorang. Tapi yang di tunggu sedang bercengkrama alot bersama Mile di dalam kelas, Temannya itu memaksa Mentari untuk mencukur alisnya.


""Mentari ! ayolah, ni pisaunya... cukurin alis gue ye.. Lihat tuh...gue nyukur kok botak sebelah deh !"" Mile menaruh paksa pisau khusus cukur alis di tangan Mentari, ia dengan bibir cemberut mematuk alisnya yang benar tebal sebelah.


""Mile ! Bukannya aku tidak mau ! tapi aku tidak bisa dan tidak pernah berkreasi alis sebelumnya, Apa kamu mau jika alis mu aku botakin tanpa sengaja, tidak ah...!"" Tolak Mentari, Jika di kasih pisau dapur, Mentari jagonya..tapi di kutatkan dengan begituan alhasil kalah total.


"" Petite, aku tunggu kamu di parkiran tapi tidak keluar keluar, Lagi apa sih...lagi nunggu setan kelas untuk menghantui kalian, hah ?""


Biru yang lama menunggu di parkiran merasa bosan tak sabar, memutuskan untuk menyusul Mentari kekelas.


Baru juga Mentari mau menyahut, Ada suara laki laki lain menimpali, menanyakan kenapa dirinya tidak keluar kelas, Sama dengan pertanyaan Biru. Radja Batara !


""Aku dan Mile sedang bermain ini "" Sodor pisau cukur alis Mentari ke Mile. ada rasa syukur atas kehadiran dua pria berbeda usia itu yang menyelamatkan dirinya jikalau benar akan menyukur botak alis Mile.


""Bos dan Tuan Radja mau ngapain ke sini ?"" Heran Mentari menatap bergantian ke pria beda umur tersebut.

__ADS_1


""Selamat malam pak Radja, Pak Biru !"" Sapa Sopan Mile. Mile menyikut Mentari...Tanda keras agar temannya itu jangan berbicara dingin ke Rektor kampus... Mentariii! di depak di kampus ini, kejer Lo. Begitulah tanda kode Mile. Tapi yang di sikut lempeng lempeng saja tidak peka.


Biru dan Radja hanya tersenyum ramah sebagai balasan sapaan Mile.


""Mau mengajak mu makan malam !"" Biru dan Radja kompak menyahut. Sejurus kemudian mereka kompak melotot tajam satu sama lain.... nyamain saja ! Arti plototan mereka layaknya seperti itu.


Mile tercengang dalam diamnya, Pak Rektor kampus mengajak Mentari makan malam ? kalau Biru sih tidak heran lagi, Si Bos tampan punya Mentari. Nah....si Rektor ! ada hubungan apa coba ? Bingung Mile dalam diamnya yang tidak tahu Jika Mentari punya hubungan darah dengan sang Rektor.


""Tidak bisa ! Aku mau pulang saja, Capek, dan ngantuk !"" Tolak Jujur Mentari yang sehari-hari menguras tenaganya dalam membagi waktu bekerja, belajar dan istirahatnya yang sangat kurang.


""Aku / Tulang antar pulang."" Lagi lagi dua kepala pria berbeda umur menyahut kompak.


Dosen killer apa apaan sih, ganggu anak muda aja mau berduaan. dengus Biru dalam hati. Walaupun ia tahu jika Radja adalah Om_nya Mentari, tapi tetap saja ia tidak suka... Posesif ko pakai banget !


Belum sempat Mentari menolak ajakan Radja, Om mirip Amang-nya itu menanyakan kantung matanya yang nampak hitam akibat kurang tidur.


Radja Batara berniat mendekatkan diri secara perlahan...itu mungkin jurus ampuh bin jitu untuk meluluhkan hati ponakannya agar mau memaafkan dan menerima keberadaan keluarga Batara, ia begitu Menyesal atas ketidak pedulian dirinya di waktu Dewa kembarannya minta pertolongan. Setidaknya ada kelegahan sedikit di hati Radja jika melindungi, menafkahi dan akan menganggap Mentari sebagai anak kandungnya tanpa membeda bedakan Mentari dengan Gema Gemi anak kembarnya.


""Oh, aku kurang tidur dan kadang akhir akhir ini, Aku susah tidur, tapi untung kadang ada bos Biru yang menina Nina aku di ranjang sehingga aku bisa tertidur pulas.""


Mata Radja semakin membulat mendengar jawaban lurus Mentari. Radja melirik Biru yang nampak datar biasa saja tak merasa malu atau pun takut di hajar olehnya. Anak perawan adik gue Lo modusin dalam rangka melebihi batas Sagara. Kesal tertahan Radja dalam hati.


""Maksud Mentari ? Biru menina nina kamu di ranjang ? satu kamar berdua ? begitu kah sayang ?"" Tanya Radja hati hati. Radja sudah menahan bogemannya siap meledak di wajah Biru yang santai luar biasa mimik wajah si Sagara.

__ADS_1


Mohon dukungannya yang ikhlas šŸ™


__ADS_2