RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 244


__ADS_3

Dua Jam lebih, Jum berada di dalam kamar mandi, Entah ngapain woman itu di dalam sana, Gema tidak tahu ! Mandi ? tidak mungkin ada orang mandi segitu lamanya, yang ada kelar kelar hidupnya terkena penyakit khusus.


"" Menguji kesabaran."" Gemas Gema menatap kesal pada daun pintu kamar mandi.


Sejurusnya, daun pintu itu bergesek pelan. Aha... orang yang di nanti keluar juga dari lubang persembunyiannya.


Astaganaga, gue kira sudah tidur !


""Eeeh, mau kemana ?"


Gema segera menahan bathrobe bagian belakang Jum yang akan kembali masuk ke dalam kamar mandi.


""hehehehe, ada yang ketinggalan pak di dalam !"" Jum mau berkelit lagi, tercengir bodoh tanpa dosa.


"Apa ? apa waktu dua jam lamanya masih merindukan air lagi, begitu ?"" Tentu saja Gema masih menahan erat kain itu. Jum bergerak paksa, di pastikan... kulit itu akan Nak ed


"Putri duyung memang suka air kan pak !"" Konyol Jum, berusaha menepis tangan Gema yang ada di kain belakangnya. Tapi apalah daya gadis malang ini, hanya meraih udara saja.


""Eum, Putri duyung ya ! Tapi Putri duyung biasanya juga akan merindukan putra duyung. Jangan banyak alasan Jum, Mari kita buktikan, Siapa kah pengecut di antara kita ! kalau kamu takut maka katakanlah Cemen untuk diri sendiri !""


Sialan ! Si pak Ga* ngeremehin gue. Ok ! Siap siap aja lari terpontang panting mencari Bang Sam atau pak Fano. gue kagak takut !


"" Ah, Pak Gema bisa saja...Saya tidak mungkin menghina diri sendiri, mungkin sebaliknya.""


masuk jebakan Batman, Ahay... woman ini mulai menggodanya dengan cara menyentuh dada bidangnya. Gema Tersenyum jumawa dong. Si somplak istrinya ini berniat dirinya akan kicep yang di kiranya ia merupakan penyimpanga* seksu**. Salah besar mbokk !!!


""Kenapa hanya sekedar menyentuh ? bagaimana kalau begini ?""


Gema menarik tangan Jum, lembut. menaruh tangan dingin itu di pinggangnya. Sejurus wajah itu sudah tidak ada jarak lagi. Gema sudah bermain di bibi* Jum, Tapi woman ini diam Bae. Ok, Gema akan ngebuat Jum membuka mulut kakunya dan akan mengambil kemanisan yang ada di rongga mulut istrinya.


Terpaksa ! Gema menggigi* bibir bawah Jum sedikit kasar. Dan hmmppp. Jum ingin protes tapi Gema langsung membeli* lidah Jum seraya tangan nakalnya menarik tali bathrobe yang ada di pinggang Jum Membuat wanitanya Nak ed tanpa di sadari oleh sang empu molek.


Aku akan bermain lembut agar kamu terbuai, Jum. Walaupun malam ini live show Gema untuk yang pertama kalinya, tapi tidak usah diragukan, ia piawai.... Sangat piawai bermain Lembut, Zaman sekarang adalah zaman modern, di internet sangat lah banyak sepasang manusia di sana melakukan aktivitas panas untuk di pertontonkan. Ada manfaatnya juga Fano selama ini men jejelnya vide* 21 yang tiba-tiba di kirimkan oleh Fano masuk ke layar beningnya.


Lo itu laki laki, sesekali belajarlah dengan aktivitas beginian agar kelak Lo udah nikah nggak akan ngecewain Istri lo di MP. Kalau Lo dapat Virg**, otomatis Lo yang ngajarin, lain lagi ceritanya kalau Lo dapat Janda atau perew** berasa Janda, ntu nggak perlu di ajarkan karena sudah berpengalaman.


Gema teringat nasehat Fano dalam aktivitas pemanasannya bersama Jum saat ini, Pertanyaan Gema ? Apakah Jum ini masih tersegel ? Sewaktu di lift dalam satu pekan lalu, Jum pernah keceplosan mengatakan KYAA, Tangan gue ternoda lagi untuk yang ke-dua kalinya ketika itu Gema menaruh tangan Jum di alat tempurnya. Si Woman yang sedang di belitnya ini selalu mengalihkan pertanyaan dengan hal hal konyol jika ia mendesak pertanyaan tersebut. Dan malam ini sebentar lagi akan terbukti. Dan semoga saja pikiran buruknya ke Jum salah besar. Semoga saja Jum belum di nodai Satria selama mereka punya hubungan asmara, Semoga saja !!!!

