RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 215


__ADS_3

Meninggal kan sepasang suami istri yang melakukan Hon Hon dengan suara ah uh ah di dalam office, Jum pergi begitu saja tak menganggap adanya Satria yang terus merayunya di sebelah langkahnya berjalan menuju lobby.


""Aku antar ya sayang ! ini kan sudah malam."" Bujuk Satria merengek.


"" Ck, tadi aja merendahkan...ini cayang cayangan...ntuttalaaah." Batinnya tak menyahut.


Ahaiiii, Asiiiikk...Hujan ! Hati Satria terpekik ria, alam mendukungnya di luar sana yang sedang hujan di malam hari begini. Jum mau tidak mau pasti menerima tawarannya.


""Hujan air sayang !""


""Aku tahu itu hujan air, masa salju !"" Jum menjawab. Dengan langkah terus menuju ke pinggir lobby.


melihat itu Satria menarik tangan Jum yang ingin menerobos hujan.


""mau kemana, eum ? Hujan begitu juga mau di terobos.""


"Yaelaaah, Itu mah air doang Abang, bukan truk yang akan menabrak sampai koid.. Mainan ku sadari kecil Bersama Mentari di kampung ini mah. Kulit badak ku juga tidak ada tuh kamus akan masuk angin hanya karena air hujan yang mainnya keroyokan. Kalau air hujan senangnya keroyokan, maka aku senangnya hujan hujanaaan... Hahahaha.""


""Eh eh eeh, hais...Hahahha, Dasar gadis nakal, Awas kamu Jum. !!!!"


Jum dengan jahil mendorong Satria masuk ke dalam derasnya hujan, ia pun menyusul masuk ke dalam derasnya hujan. Jujur sih...tadi memang ia kesal ke atu pria ini yang sudah menghina dan tak mempercayainya, tapi...Ya sudah lah, tidak ada faedahnya juga ngambek lama lama, Ia kan tipe orang suantaiiii. orang pemaaf itu di beri kecantikan mempesona tiada tiara lho.... Kalau tidak percaya nanya aja ke orang tua masing-masing, Bapak Amma...Jum cantik tidak ? Pasti ke-dua beliau menjawab sangat cantik... Hihihi, padahal mah Karena anak sendiri makanya di puji.


""Hahaha, Ini lah namanya hidup, Menikmati segalanya yang di berikan oleh alam."" Jum begitu senang, layaknya anak kecil yang sedang tersenyum bahagia seperti tak mempunyai beban hidup.


Satria yang melihat wajah ceria itu, ikutan tersenyum luwes, Mengikuti pose Jum yang merentangkan tangan, dengan wajah itu mendongak ke atas seraya mata terpejam menikmati air gratis yang menyenangkan rupanya. Tapi se...se...se..! Huaaching.. Huaaching.. Aih, masuk angin langsung ni badan. Hmmm.. Itulah bedanya imun kekebalan tubuh orang kota dengan imun kekebalan orang desa. Kulit orang Desa tergolong kulit badak, kuat.


""Yaaaak, cemen rupanya !"" Ledek Jum. Satria sudah menggigil. ""Aduh, maaf ya !"" Sesalnya, saat melihat bibir itu sudah bergetar.


""Tak apa ! tapi jujur...ini menyenangkan..tak apa juga tubuh ini sakit yang penting ada kamu yang mengobatinya dengan cara seperti ini.""

__ADS_1


Dan Satria pun dengan modus modus busuk, memeluk tubuh molek Jum, tetiba. membuat gadis ini terpekik hebat. Untung bapak berpecinya di apartemen. alamat mati lah ia dapat sabuk pinggang di tubuhnya kalau beliau melihat pose intim ini.


""Ya udah yuk, kita balik..aku takut kamu malah ping---eeeh tuh kan pingsan deh ah, Sat...Bang.... Satria..ais, orang syantiiiik di bikin repot."" Dumel panik Jum.


Jum tidak kuat menahan beban berat badan Satria, dengan terpaksa.. perlahan lahan membiarkan tubuh itu tergeletak di bawah. Aduuuh.. Abang jangan mati ya...Nanti adek gatot nikah dan malah masuk penjara lagi, ah.


""Tuh kan, Petite ! Sudah ku duga.""


Biru dan Mentari yang sebenarnya menonton film so sweet ala ala Jum dan Satria yang hujan hujanaaan di buat kaget akan keadaan Satria...eits, Hanya Mentari yang kaget, Biru sudah tidak lagi karena ia tahu Satria-sahabatnya itu sangat Cemen dengan air hujan.


""Tolongin Hulk." Dorong Mentari ke tubuh Biru masuk ke dalam derasnya hujan.


Dan Biru pun sudah basah, mau tidak mau, harus mau menolong Satria dan Jum.


