
Gemi memasuki pelataran gedung Club malam bersama ketiga temannya setelah selesai melatih nak muay yang di gelutinya sebagai hobby, Wajahnya sedikit memar seperti habis korban KDR, Tapi bukan ? ia habis sparring di sangkar bersama ketiga temannya yang satu laki laki, dan ke-duanya perempuan.
Derap langkah kakinya langsung di suguhi lagu Anytime dari Don Diablo yang di mainkan EDM, Tentu saja jiwa dancenya langsung meronta, ia memang sering ke Club hanya untuk sekedar menikmati suguhan EDM di lantai Dansa tanpa aneh aneh.
Tapi kali ini mungkin terlihat bahaya bagi Gemi, Dari langkah pertamanya masuk di club ini, sudah ada mata jahat yang membidiknya, dari sudut ruangan ada gerombolan para joki saingannya sedari dulu mengincar Gemi yang gualaak nan susah di taklukkan olehnya sekarang mempunyai siasat bagus untuk memiliki tubuh angkuh itu khusus malam ini.
Yap....Angkuh ? Angkuh karena Gemi susah sekali di modusin, yang ada kalau ada pria yang macam macam, malah di jurus nya sampai pria itu terpontang panting. Dan sebagai Pembalasan, memilikinya satu malam sungguh asyik terdengar dan terbayang di otak hormon testosteronnya.
"" hey, mau kemana Lu, Yordan ?""
Pria yang di panggil Yordan oleh temannya hanya mengkode untuk sang teman temannya mengikuti alur dagunya yang tertuju ke gerombolan Gemi yang sudah pada asyik menikmati lantai dansa bersama lautan manusia yang sedang berliuk liuk.
""Wihhh, sukses saja bro ! Sukses di jab maksudnya."" Hahahaha, dan tawa ejekan pun dari keempat temannya terdengar penyemangat untuk Pria yang bernama Yordan.
Lihat saja nanti ! Gumamnya beranjak ke meja bartender dengan otak picik sudah singgah di otak.
Dari bartender pun, ada seorang laki laki yang sedang menikmati Vodkanya yang berkelas A, sedari tadi sudah melihat gerombolan Gemi, tapi ia hanya whatever, Tak mau menyapa barang sedikit pun. Yang penting minum dan menghilangkan penak otaknya, tangan cederanya pun ia abaikan, Ya.... siapa lagi yang sekarang sedang cedera kalau bukan Satria. Waktunya lebih sering ia gunakan di club malam setelah berpisah dari Jum. Para wanita haus belaian pun sering ia gunakan jasanya. ia bertahan di kota ini hanya untuk menunggu hari H nya Jum untuk sekedar minta maaf dan memberinya selamat. Aku bukan jodohnya kata pemusik ngetrend di permusikan sana.
""Bill, Gue ada job ni buat lho."" Yordan duduk di sebelah Satria yang hanya cuek. mengeluarkan beberapa lembar uang merah untuk bartender.
""Apa boss !"" antusias, tentu saja bartender yang di panggil Bill bersemangat akan mendapat lembaran uang.
Dan Yordan tanpa basa basi pun menjelaskan ke Bartender untuk mencampur kan blue wizard bin obat peningkat gairah seksua* untuk Gemi minum kalau wanita itu memesan minuman. Dan Satria mendengarnya dengan sangat jelas, Tapi ia bodo amat karena Satria tidak tahu siapa sebenarnya target dari pria yang ada di sampingnya ini.
""Bill, cocktail !"" Pesan Gemi yang hanya memesan minuman yang beralkohol kadar rendah dan tidak akan ada efek mabuk untuk calon konsumen. Mata itu pun bersibobrok dengan orang yang ada di sampingnya. Satria.
__ADS_1
""Sat ? Lo di sini ? Tangan Lo kenapa di gips Seperti itu.""
Ulah kembaran mu yang sialan itu.
Satria hanya melirik tanpa menjawab.
"" Ck...ck..ck, Gue tahu alasannya kenapa Lo terlihat berantakan seperti ini, karena Cinta ? iya kan ? Cinta memang gila bro, bisa membuat seorang pria yang tadinya kalem menjadi kelemar. Hahaha !"" Ledek Gemi yang tentu saja tahu persis permasalahan Satria bersama Jum yang sebentar lagi akan menjadi Kaka iparnya. Tapi Gemi dan orang lainnya tidak tahu aksi Gila Satria yang berakhir cedera begitu.
""Berisik Lo, Gemi ! Pergi lah !"" Mata Satria sudah memerah hampir kehilangan kesadaran jernihnya. mabuk. Gemi yang tak tega melihat itu masih stay di tempat, takut pria ini tidak ada yang mengantarkannya pulang. Jadi biarkan malam ini ber-amal sedikit untuk Satria, duduk seraya menikmati minuman yang di pesan.