__ADS_1


kini mereka masih saling berdiri dalam pemanasan lidah dengan tangan Gema sudah merem*$ kulit sensiti* Jum yang kokek kokek balon ku ada dua.


Gue salah besar Ding, Gue ngeghiba pak Irit dengan sebutan ga*, habis lah gue malam ini. Di dalam belitan Gema, Jum ngebatin. jedag jedug berdisko tetiba di dalam sana ketika menyadari kini mereka sudah saling Naked. Bagian tengah kok ada yang bergerak gerak nusuk kulit perut gue ya !


""Aaahh !"" Bibir Jum yang baru terlepas dari belitan Gema, relfek bersuara laknut, Gema Tersenyum puas sudah berhasil ngebuat woman ini mendesah kecil. Tunggu sebentar lagi, ******* itu akan berirama keras dalam kamar hening mereka.


" Pa-Pak, Jangan makan da-dad* sa--saya dong, Tapi kok rasanya ge-geli enak sih ! Boleh deh, tapi Ja---Ahhh Jangan di abisin ya, Nanti dad* sa---ya jadi tepos dong ! Dan aaah, Kenapa kita harus nak ed sih, Saya kan malu, mau di taruh di mana wajah saya di hadapan bapak nanti dan itu nya bapak kok seram amat ya.""


Jum bersuara, sesekali menikmati permainan tangan dan bibir yang berada di dadanya, ia di buat sesak nafas melihat alat tempur Gema.


Kini wajah Gema sudah berubah ubah, merah kuning hijau hitam... Saking Khalaf nya menikmati keindahan di hadapannya, ini baru pemanasan, bagaimana kalau intinya, Jum semakin akan terbang Seraya meracau somplak. dengar saja barusan, Apa katanya ? Jangan makan dad* saya nanti bisa tepos ? Dan apa si woman ini kata lagi, kenapa harus nak ed ? Astaga...Ber ah uh ah ya kudu dalam tubuh polo*, mau masuk lewat mana coba kalau di bagian inti di tutupi kain.


Gema, rasanya ingin menoyor kepala orang yang sekarang di bawahnya. Gemas antara naps*nya bercampur aduk menyelimutinya.


"Tidak usah malu woman, tidak ada orang lain kecuali kita berdua !"" Gema bermain di jenjang leher Jum, area wanita di sisi ini juga bisa membuat Wanitanya mendesaaah.


""Ada cicak pak yang melihat kita---!"" Jum menjeda, menikmati lehernya yang di sesa* sesa* geli oleh Gema, ia tidak tahu kecupan itu bisa membuat belang belang tutul jadi pasrah saja, toh enak ini. ""Nanti kalau ghibah sampai ke kamar Senja dan Mentari, kan malu jadinya."" Lanjutnya. Sampai Gema berhenti dari pekerjaannya di leher itu, Menatap datar si woman ini.


"" Lupakan cicak, nanti dia akan malu sendiri, di kamar Senja Mentari juga pasti dalam situasi seperti ini. Masalahnya, Bagaimana kah gerangan otak yang tersugesti kamu itu, apa sudah lurus akan pemahaman kamu, kalau aku itu adalah pria tulen bukan pria jadi jadian hhmmm ?"" Tekan Gema tak mau turun dari tindihannya.


""Entah, Siapa tahu bapak ha---!""


""Iya Mas, Eh Abang aja deh, nggak lah....Daeng saja, nggak pantas juga ! Apa ya---ahhh.""


Gema prustasi, hanya sebuah sebutan saja di bikin lama oleh woman ini. Dari pada mendengar celotehan Jum yang tak ada ujungnya, lebih baik ia kembali beraksi dengan tangan itu sekarang menyentuh bagian inti Jum, Hanya di bagian bibir inti Jum saja ia memeganginya lembut, ia belum berani masuk tanpa ijin dari Jum, bagaimana pun ia harus izin terlebih dahulu walaupun sudah sah, ijin harus ia dapatkan, ia tidak mau dapat keuntungan tanpa adanya keihklasan dari sang empu tubuh.


""Ma-maaas ! Berhenti !""


Berhenti ? Gema menarik tangannya di kulit inti Jum. Si woman tidak mengijinkannya kah ?


""Maksud sa---aku, Kita melakukannya dengan gaya terbang ! kata Senja itu adalah gaya yang membuat Mas enak !"" Lanjutnya yang sebenarnya sudah tidak kuat, rasanya seperti apa kah di tusuk tusuk mendesaaaah manjaaaah itu ? Dari sebutan saya pun sudah menjadi aku,ada kemajuan untuk Gema, Wanita ini pemikirannya sangat luwes untuk melepas masa lalu. Pikirnya akan sangat mudah untuk meraih cinta Jum, sedikit demi sedikit, ia akan merajai hati wanitanya ini, lihat saja.


