
Mentari di Langit Biru akan indah di waktu Senja. Senja pun kini berubah Malam gelap indah di taburi gugusan bintang bintang yang berkelip kelip menghiasi gelapnya malam di atas sana, bulan pun ada di atas peraduannya yang bertengger cantik dengan cahaya sinarnya.
Indah... Suasana itu pun terjalin hangat di kediaman Batara. Kesembuhan Rose memberi kelegahan hati oleh keluarganya. Kini marga itu sedang mengadakan makan malam bersama.
Marga Sunjaya dan Kusuma di undang oleh mereka. Jum, Satria dan Bang Sam juga Farel sebagai teman dekat pun turut di undang di acara syukuran kecil kecilan yang di siap kan Bima dan Risma sebagai tanda syukur atas kesembuhan Rose-menantunya yang sudah di anggap anak oleh Bima dan Risma sebagai pengganti Dewa.
Mereka semua baru selesai dengan makanannya masing-masing. Kini... Canda tawa sedang berlangsung di ruang keluarga dengan duduk acak acakan mencari kenyamanan tersendiri....Gema dan Gemi anak kembar itu duduk di lantai dengan bersila. Mentari duduk di badan Sofa yang di duduki Biru. Senja duduk bersama Langit dengan satu sofa berbagi, agar terlihat sempurna kebahagiaan Akting mereka.
Jangan di tanya si konyol Jum dan Bang Sam, mereka sedang bermain PS tembak tembakan dengan jitakan sebagai hukuman yang kalah. Satria dengan sabar melihat kelakuan konyol duo curut itu tapi kok bisa ya.. suka dengan wanita konyol seperti Jum. Entahlah... tanyakan sendiri ke hatimu.... jikalau tak menjawab maka cabut lah hatimu dari tempatnya.
""Senja, cincin pernikahan mu di kemanain ?"" Selidik Rose melirik jari manis Senja yang hanya kekosongan di sana. Langit yang setia bermain layar bening seketika lirik lirikan mata bersama Senja. Seakan mata itu yang sedang berbicara keras.
""Ah, Mm...""
""Di sini ! Tadi terjatuh di mobil ku."" Kelitnya. Langit mengeluarkan cincin itu dari saku celananya, berangsur memasukkan lagi di jemari manis Senja.
Cih, gue kira si mendung sudah membuangnya, tau taunya di taruh...Buat apa coba ?
""Jagah yang benar !"" Tekan Langit terlihat manis di hadapan semua orang, dalam hati ingin mememukul tangan Senja yang sedang tersenyum mengejek di matanya.
""Rose !"" Kode Chris untuk memulai melancarkan keinginannya. Vane pun antusias akan kode dari Chris ke Rose.
""Apa ?"" Rose menaikkan satu alisnya ke Chris. Chris memasang wajah malasnya...Ini besannya pikun kah ?
""Hon...Hon..itu lho, Rose !"" Vane yang turun tangan melihat wajah konyol Chris tak bersemangat turun pamor kharismanya.
""Oh, itu !"" Sadar Rose dengan bibir membentuk bulat.
""Apa Amma ? Hon...Hon apa yang di maksud oleh mama ?"" Penasaran Mentari. Titan tersenyum geli melihat wajah penasaran Mentari
""Amma minta cucu dari kalian !"" Bidik Rose tak basa basi hon-hon.. apalah itu. Minta ? permen kali ah, main minta terus di beri sebiji.
__ADS_1
Uhuk
Langit tersedak teh yang lagi menyeruput dan berhasil mengundang mata geli terhadapnya.
""Langit... Harus kembar ya !"" Goda Gema.
""Seperti kita !"" Tos ria Gemi ke Gema, menggoda. Wajah Langit entah kenapa malah tersipu merah, ia pun melirik Senja yang hanya diam tak berekspresi, cuek. Si itik memang pintar berakting membunyikan mimik wajahnya.
Sementara Biru bersorak kegirangan dengan wajah berbinar mengedipkan matanya ke Mentari.
