RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 230


__ADS_3

"Pak, katanya mau menghadiri pesta, tapi kenapa kita malah masuk ke tempat seperti ini, mana berisik lagi.""


Bingung, Tentu saja Jum bingung, Gema membawanya masuk ke dalam sebuah Club malam yang Jum sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di tempat bising seperti ini sebelumnya. ini Gema membohonginya apa gimana sih, Kalau bohong Berarti si trenggiling ini yang makai tipu tipu muslihat.


""Pestanya di tempat ini, klien kita mengadakannya di salah satu VVIP ROOM di sini, Kenapa ? Takut woman ?"" Ledek Gema. Namun ia tidak bohong.


""He, Orang syantiek tidak ada kamus tak-- SATRIA ?""


Mata Jum hampir lepas dari rongganya, di sela Langkahnya mengikuti Gema yang akan mencari VVIP room di club ini, ia melihat Satria duduk intim di salah satu sofa dengan seorang perempuan duduk di pangkuannya seraya bertukaran Saliva, Tangan perempuan itu begitu luwes meraba raba dada Satria seraya terus saling berbelit seperti ular. bersama perempuan tersebut yang hampir bertubuh Vulga* saking kurangnya bahan yang digunakan perempuan itu yang Jum tahu sosok itu adalah Monica.


Kedua tangan Jum mengepal erat menahan sesak di dadanya, Senyum kecut terlukis di bibirnya di kala Satria menyadari keberadaannya.


" Jum ?"" Satria gelagapan, ia baru tersadar sekarang ia sedang apa bersama Monica di tempat umum seperti ini.


""Monica ? Hais.... turun dari pangkuan ku !"" Dengan kasar, Satria mendorong Monica ke sisi Sofa. Jum semakin tersenyum kecut, Tadi saja begitu menikmati cumbuan panas itu, sekarang saat terciduk sudah seperti cacing kepanasan di atas aspal panas.


""Jum, Aku bisa jelasin !"" Mata Satria memancarkan ketakutan, di saat tatapan Jum begitu dingin menghujat masuk ke dalam Netranya, Jum pasti kecewa berat Kepadanya. ia baru melihat mata dingin itu yang biasanya mata indah itu memancarkan cahaya kejahilan konyol, Tapi mata kejahilan itu sudah tidak ada untuknya karena kesalahannya barusan.


Satria jadi menyesal lari ke tempat seperti ini untuk menghilangkan Stresnya niat hati minum minum sejenak menghilangkan beban ini malah runyam, Yap...Satria hampir prustasi sendiri, Setelah dari resto yang dapat kultum dari Mentari, Senja, juga Bang Sam, Serta Langit Biru pun memberi arahan untuk kembali berbicara serius ke Mamanya tentang keinginannya ke Jum, Mamanya malah mengancamnya. Mengancam akan mau bunuh diri kalau kalau ia kekeuh ingin menikahi Jum, Betapa lengkapnya penderitaannya Bukan ?


Tapi...Ia menyadari kesalahannya satu ini bersama Monica di hadapan Jum langsung terciduk. Ia pria normal lemah iman, di rayu...di suguhi yang enak enak si adik bawa sana seketika meresponnya.


""Tidak ada yang Perlu di jelaskan Bang Satria, Ah ya....Saya cuma mau saranin...kalau mau melakukannya, Ngamar napa ! Jangan seperti orang susah yamg tak punya uang, katanya orang kaya, masa nyewa kamar semalam saja tak mampu...atau mau viral terus jadi artis ?!""

__ADS_1


Sorot mata Jum begitu dingin, menahan sekuat tenaga agar mata ini tidak meneteskan air matanya yang mahal untuk pria seperti Satria yang tidak bisa di Percaya...Malam ini, ia akan menghapus nama itu di dalam sana. Cukup sudah. Waktunya berjomblo ria.


Kini tatapan Jum beralih ke Wanita yang duduk santai di sofa tanpa malu, Jum malah mendapatkan sorot mata puas juga senyum senang dari Monica.


Saya membuktikan Ucapan saya Jum, Lebih panas dari kecupan bibir bukan ? Batin Monica dengan senyum remehnya ke Jum.


Jum mundur ke sisi Gema yang setia diam menonton film menyakitkan hatinya, di kala Satria ingin meraih pergelangannya.


""Ayo Pak Gema, acaranya di sebelah mana ?""


Jum reflek bergelayut manja di lengan kekar Gema di saat Satria kembali ingin meraih tangannya.