""Ck, Banci Lo, Sat !"" Biru bukannya prihatin malah ngumpat di hadapan Jum dan Satria yang sudah tak sadarkan diri. di papanya tubuh besar itu masuk ke pelataran hotel.


...*****...


" Dengar ya woman ! Laki laki itu tidak suka di rawat oleh Dokter, Kebanyakan pria termasuk saya dan Satria pun lebih suka di rawat oleh pasangannya, dan kamu Woman... sebagai calon istrinya Satria...ya kudu urus sendiri tuh tubuh Satria yang masih basah kuyup, cepat cepat deh kamu membuat tubuh basah itu kering, takut takut kena penyakit hipertermia, nambah runyam nanti dan Dia akan baik baik saja setelah esok pagi, Lo perlu temenin saja dia di sini, Paham woman ?""


Mata Mentari sedikit membulat yang kata Hulk-nya Jum harus membuat tubuh itu kering, Aiis.. mata Jum bakalan tercemar sebentar lagi.


Sementara Jum, sudah menelan ludahnya berkali kali akan penuturan maksud Biru yang menyuruhnya tinggal satu kamar dengan Satria..its Ok, satu kamar tak apa..toh Satria juga dalam keadaan pingsan, Tapi itu lho...Masa ia harus membuka baju Satria yang basah kuyup.. aduuuuh...Ogeb Lo Jum, kalau tahu ujung ujungnya repot begini mah..ia tidak akan mendorong Satria masuk kedalam derasnya hujan.


""Mentari...Bantuin dong !"" Rengek Jum.


Mentari menggeleng, tentu saja ia tak mau membantu Jum untuk melucuti pakaian Satria. Bisa bahaya di hukum oleh Biru... Bibirnya sekarang saja masih bengkak karena ulah keganasan suaminya.


Biru Tersenyum tipis melihat kereflekan kepala penolakan Mentari. ""Jadi maksudnya ? Kamu ingin membuat istri saya melihat tubuh Satria, begitu kah woman hmmm ?

__ADS_1


Setdaaah ahhh..Ini Suami Mentari nyebelin amat di mata Jum, Ingin sekali Jum membidik mulut pedas Biru memakai senapan.


""Hehehe...pisss Bigg Boss, Kalau begitu...Pak Biru sebagai sesama laki laki tak masalah dong ini itu baju Satria."" Harap Jum membujuk Biru agar mau membantunya. masa belum sah sudah di buat panas dingin dengan tubuh kekar Satria yang sebentar lagi di buat naked oleh tangannya sendiri. Wajahnya sudah panas dingin duluan hanya membayangkannya saja.


""Jijik gue, Gue lebih senang meng ini itu baju Mentari dari pada harus melihat pedangnya Satria.". Geli Biru dalam hati meledek Jum.


""Mentari !!!"" Rengek prustasi Jum.


""Apa sayang ! Lakuin saja se apik mungkin, tutup mata dan raba raba saja, Tidak susah kan !"" Ide polos Mentari. Biru terkikik akan ide konyol istrinya. Raba raba ?


Ck, kalau salah Raba bagaimana dong ?! tangan suci gue bisa di tebas sama bapak di apartemen.


""Ya sudah sana pada pergi deh kalian, tidak ada gunanya juga kan kalian ada di sini, apalagi pak Bos, laki laki tapi tidak mau melihat pedang sesama."" Sembur ketus Jum mengusir. ""Tari, bapak Amma di apartemen bagaimana kalau saya nginap di sini coba ? tolongin saya ya !""


""Ok, serahkan kepada saya, Tapi Ingat ya Jum, belum sah... Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan akan ketidak berdayaan Satria."" Goda Mentari.


""Hah ? maksud kalian...Gue berniat memperkosa Satria, begitu ?""


Mentari dan Biru kompak mengangguk cepat.


" KYAAA, PERGIIII !""


Hahahaha, Mentari dan Biru pun ngacir keluar, rencana pulang ke apartemen hanya rencana saja deh, Di luar kan hujan, masa harus pulang dengan kendaraan Mogenya.. Soo, Hon Hon akan benar benar berlangsung di kamar hotel yang sudah di siapkan Jum untuk mereka berdua... Asyik, pekik Biru dalam hati.


Sementara Jum, sudah kelar mengganti pakaian basahnya dengan bathrobe...ia sudah ambil ancang-ancang untuk melucuti pakaian Satria yang masih basah.


""Tutup mata Jum, jangan di buka... jangan di buka matamu, please mata ya... jangan penasaran, setia lah dengan otak.. Jangan mesu* penasaran lo ya...nanti bintilan gueeede, nyaho Lo !""


Kumat Kamit bibir itu seraya mata tertutup dengan tangan itu pun melobby tubuh Satria untuk di lepaskan di bagian pakaian tengah Satria.

__ADS_1


"" KYAAA, Gue salah pegang... Njriiit !!!


__ADS_2