RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 175


__ADS_3

""Permisi ! Saya mau menemui Papa, ah..maksud saya pak Chris, ada ?""


Sehabis meeting di luar kantor, Senja menghampiri kantor mertuanya yang kebetulan lokasi meetingnya tepat di depan gedung pencakar milik Chris. Langit tak berada di sampingnya di karenakan juga dalam keadaan Sibuk dengan mitra barunya. Senja bertanya kepada resepsionis di dekat lobby utama.


Dua resepsionis saling pandang, kembali memperhatikan wanita semampai di hadapannya. Anehnya..Papa ? Papa siapa yang di maksud oleh wanita semampai ini ? Bingung mereka.


""Maaf ibu ! Papa ? Papa siapa yang anda maksud ? kalau ibu dalam waktu senggang untuk bermain-main di sini, maka dengan penuh kehormatan.. tolong jangan menambahkan pekerjaan kami." Tutur salah satu dari mereka, terdengar sinis.


Senja mendongak ke wajah yang menyahut sinis, membalas tatapan itu pun dengan sinis juga.


""Papa Chris, mertua ku. ada ?"" Tanyanya kembali dengan sedikit penekanan di setiap perkataannya.


Di hadiahi cekikikan ejek dari wanita resepsionis yang berpenampilan seksi ini.


""Ibu, Anda salah alamat kali...Pak Chris memang mempunyai anak, tapi hanya satu... itupun pak Langit belum menikah. Apa ibu salah satu korbannya pak Langit yang Manly abis. Kami pun mau lho Bu jadi korbannya.""


Keduanya semakin tersenyum mengejek. Senja mengumpat dalam hati, Ia memang menikah dengan Langit tanpa ada acara apa pun, jadi wajar saja karyawan mertuanya tidak ada yang mengetahuinya, mungkin.


""Telpon saja, Bilang ke pak komisaris kalian, ada SEN-JA di lobby !"" Titah Senja masih sabar. Namanya Pun di Ejanya dengan penekanan.


""Maaf ibu, Tolong pergi lah... kalau mau membuat masalah di sini maka berpikirlah dua kali, Pak Chirs tidak mungkin mau menemui ONS nya pak Langit, dan berurusan dengan beliau itu seram lho bu."" Tuturnya tajam. Membuat Senja semakin geram.

__ADS_1


Braaak !


Senja menggeprak meja resepsionis dengan kuat, sontak keduanya terloncat kaget. Menarik telepon kantor di hadapan mereka secara paksa. ""Tekan tombol yang berhubung langsung ke office beliau."" Tekannya kesal, ia Kesal karena di anggapnya sebagai ONS nya Langit, Memang dasar si Mendung itu juga, imege buruknya sudah berkoar kemana mana.


""Aduh, Ibu ! kami masih mau bekerja di sini ya...Jadi tolong kerja samanya, Pak Chris Sedang ada tamu, ponakannya ada di ruangannya sekarang ini !"" Tolaknya tak bergeming, menolak titah dari Senja.


""Ponakan ? Papa Chirs kedatangan ponakan, Siapa ya ? "" Lirihnya penasaran, selama bersama Langit, dari satu pun Keluarga suaminya itu tak pernah ia lihat.


Senja menghela nafas perlahan, meredakan emosinya yang hampir naik di buat oleh resepsionis yang sangat tidak ramah ini.Ia berjalan menuju ke arah Lift khusus petinggi.


""Ibu mau kemana ? Ibu tidak pintar dalam berbahasa Indonesia kah ? Ibu tidak boleh ke ruangan pak Chirs."" Hadang salah satu dari mereka. dan yang satunya berteriak untuk memanggil Security.


""BERHENTI !!!"" Bentakan nyaring bariton menggema di pelataran lobby tersebut, Chirs yang baru keluar dari lift, sigap menahan Senja yang di dorong oleh resepsionisnya. Rahangnya mengeras seketika, Matanya menampakkan kemarahan.


""KAMU !!!"" Tunjuk Chris kasar ke wanita yang mendorong tubuh mantunya. ""Berani sekali kamu mendorong mantu saya yang sedang mengandung cucu ku, Sudah bosan hidup kah ?""Bentaknya marah. Para pekerja yang ada di lantai satu pun mencoba mengintip dan mendengar komisarisnya marah marah dengan tangan menunjuk kasar resepsionis itu yang langsung menunduk takut, dan tangan satunya masih setia merangkul Senja.


""Ma-ma-maaf Pak ! Sa-Saya ki-ra..Ibu ini akan membuat ru-suh di kan-kantor bapak !"" Jelasnya takut. Security dan Resepsionis satunya seketika berhenti dari langkahnya saat mencerna kata-kata Bigg Bossnya. Mampus gue ! Umpat sang resepsionis yang belum mendapat semprotan.


