
Atensi Radja salah besar, Ia kira keluarga kecil Biru pergi ke kediaman Kusuma hanya menjemput Rose saja, ini malah Keluarga Kecil Senja pada ikut termasuk Chris juga. Mana Rose tidak satu mobil lagi dengannya, Rose malah satu mobil dengan keluarga kecil Senja.
Dan di sini lah Mereka semuanya, sudah sampai di pantai dari satu Jam yang lalu, si Triplets yang dari rumah mempunyai ide liburan di pantai malah tidak mau menyentuh air laut sama sekali. Topan seperti biasa hanya duduk duduk saja memperhatikan adik adiknya yang sedang beraktivitas, Pelangi sedari tadi mulai menggambar, Badai dan Petir malah berlatih kecil dari gerakan bela diri yang di ajari belakangan ini bersama Gemi. tidak seperti anak pada umumnya yang usia seperti itu adalah saatnya bermain ini itu, Tapi tidak dengan Topan dan ke-tiga bocah ini, anak Langit Senja, Biru Mentari ini berbeda dari yang lain... mereka penuh teka teki...kecit kecit tapi licik licik busuk.
Di sini yang mantai malah Biru dan Langit yang sedari tadi berlomba menaklukkan Ombak besar dengan papan selancar di kaki masing-masing. Mentari Senja juga Chris hanya mengawasi anak anak sesekali tersenyum geli akan kelakuan si bocah.
Sementara Radja juga Rose berjalan jalan di bibir Pantai dengan kaki naked mereka sesekali di terpah air asin ulah ombak yang menghempaskan.
""Gimana ?"" Ujar Radja bertanya tidak jelas.
""Gimana ? apanya ?"" Rose berhenti dan menatap aneh Radja yang bertanya gaje kepadanya.
""Suasana di rumah Chris, Nyaman ?"" Kelitnya yang sebenarnya ia kepingin bertanya, Gimana ? Kangen aku tidak ?
""Owh, Kirain apa ? Nyaman kok, Chris dan semua penghuninya sangat welcome, para pelayannya pun."" Jawab Rose dan kembali melangkah pelan di bibir pantai itu.
""Rose !"" Radja malah duduk di pasir dengan asal asalan, Rose yang sudah melangkah berbalik penuh, dan ikutan duduk bergeleporan di dekat Radja.
"Apa ? di lihat dari wajah mu kenapa terlihat banyak beban begitu, eum ?"" Selidik Rose. Radja seketika buang muka lurus lurus ke Laut lepas. Mungkin ini saatnya untuk mempertanyakan perasaan Rose kepadanya yang sesungguhnya seperti apa di dalam sana ? Apakah Rose terpaksa mau menerimanya atau sebaliknya. Jujur.... sesungguhnya Radja takut, kalau hati Rose sama persis dengan Raisa yang selama berumah tangga ia di anggapnya hanya Dewa bukan Radja yang sesungguhnya. Radja dan Dewa kan berbeda orang hanya bentuknya saja yang sama, Tapi hati dan tingkah sangat lah berbeda.
__ADS_1
""Jangan setujui pernikahan ini kalau kamu masih mencintai Dewa, Aku tidak mau menjadi pendosa di antara dua sisi sekaligus."" Nada Radja sudah tidak ada canda di dalam sana, Ini lah sifat asli Radja di luaran sana yang tegas dan tak basa basi jika masalah pekerjaan dan kesungguhan hatinya.
Mata Rose sampai teralih penuh ke muka Radja yang tadinya Asyik melihat air bekejaran karena ombak. ini perlu di viralkan di mata Rose, Sekian lama baru tahu kalau Radja punya perangai menyeramkan juga...Pantas saja kedua mantunya sering mengumpati Radja adalah dosen killer... Ternyata oh ternyata, Pintar berkedok tidak seperti Gema yang di mana mana tidak ada senyum basa basinya. Di rumah dan di kantor sama....Datar tuh muka seperti tembok.
Seram amat, Batin Rose dan kembali memperhatikan ombak, dan di saat wajah itu lurus ke depan. Radja yang sekarang memperhatikan wajah berumur ini tapi sangat membohongi umur....masih terlihat muda mbak bro ! kalau di iklan iklan shampo ntu di panggilnya Kaka bukan ibukkkk.
""Aku sering dengar, Jangan takut untuk mencoba !!! Dan aku sekarang akan mencoba sebisa mungkin kemampuan ku, aku bukanlah pembohong ulung Dja, Jujur ? Jujur yang kamu inginkan kan ?"" Radja mengangguk...Yaaap Jujur.
""Jujur... kenangan Dewa masih ada, sedikit ! tapi itulah manusiawi...Kenangan indah dan kenangan pahit di Long time memories selalu terpatri bukan ? tidak bisa hilang begitu saja karena sangat dalam akan kenangan indah dan buruk itu. Kamu pasti paham pak Dosen yang aku maksud ini, kan ?""
