RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 53


__ADS_3

""Tari, Hari ini kita ada acara Gathering, kamu mau tidak nak, jadi Waiters penjamu Catering para keluarga pengusaha di sana, kata pak Arkan Fee nya gede lho sayang, Kamu free di kampus kan ?Mau ya Nak ?"" Bujuk Bu Bina


Bu Bina, Ketua Staff di restoran Arkan yang paling sepuh bekerja di sini begitu lembut memperlakukan Mentari.


""Mau Bu, Mentari mau pakai banget lagi."" Dengan Ceria Mentari mengangguk angguk seraya tangan lentik itu melipat taplak meja, Rejeki anak Amma ini mah, atau buah dari hasil meeting dadakan yang di lempar Arkan dua hari kemarin.


Dan setelah beberapa menit, Mentari sudah berpakaian batik Nusantara, rambut tertata rapi dengan anak rambut sengaja di keluarkan oleh Bu Bina sebagai perias dadakan untuk Mentari.


"" Duh, Gusti...kamu kok cantik sekali ya Mentari, ini sih lebih cocok menjadi artis sinetron FTV saja yang seakan mendalami peran gadis batik Nusantara, nanti kamu penyambut para tamu pengusaha pengusaha itu saja ya nak, kamu sangat cocok di bagian depan, biar waiters lain dan ibu yang akan menjamu makanannya, tapi setelah penyambutan selesai baru kamu bantu bantu kami untuk menjamu beberapa pengusaha itu. Mengerti Mentari ?""


Tuturan pujian lembut khas medok Jawa solo Bu Bina itu baru menyadarkan Mentari jika pantulan di dalam cermin memang sangat lah manis dan cantik, selama ini ia tidak pernah berlama lama berkaca, bahkan ia pun tidak pernah berdandan ala ala gadis seumuran dengannya, Buang buang waktu saja pikirnya, lebih baik ia berteriak di komplek.... Sayur...Sayur.


Bahkan Arkan yang masuk ke ruangan khusus staff seketika mematung dan berkali kali menelan ludah keringnya....Air mana air... Arkan kering kerontang nih.


""Pak Arkan !"" Bu Bina yang melihat bos mudanya, menghampiri. Mentari pun menghampiri dengan senyum manis sopannya membuat Arkan kembali jedag jedug, Jantungnya parah ini mah.


""Pak, kami sudah siap !"" Bu Bina yang menyadari gelagat aneh bosnya hanya tersenyum menanggapinya.


Kekaguman Arkan ambiyar saat Zila muncul tiba tiba datang seperti jalangkung bergelayut centil di lengannya


""Sayang. !"" Suara Manja Zila menyapa Arkan, Namun matanya berbicara tajam ke Mentari. Berniat membuat Mentari cemburu. Namun gadis rantau manis ini hanya datar biasa biasa saja. Lengan Arkan putus di gelayuti pun, Gadis ini tidak akan peka.


""Kamu ngapain di sini ? saya bilang kan kamu tunggu di mobil saja, Saya harus briefing sebelum kita semua berangkat ke ballroom, Sana pergi jangan ganggu !"" Ketus Arkan tak tahu tempat, mengusir calon tunangan paksanya di depan beberapa staff. "" Ganggu saja mata ku, menikmati keindahan boneka Barbie bergerak tersenyum bolong di hadapan ku."" lanjutnya dalam hati.

__ADS_1


""pacar kok di ketusin. !"" Mentari pun mencibir dalam hati.


Kepergian Zila menghentakan kaki sebal tanpa permisi membuat para staff tersenyum geli.


""Jangan ada yang tertawa atau Fee-nya akan saya batalkan, mau ?"" Ancam Arkan. Semua pada menggeleng...Bos ketus ini pasti sudah mempunyai penyakit darah tinggi. Cibir Mentari lagi.


...****...


""Dari perusahaan mana pak ?"" Tanya Mentari begitu sopan yang mulai ada tamu undangan dari setiap nama perusahaan ternama di kota itu. Setelah mendapat jawaban, Mentari menuntun jalan masuk ke ballroom begitu sopan untuk mengantarkan mereka ke masing-masing kursi yang sudah di beri nama perusahaan tersendiri.


Dari dua puluh lima nama perusahaan yang di undang tinggal empat nama perusahaannya yang belum sampai. KA Grup alias Kemal Abraham Grup (Yang pernah Baca novel Meca dan Bintang akan tahu siapa pemiliknya, Kemal Abraham si Casanova tobat. Kusuma Grup milik dari si Langit sekeluarga. Sunjaya Grup, Nama persuhaan ini yang membuat Mentari menyesal sudah mau mengambil lemburan ini, getir getir takut bertemu si Bos besar yakni Titan Sunjaya.... Mentari mau kabur tapi sayang Fee-nya satu bulan gaji. Dan satu lagi, nama perusahaan yang sepertinya tidak asing di telinganya, Yakni RD Batara Grup.