""Rusuh ?!! Dengar ya kalian semua yang ada di dalam gedung ini, Lihat lah dan kenali wajah wanita cantik yang sedang ku rangkul ini, Wanita ini adalah MENANTU saya !!! Paham kalian ! dan jadi siapa pun dari kalian, hormati mantu saya...Dan kamu resepsionis, kamu saya pecat !"" Telak Chirs tak bisa di bantah lagi, Di depan dan di dalam kantornya sendiri, mantunya di perlakukan dengan sangat tidak baik....Kurang ajar sekali pekerja ini. dan walaupun itu bukan mantunya sekalipun, harusnya pekerjanya di tuntut untuk melayani tamunya dengan etika sopan.


Bukan hanya wanita yang mendorong Senja yang di pecat, melainkan resepsionis satunya pun sama saja. Karena ia pikir, pasti tadi kedua mantan pekerjanya ini sama saja, tak punya rasa ramah tamah.

__ADS_1


Situasi tegang itu tak berlangsung lama, Chirs membawa Senja yang tiba-tiba limbung dalam rangkulannya, dan itu membuat Chirs semakin marah saja ke para pegawainya.


...****...


Malam pun tiba, Senja menutup rapat-rapat bibirnya untuk Langit, ia masih kesal atas perkataan dua wanita di kantor Chris yang menganggapnya sebagai ONS nya Langit. Ia kesal ke lakinya ini, yang begitu terkenal bejatnya.


""Itik !"" Langit merayu Senja yang rebahan Memunggunginya, ia sudah dengar semua kejadian di lobby tadi siang dari papanya. Bahkan Senja sampai di pecat oleh Chirs agar mantunya itu setia duduk santai di rumah saja, cukup mengurus dan menjaga kandungannya.


""Kamu masih marah ? Tapi kamu seharusnya tidak marah kepada ku, seharusnya kamu protes ke papa dong !"" Langit menyesap dan menghirup orama tengkuk leher Senja dari belakang, tanda cap merah pun sudah tersebar di tengkuk putih Senja. Berharap hasrat si Itik ini bisa terpancing dan pasti akan terjadi ah uh ah, dan pasti pula si Itik yang lagi marah, meredah.


Otak dan tubuh Senja mencoba untuk tidur, tapi Shi*, Sentuhan si Mendung membuatnya hareudang. Namun ia mencoba untuk menahan suara Laknat yang akan keluar.


""Tapi papa benar sayang ! Ia menyayangi mu yang tidak mau membuat kamu dan calon anak kita kenapa kenapa, hey dengarkan aku ya...! Masalah dan musibah tak bisa di tebak akan kedatangannya, sayang. Aku juga khawatir akan dirimu yang bebas berkeliaran di luar sana tanpa adanya aku di samping mu seperti tadi siang."" Bujuk Langit memberi pengertian. Langit membalikkan badan Senja sedikit paksa untuk menghadap ke dirinya, Laki laki paling tidak suka kalau istri lagi marah dan dengan cara menghukumnya itu lho...diam seribu bahasa, Lebih baik nyap nyap saja dari pada di beri jurus seribu membisu.


""Aku tahu, musibah kapan saja datangnya tak terkira, Tapi aku tidak suka dengan cara papa yang menyuruh ku mundur dari cita cita ku, dan aku benci juga di katain wanita ONS mu, kata ONS itu masih terngiang di pikiran ku, aku tidak suka dengan tingkah laku mu yang suka menyakiti hati perempuan Langit, apalagi hanya untuk sekedar memanfaatkan tubuh mereka, setiap perbuatan dan ucapan pasti ada karmanya, aku takut anak ku suatu saat yang akan terkena dampak karma itu."" Takut Senja berpikir jauh.


Langit diam seribu bahasa, dalam hatinya...ia baru menyadari tingkah buruknya dulu, tapi harus bagaimana lagi... toh itu sudah lewat, yang penting hari ini dan kedapannya ia mencoba dan berusaha untuk berubah... bahkan ia benar-benar memegang teguh prinsipnya sekarang ini, Yaitu setia sampai mati hanya untuk si Itik cantik ini.


""Karma memang ada sayang, tapi percayalah, tuhan pun akan berpikir dua kali untuk menghukum umatnya yang benar benar sudah bertobat akan kelakuan masa lalunya. Jadi berpikir positif lah...Hari indah ada di depan kita."" Peluk Langit, menenggelamkan wajah Senja di dadanya.


Semoga !!!

__ADS_1


__ADS_2