
Hari ini Mentari bersyukur, Si bos ketus Arkan tidak masuk padahal ia telat lagi lima menit.... hanya lima menit tapi seperti lima jam bagi Arkan yang selalu ingin ber-argument debat dengannya. Arkan orangnya profesional dalam bekerja, walaupun Arkan mengakui dirinya sepupu tapi jika masalah kerjaan tetap saja judes.
""Mentari tolong layani pelanggan di meja sepuluh ya nak !"" Suruh Bu Bina.
""Siap Bu !"" Cengir Mentari hormat semangat empat lima. Di rantau...Bu Bina seperti Amma kedua baginya...ia suka di beri wejangan jika saat saat santai.
Dengan ceria pun, Mentari menghampiri meja sepuluh dengan senyum ramah sopan menyapa.....Sena ? pelanggannya adalah Sena.
""Selamat siang mbak Sena, Mau pesan apa ?"" Ramah Mentari sebagai waiters. Tapi wajah pelanggan ini sinis benar kepadanya.
""Mau pesan agar Lo menjauhi keluarga Sunjaya dan Batara termasuk Biru !"" Ketus Sena tak tahu tempat bernada tinggi. Mata para tamu ikut penasaran.
""Jika pesan nama makanan itu, tidak ada di sini mbak, pesan yang lainnya.!"" Polos Mentari menyahut santai, ia juga tak pernah merasa dekat oleh dua marga itu kok di suruh menghindar. Biru ? kalau Bosnya itu sih...ya pria itu sendiri yang terus menempel dengannya.
Tawa para pelanggan menyahuti kepolosan Mentari yang menanggapinya biasa biasa Saja.
Sena mengerlyat tajam ke orang orang yang menyinggung mengejeknya. Shut up...para tamu lainnya. tapi mata masih setia memantau....akan ada pertunjukan heboh sebentar lagi....tebak para tamu.
""Dengar ya Mentari ! Walaupun Lo aslinya ponakan dari pemilik resto ini, gue nggak takut dengan Lo. asal Lo tahu, Gara gara ngebela Lo, pak Titan datang ke kantor cabang dan langsung memecat gue dengan cara tidak hormat.""
__ADS_1
Mentari terdiam mencerna kata-kata Sena. Tidak mungkin ? Sena pasti ngaur dengan ucapannya....mana ada Tuan Titan membelanya dengan cara memecat Sena, lagian masalahnya apa sehingga Tuan Titan memecat Sena atas nama dirinya. Tuan Titan aja terlihat seram dan terkesan cuek di matanya, Aneh... cueknya tak merespon, masih sabar dengan kesinisan Sena.
"" Gue heran dengan Lo ! Lo pasti pakai pelet kan, Jenis pelet apa yang Lo pakai hingga banyak pria menyukai Lo, Sampai pak Titan pun membela Lo dan berakhir karir gue hancur, katakan ?"" Tuduh Sena dengan lantang. Penonton di setiap meja semakin antusias pasang mata dan telinga.
""Banyak yang suka itu hanya Keberuntungan semata. Masalah pelet ! Saya tidak memberi mereka pelet. Mereka kan manusia bukan ikan yang di kasih makan pelet.""
Buahhahahah....
Tawa para pelayan resto kembali membahana dengan jawaban lempeng Mentari. Tapi gadis ini benar juga jawabannya...ikan kali di pelet.
Sena semakin geram, malu ! Ni gadis desa terbuat dari apa sih ? bebal amat tuh hati ! Tidak tahu aja Sena jika Kepekaan rasa diri Mentari....jago begonya !
""Gue kesini mau menghina Lo, bodoh !"" jawab Sena dalam hati.
""Eh.. Mentari ! Gue bingung harus berkata apa ke Lo, Lo itu tidak tahu diri, tau nggak ! Pantas saja Amang Lo koit dengan sangat cepat , Amang Lo nggak sanggup sih punya anak kaya Lo yang bibitnya pelakor seperti Amma Lo yang merebut calon suami orang ! Lo juga pelakor... merebut Biru sebagai gebetan gue dari SMA. Mampus Lo di tinggal mati oleh Dewa Batara yang di buang di kucilkan itu, Enyahlah kau !""