Seketika Mentari teringat dengan Amang-nya, Dewa Batara, yang sudah meninggal dari ia masih duduk di sekolah dasar.


""Mentari, Kenapa bengong ? ayo cepat kerjakan tugas mu, Perusahaan dari Kusuma Grup, KA Grup,dan Sunjaya Grup, Katanya sudah sampai di depan lobby secara bersama, Saya kali ini tidak bisa membantu kalian karena saya pun di sini tamu undangan Batara Grup sekaligus Catering dari Gathering ini. Mengerti ?""


Mentari hanya mengangguk dari perkataan Arkan, melirik sekilas Arkan yang berangsur-angsur menempati rombongan kursi tamu dari Batara Grup yang sudah ada Keluarga inti Arkan bahkan ada Zila pun di antara kursi Batara Grup.


Ternyata Keluarga Batara ? mereka ! Batinnya dan kembali bekerja lagi.


""Selamat datang tuan tuan."" kini Mentari menyapa sekaligus tiga rombongan dari tiga perusahaan besar, Matanya bersetubruk dengan Titan yang mengerutkan dahi dengan Vane pun menatapnya dengan tatapan berbinar, Sementara Biru belum menyadari akan adanya si Petite yang sedang menundukkan wajahnya, takut. Pria berwajah brownies itu sedang sibuk mengoperasikan layar pintarnya.


""Kamu ?"" Tanya Titan memastikan, penampilan Mentari sangat berbeda di balik netra yang di tenggerkan kaca mata. Mentari masih tak berani menatap dari mereka.

__ADS_1


""Mentari, kan ?"" Kini Vane yang bertanya lembut dengan jari jentik itu membantu menaikkan dagu Mentari.


Mentari tersenyum sopan. ""I- iya Bu---Nyonya, Tuan !"" Gagap Mentari masih tak berani menatap Titan yang terlihat tampan gagah di usia paruhnya, Namun di mata Mentari tampan itu terlihat seram, ia melanggar janjinya yang tidak akan muncul lagi di hadapan Titan.


""Wah, Cantik sekali ?"" Vane mengulas senyum pujinya. Titan tak mau berkomentar, pria berwibawa itu tidak bisa menyela jika sang istri manja ada di sampingnya.


""Ada apa ini, kenapa macet ?"" Si Casanova tobat Kemal menggandeng Yola dan di belakangnya ada Nata dan sekretaris cantik Isabella berdiri ikut penasaran, Dan gerombolan Kusuma Grup yakni gerombolan Langit menyelonong masuk, tak mau membuat masalah dengan ikut campur, padahal ia pun hampir mengeces melihat penampilan anggun Mentari. pikirnya ini bukan waktu tepat, masa ia menggoda gadis di depan pengusaha terkemuka, Sangatlah imoral.


"" Tidak ada apa apa tuan ! Ayo silahkan masuk Tuan taun berserta Nyonya sekalian. !"" Tidak ingin merasakan lemah otot beralam lama, Mentari pun memberanikan suara untuk menggiring Mereka semua masuk ke inti Ballroom, Dan Alhamdulillah mereka semua menurut melangkah masuk tanpa ada masalah lagi buat kerjaan Mentari. Tapi melihat wajah binar Vane, ibu dari Biru itu sepertinya Menyeringai misterius.


"" Petite ? apa itu Mentari ?"" Gumam Biru yang samar samar mendengar suara yang selalu ingin ia dengar, Menatap punggung mungil itu yang memang tidak asing. ""Ah, saking rindunya, Sampai mata dan kuping ku jadi eror Linglung."" Biru pun mendekat ke arah rombongan yang tertinggal setelah berusaha menelpon Mentari tapi tidak di responnya.


""Penyambut tamunya, Manis ya ?""Bisik Tanya Nata meminta pendapat ke Ibell sang sekretaris yang selalu di goda mesum namun selalu di acuhkan telak godaannya.


""Eum, Sangat ! apa Bos mau menj----""


""Tapi kamu lebih menggoda, kita ke kamar hotel ini Yuk ?"" Potong Nata mulai mesum


Bugh...


Satu tendangan Ibell diam diam dari keluarga Nata berhasil mendarat di tulang betis Nata. Nata terkikik sekaligus meringis. Gagal lagi !


CT: Yang asing dengan toko Titan, Vane, Kemal, Yola, Nata, dan Isabella...boleh mampir dulu ke Novel "***My Neigbhor, I love U"" dan Novel "BINTANG (JOURNEY OF LOVE) Supaya tidak merasa bingung, Tapi tidak ke 'Sana' juga tidak apa-apa sih karena tidak selamanya si toko tersebut akan ada ! Terimakasih atas kunjungannya šŸ™šŸŒ¹šŸ˜‰

__ADS_1


Dan Double Thanks bahkan Triple Thanks untuk kalian yang meninggalkan...Vote, Bunga , komen dan Like, Lope Lope sekebon buat kalian šŸ’˜šŸ’˜šŸ’˜šŸ’˜ 😁***


__ADS_2