Radja mengangguk lagi, Tentu ia paham betul akan kenangan indah dan buruk yang dalam, selalu ikut dalam long term memories, Harusnya kenangan buruk masuk ke kategori short term memory saja biar ia tidak perlu mengingat kenangan buruk Raisa, dulu. Tapi... Orang mempunyai dua pilihan... Antara Ingin terpuruk akan masa lalu, baik itu masa lalu indah dan masa lalu pahit...dan Radja memilih akan meninggalkan masa lalu buruk itu dan mencoba bangkit ke masa depan dengan lucunya.... lagi lagi harus melangkah bersama dengan mantan Dewa. Takdir ku mbokk, selalu bekas Dewa. Tapi.... apakah kali ini akan berhasil bahagia atau gagal seperti sebelumnya. Radja tentu tidak tahu.... karena Tuhan penuh dalam kerahasiaan untuk para umatnya.
Wajah absurd Radja pun kembali On, ia tersipu meong meong mas bro. Ahaaai... Sindrom puber kedua ini mah. Duluuuuu...Awal ketemu Mentari, ia di tuduh oleh para sahabatnya terkena sindrom puber kedua jatuh ke anak gadis remaja yang tahu tahunya adalah keponakannya sendiri, Ya....jelas Radja mengelak keras... Tapi ini, icak icak tak kiwir kiwir, Shallalalaala... puber keduanya ternyata jatuh ke Amma Mentari, ia tentu tidak mengelak... Wonge kenyataan itu sangat benar kalau ia jatuuuuuuuh duaaggg ke dalam nama Rose yang wangi ini seperti namanya, Rose...
""Jadiiiiii ?"" Radja mengedipkan matanya, lucu di lihat Rose.
""Jadi apa ?"" Rose mulai ketus. Radja lupa kalau bunga rose itu punya duri lho, dan perangai Rose seperti bunga itu...enak di pandang tapi kalau kalau mau di sentuh bisa melukai tangan jikalau tidak berhati-hati.
"" Ck, Masa kuda eh kudu di jelaskan sih...kalau jadiiii...aku ingin mendengar mulut mu itu mengatakan cinta juga terhadap ku, seperti ini...Radja, Aku juga mencintai mu.""
__ADS_1
Rose menahan senyum gelinya, Radja begitu absurd dengan pergerakan tangannya yang mengobyekan bentuk love di dadanya tertuju ke arahnya. Jujur lho, Di awal bertemu dengan Dewa itu sangat menyakitkan... Menyakitkan ? Kenapa ? Karena dulu ia di rengut paksa kesuciannya oleh Dewa dan berakhir menikah tanpa persetujuan dari orang tua Dewa dan berakhir pula di kampung selalu di cemooh.
Tapi dengan Radja, awal yang sangat manis, bukan ? Dan tentu sangat berbeda dengan kenangan Radja dan Dewa.. Tapi mudah mudahan di akhir cerita ia bahagia bersama Radja kelak.
Untuk mas Dewa, maafkan aku !!! Batinnya yang sudah mengingkari janjinya di hadapan jasad Dewa yang hanya akan setia seumur hidup bersama Dewa, Janjinya dulu. Tapi tidak di sangka dan di duga.... Hatinya kembali di gampar dengan bunga bunga berbentuk hati dan sangat tidaaak di sangka seperti perkiraan cuaca... Orang yang menggampar hatinya adalah kembarannya mantan suami sendiri. Crazy, isn't it ? Tapi itulah hidup...Kita hanya bisa dan harus mengikuti alur skenario takdir yang di ciptakan Tuhan untuk kita, para umatnya !!!
Kembali dengan kata Janji ! Ada kalanya janji harus di ingkari demi kebahagiaan sendiri bukan.... selama kebahagiaan itu tidak menari di atas penderitaan orang lain maka wajib dan sah sah saja....Dan di sini Rose dan Radja tidak melukai hati orang lain karena status mereka sebagai Janda dan Duda yang akan sebentar lagi di persatukan dengan kata Suami-istri dalam bahtera rumah tangga.
""RADJAA ! AKU MENCINTAIMUUUUU !!! Puas ???"" Pipi Rose menggembung reflek menahan panas di wajahnya karena malu. Yaaak, Rose ingat umur !!! Kenapa mulut ini lancang amat untuk berteriak di kuping Radja sih... Adeeeh, Malu mbooookk !!! Batinnya.
Radja yang di teriakin pas di telinganya seketika Merinding Ding Ding panas dingin dengan keadaan fisik terpaku tak bergerak sedikit pun karena merasa terkejut hebaaat.
Perlahan kepala itu pun menengok penuh ke arah wanita di sampingnya. Boleh meluk tidak ya ? Boleh dong...!!! Ahaaai pelukan pun terjadi di bibir pantai itu.
***Like boom ding ššš***
__ADS_1