"" Gemi, Lo tahu nggak, Kembaran lo itu brengsek. Dia sudah mendapat gelar juara sebagai orang penikung ulung.""
Nah kan, sudah ngepost racau.
Enak aja lo kata. Gemi menoyor jidat Satria yang sedari tadi mencondong kan wajahnya ke hadapannya. mimpi dulu kalau Lo mau ngebunuh kembaran gue.
""Ayo, Gue antar pulang, Lo sudah mabuk !"" Sebelum berdiri, Gemi menghabiskan minumannya. Sayang, sudah di bayar !
"Shiiiitt, Kenapa Gemi pergi sebelum obat itu bereaksi sih ?" Dari jauh, Yordan ingin mengejar langkah Gemi, tapi ia malah bersibobrok gerombolan banyak orang yang baru masuk. membuatnya lama di tempat.
Ahh, sialann ! Gagal lagi. Umpatnya, Gemi sudah melajukan mobilnya. Gue yang usaha, orang lain yang dapatin hasilnya, enak benar tuh cowok ! Dumelnya pergi.
...*****...
Hoeeek.
__ADS_1
""ish, Jorok amat sih !""
Satria munta munta karena efek alkohol, mengotori Pakaian sendiri. Gemi yang melihat itu tak jadi meningkalkan kamarnya, kamar ini memang kamarnya di apartemen sama dengan apartemen milik Mentari Senja juga Gemi. Benar kata Gema waktu itu, di mana ada aset Dewa, maka aset Radja pun ada yang harus adil di bagi dua.
Satria dari dalam mobil tadi, tidak mau di antar pulang kerumahnya, dan mengancam Gemi kalau ia akan lompat dari mobil kalau Gemi mengantarnya pulang ke rumah yang sekarang masih ada mamanya di sana.
""Lo nyusahin gue, Sat ! ini pertama kalinya gue peduli ke pria, Dan itu karena gue kasihan kepada Lo, itung saja ini pertanda maaf dari kembaran gue yang sudah merebut Jum dari Lo, lagian Lo juga sih, jadi laki kok Cemen amat, tak bisa mempertahankan keinginan sendiri, kalah sama Mak lampir yang sialannya mama Lo sendiri.""
Seraya berceloteh, Gemi membuka baju Satria yang sudah kotor terkena muntahan. Tapi ada rasa aneh yang menyelimuti tubuh Gemi saat melihat dada polos Satria.
Shiiiitt, Kenapa tubuh ku terasa panas. Pikiran dan tubuh Gemi sedang bergulat, tangannya mengepal terurungkan seketika saat ingin menghela lembut dada itu. Shiiiitt ! Sadar Gemi ! Come on, tubuh Lo harus berendam.
Dan saat ingin menjauh dari Satria, Pria ini bangkit dan menariknya kedalam pelukannya seraya bibirnya langsung di serang oleh Satria.
Tentu saja Gemi langsung on, karena efek samping dari blue wizard yang di campurkan oleh Bartender sudah beraksi meminta pelampiasan.
""Sat ! Lo-- Hmmppp !""
Satria yang sudah mabuk pun, tak tahu apa apa yang sekarang ia lakukan dan sedang bersama siapa melakukan itu, yang penting gairahnya tersampaikan.
Kesadaran Gemi hampir gila, Karena tubuhnya menghianati otaknya, Ia butuh lebih dari sentuhan sentuhan Satria yang memang belum ke intinya. Satria baru saja menggerlya tubuhnya menggunakan tangan dan kecupan gila di mana mana. Gemi sadar, setelah ini maka kebanggaannya sebagai gadis akan berubah sebagai noda di hari hidup kedepannya. Tapi harus bagaimana lagi, ia sudah di bawah pengaruh entah apa itu ?! ia tidak tahu kenapa tubuhnya yang sering menolak pria di luaran sana, Malah dengan jinaknya dalam sentuhan lembut Satria yang sialnya sekarang si Bang sat ini malah meracau nama Jum.
""Aaaargh--- Hmmppp. !""
Gemi menjerit sakit saat selaput darahnya di bobol Satria, Sakit alih alih berangsur mendesah keenakan dalam permainan Gila Satria yang bisa memperdaya dirinya dan sialnya ia menikmati olahraga malam bersama Satria. Dan malam ini, Satria berhasil memiliki nya berkali kali dengan semburan Terus menerus memasuki tubuhnya begitu mudah tanpa perlawanan tolak, malah perlawanan membelit satu sama lain, ia lakukan saat ini.
__ADS_1