Raut wajah Mentari merubah seram seketika, Matanya sudah berubah warna dengan beringas. Ia marah ! Ia tidak suka dengan kata kata Sena yang merendahkan kedua orang tuanya. Dan menyukiri kematian Amang tercintanya. Dan lebih menyakitkan kupingnya adalah Ammanya di katain pelakor.
Aduhhhh
__ADS_1
Tanpa berbicara banyak..Gadis rantau itu menarik Sena yang duduk cantik di kursi. Menghempaskan tubuh Sena ke lantai dan langsung memukul Sena dengan membabi buta. bahkan Mentari sudah duduk di atas perut Sena. Mentari tak memperdulikan ia ada di mana sekarang bahkan ada suara ribut pelanggan resto lainnya pun tak di perduli kan olehnya saking tak terimanya orang tuanya di cela....Orang Tuanya adalah sebagian jiwanya...Lo hina babak belur hukumannya.
""Ada apa ini ribut ribut ? Mentari ! Sena !"" Biru yang sengaja datang berkunjung ingin makan siang dengan modus hanya ingin menikmati wajah manis Mentari, terkaget bukan main ! Melihat pemandangan langkah yang di perbuat seorang Mentari yang polos manis lembut bisa menghajar Sena sampai tak berkutik. Luar biasa ! Stand up plus buat si Petite.
"" Apa Lo kata hah ? Amang gue mati karena tidak tahan dengan adanya gue, begitu ? Amma gue jadi pelakor kata Lo ? Apa salah Amang gue dan Amma gue hingga Lo bawa bawa namanya dengan penghinaan, dasar manusia bedah plastik kresek ! Amma Gue bukan pelakor...asal Lo tahu dan jangan sok tahu.""
Mentari bahkan menggebu-gebu emosi dengan tuturan Lo Gue yang selama ini tinggal di kota baru kali ini ia pakai...sopan santun dalam berbicara hilang sudah ke Sena.
""Kalau Lo maki maki gue dengan hinaan apa pun, Fine ! Gue masih sabar ! Gue tak masalah selagi gue nggak berdarah darah...tapi ini, Lo hina kedua orang tua gue... Tedong (Kerbau). Lo bahkan tidak pernah tahu wajah Amma Gue...tapi dengan lancang mulut Lo itu menghinanya.""
Mentari baru ingin menjulurkan tangannya ke Leher Sena berniat mencekik wanita tak berpendidikan mulutnya itu, tapi pergerakannya ada yang menghentikannya. Tubuhnya di angkat oleh seseorang dan dengan gampang orang itu menaruh tubuhnya di pundak kekar... Ini siapa lagi...Lo pikir tubuh gue karung beras apa, hingga di pikul dengan entengnya.
""Lepaskan ! turunin gue, Gue ingin menghukum orang yang sudah lancang menjelek jelekan Orang tua gue yang orangnya tidak ada di sini ! Gue benci mulut lebar dia."" Ronta Mentari di atas pundak Biru yang terus berjalan ke pojok restoran yang sepi. Mentari menggigit pundak Biru hingga dengan terpaksa Bos yang Bucin itu menurunkan si Petite yang nampak seperti kesetanan, marah !
Pantas saja seorang Mentari mengamuk luar biasa, Sena sudah menyinggung paling kesensitifan hidup si Petite.... Pikirnya. Biru pun dengan cepat memeluk erat tubuh Mentari agar tenang dari amarahnya terlebih dahulu.
Sena yang melihat Biru ada di tempat seketika berubah dramatiskan keadaan yang seolah olah di sini adalah korbannya dirinya...Pas.... dengan penampilan berantakan seperti sekarang...Ok, Seketika ada rencana bagus untuk membuat Mentari jelek di mata Biru, pikirnya akan berhasil....FTV drama musuh Mak Mak pemirsa On.
JEJAK LAH...LIKE... KOMEN...VOTE... BUNGA BUNGA JUGA BOLEH.... IKHLAS OK!
__ADS_1