Wajah Gema yang sempat down, semberinga tetiba...Jum minta yang lebih, ya ayuuuk !


Kembali bereaksi, Gema juga sudah tidak kuat ingin bertemu sedari tadi, dapat ijin ia pun pelan pelan menyatukannya, Jum seketika memejamkan matanya di saat Gema mendekat kan pedangnya ke lubangnya.


Pedang itu termasuk kecil apa besar ya ? besar kali ya. eh atau kecil...ish mana gue tau, gue pan belum pernah melihat Sebelumnya. Hanya megang tak sengaja di waktu itu. Batinnya bertanya, menjawab sendiri.

__ADS_1


"" Aaargh, Ini kah gaya terbang ? di mana enak nya ? ishhh... Sakit, Lepas nggak, gue kesakitan ini ah."" Omel Jum khalap mencengkeram kedua lengan Gema saat mereka bertemu di bawa sana.


""Tahan !""


enak saja minta lepas ! Tentu Gema menolaknya, ia sudah tak sabaran ingin meraih puncak titik kenikmatan yang banyak di gilai para kaum Adam dan hawa di luaran sana. Dan Gema juga Lega luar biasa, istrinya ini masih tersegel dan baru di buka olehnya, keraguan nya terjawab sudah. Maafkan aku yang sudah meragukan mu. Batinnya seraya memompa pelan agar tak menyakiti Jum.


Berangsur, Jum tak mengomel minta lepas. Perih berangsur desahannn nikmat yang merajai racaunya.


""Ma-mas, enak !"" Adunya merema* rema* rambut Gema. pria yang di remasnya sekarang tersenyum geli. si woman ini lucu juga ternyata.


Permainan semakin lama, pelepasan sudah berkali kali bertemu di dalam liang kenikmatan Jum.


""Sudah ah mas ! aku capek !"" Rengek Jum saat Gema kembali ingin beraksi.


Gema tak perduli, ia kan sudah berjanji akan membuat Jum tidak bisa berjalan untuk beberapa hari, subuh masih dua jam lagi.


""Belum waktunya berhenti, ini tuh hukumannya atas pikiran sempit kamu yang sudah menuduh ku sebagai pria berbelok. Jadi bagaimana ? Sudah membuktikannya bukan ?"" Gema Tersenyum jumawa sudah men-skakmat wanitanya.


""Iya iya, maaf ! Tapi ini jujur lho, tubuh ku rasanya lemas semua, mas ingin membunuhku apa dengan terus menerus menusuk ku, nanti pas mas ada di dalam..aku langsung mati kaku bagaimana coba ? pedangnya mas tidak akan bisa keluar, mas akan ikut terkubur bersama.""


Kok gue bisa gila dengan perempuan macam seperti ini. Gema tak jadi beraksi, kasihan juga Jum jika di paksakan, mainnya kan sudah tiga Jam. wajar si wanitanya lemas.


""Tidur lah, dan boleh aku memeluk mu."" Selalu Minta keridhoan.


"" ck, Dari tadi juga sudah meluk, pakai nanya lagi."" Jum malah yang pertama mengaitkan tangannya untuk memeluk Gema dan mencari posisi nyaman tepat di dada Gema yang menghadap ke tubuhnya.


Bibir Gema Tersenyum manis, sangat manis dan Jum melihatnya itu tanpa sengaja saat mendongak sesaat.


""Selalu lah Tersenyum manis di hadapan ku, agar aku tidak berdosa karena mengumpati mu sebagai pria datar kaku trenggiling dan irit.""


Baaah, ketahuan gue ! Jum langsung memejamkan matanya di saat Gema ingin membuka mulutnya.


""Oh. .jadi be---!""


""Bilangan ke cicak yang sedari tadi menonton, Jangan di viralkan ke tetangga akan permainan yang bisa membuat ku terbang, kalau terjadi aku kan malu."" Potong Jum bercanda, ia tahu kalau Gema akan protes, dan sebelum ia di hukum dengan cara di tusuk lagi, lebih baik mengalihkan dengan ucapan unfaedanya.


": Tidur lah, Aku mencintai mu !"" Ungkap Gema dengan nada datar, tapi itu lah sesungguhnya Perangainya.

__ADS_1


Maafkan aku, karena belum bisa membalas kata itu, tapi aku akan berusaha, percayalah... lambat laun aku akan membalas kata indah itu untuk kamu dengar, Gema. Kamu pria baik jadi aku pasti bisa terhanyut di buat mu.


__ADS_2