""Sat, mau pintu rumah sakit atau liang kubur ?"" Tantang Gema yang diam diam mengumpati Satria banci. bisa bisanya enak enakan bersama wanita lain sementara Jum masih berharap Kepadanya. Gema tahu, Jum masih berharap Satria menjadi imamnya, Gema siap mundur Gentleman kalau kalau Satria datang membawa orang tuanya untuk Jum, Tapi di saat melihat ini, Jangan harap ia melepaskan Jum ke pria macam banci seperti Satria.


Ogah gue viral seperti ini, bukan senang malah malu yang gue dapet, plus balik balik akan dapat gagang sapu dari bapak berpeci kalau kalau tahu anaknya masuk Club.. bukannya masjid.


Sampai di VVIP room, Gema dan Jum sudah memberikan salam congratulations nya ke empu pesta, Mereka duduk duduk santai di table paling pojok menikmati pesta bagi orang orang rame di hadapannya, Beda dengan Jum... yang masih memikirkan kejadian di luar room, Gema pun sama, Sedari tadi hanya memperhatikan air muka Jum yang tidak pada tempatnya sekarang.


""Saya punya dua pilihan minuman. Jus apa Vodka, jus bagus untuk kesehatan, Vodka bagus untuk pikiran runyam... Semuanya akan enteng."" Tawar Gema dengan dua gelas di hadapannya yang baru di tarik dari salah satu pelayan.


""Ck, Bapak Gema mau mencekokin saya Vodka, dengan embel-embel bisa membuang pikiran ruwet, Saya mabuk terus anda seenak jidat menyentuh kulit saya... Cih, jangan harap. Bapak Batara yang terhormat."" Jum mendelik malas ke wajah kaku Gema, eits...si kaku tersenyum manis, tumben tumbenan.


""Kamu pikir saya banci apa ? atau seorang pedofil, begitu ? dalam keadaan sadar pun saya bisa menyentuhmu kalau saya mau, tidak usah pakai trik trik busuk menggunakan Vodka segala."" Gema menyesap Vodka tersebut dengan mata tak lepas dari bibir Jum yang komat Kamit mengumpatinya.

__ADS_1


""Kenapa tidak nangis kejer, tadi ?"" Penasaran Gema, kebanyakan kan Wanita saat mendapati pasangannya ada affair, pasti menangis atau apa lah yang lebay itu.


""Nangis ? Oh, nanti di rumah..di sini tidak ada ember.. takut takut Club akan terhempas tsunami, kasian orang orang yang kebanyakan dosa di sini, belum tobat.""


Fixed...!!! Gema berhasil di buat tertawa kecil oleh woman satu ini, ajaib sekali perangai si Jum, di saat hatinya masih terpuruk kacau saja masih sempat sempatnya bercanda somplak.


""Aih, si bapak dingin tertawa, perlu di viralkan ini mah."" Goda Jum dan Cekrek. Benar saja si somplak ini memotret Gema yang masih setia tertawa geli.


""Eh, woman ! Mau di apakan foto saya, eum ?""


Gema melotot, si woman masuk kedalam akun sosial dengan membawa fotonya.


""Mau saya dukunin, Siapa tahu bapak linglung agar di kantor tidak lagi kaku dan linglung agar gaji kami di kali lipat kan, iye kan !"" Jum sebenarnya ingin nangis kejer, berkelit bercanda saja agar bayangan Satria tadi tidak terbayang.


""JUM !"" Bentak Gema, yang tidak suka fotonya di sebarkan.


""Huawaaa ! Hiks...Hiks...!""


Adaoouuuu!!! Gema kaget di buat si Jum, di bentak satu oktaf saja kok nangis kejer sih, tadi saja tak nangis di khianati Satria, ini...aduh, cup, cup cup... Jangan nangis dong !


""Maaf Jum !"" Sesal Gema yang mengira Jum menangis kejer karena bentakannya, Untung musik di ruangan ini begitu jedag jedug berdisko jadi Jum nangis kejer juga tak mengundang banyak mata.


": Huawaaa. !!!"" Jum semakin nangis saja, Hidung itu pun berair dan dengan santai mendekat ke arah jas bagian lengan Gema untuk sekedar mengusap ingusnya di sana.

__ADS_1


ASTAGA Jum, Jorok sekali jadi perempuan !!! Tentu saja Gema hanya negebatin, takut takut ia bersuara terang terangan malah membuat Jum guling guling kejer lagi. Gema melirik pakaiannya yang ternoda oleh si Jum ini. Sabar Gema. Batinnya.


__ADS_2