""Papa Setuju !"" Timpal Chris semangat. Wajah Senja sangat lah tenang pembawaannya tapi di dalam sana ia ingin menjambak rambutnya kesal. Cih, Cucu ? jangan lama-lama terkubur dalam kebohongan Senja.... Kasian mereka, mengakui sekarang atau akan terjebak selamanya. Rutuknya menyalahkan diri akan ide gilanya yang tau taunya sangat lah berdampak jauh...
""Mama pun mau sayang !"" Timpal Vane ke anak mantunya.
""Ma, kan Tari lagi mengkonsumsi obat ! Dan kata Amma kan, Tari jangan hamil dulu."" Polos Mentari.
Biru melirik mertuanya. "" Maksud Amma, cucu dari Senja saja, Begitukah ?"" Tanya Biru berharap Mentari pun di perbolehkan.
""Hahaha, Honeymoon besan !"" Geli Vane. di timpali gelak tawa dari semuanya, apalagi Risma dan Bima yang sudah lama tak merasa kan tawa lepas.
""Eum, itu !"" Datar Rose terlalu berbelit di lidah.
""Papa sudah menyiapkan kalian tiket liburan."" Ujar Titan.
""Sayang, kita kapan ?"" Bisik Zila.
""Apanya ? nikah dulu baru Hon--Hon."" Geli Arkan. di hadiah cubitan di pinggangnya oleh Zila.
Senja baru menampakkan mimik terkejutnya, menendang kaki Langit kesal di bawah sana, Langit membalasnya. ""Tolak Senja !"" Bisik Langit setelah memepetkan duduknya ke Senja.
""Eum, gue paham...Lo mana bisa punya anak, Lo kan Ga* !"" Ledek Senja balas berbisik. Langit memutar matanya jengah. ""Gue akan mengakui malam ini juga, itu kan yang Lo mau !""
__ADS_1
""Ehem...Sabar napa ! Nanti woy berdiskusi jenis kelaminnya."" Farel yang melihat pergerakan bisik bisik itu, menggoda. Padahal ia paham betul akan pernikahan bodoh itu dari Satria.
Senja hanya melirik malas ke Farel. ""Amma, Papa Chris, Semua Nya..Aku ingin menyampaikan kal---!""
""Kalau kami setuju akan permintaan kalian."" Bungkam Langit seketika saat Senja ingin mengakuinya. Chris dan Satria kompak berkedip kode senang. Senja hanya mengembung kan pipinya sejenak.
Langit masih dalam sugesti Chris..ia tidak mau mengambil resiko akan kesehatan jantung papanya. ""Ingat Jantung, jangan seenaknya !"" Bisik Langit ke Senja dengan nada ancaman. Langit memang batu...Tapi di dalam hatinya, ia begitu menyayangi orang tua yang tinggal satu satunya. ""Kita pun akan berbohong akan Honeymoon ini. MENGERTI !"" Timpalnya berbisik. Ya....di otak Langit, ia memang akan pergi yang katanya honeymoon, Tapi hanya pergi saja tanpa adanya kejadian yang terpikir oleh para orang tua... Hitung hitung bebas dari pekerjaan.
" Bagaimana kalau kita berempat pergi bersama, kan seru tuh !"" Usul Mentari penuh maksud dengan otak pun merencanakan sesuatu yang ingin mendamaikan Biru dan Langit....masa masih dalam permusuhan, mereka kan sekarang iparan... sampai kapan coba akan terus bermusuhan dingin. Pikirnya.
Ide Mentari membuat Senja, Langit dan Biru dalam dengusan tak setuju. Kalau Senja dan Langit berpikir khawatir akan terbongkar Honeymoon kibulannya. Lain dari Biru yang tidak setuju akan usulan Istrinya...Ya, Biru tidak mau di ganggu oleh siapapun akan rencana keromantisannya nanti yang sudah berangan-angan cukup berduaan saja dengan Mentari. Yaelah Petite, itu namanya bukan honeymoon tapi holiday berjamaah apalagi harus pergi bersama Langit yang nyebelin pakai banget. Dengus Biru dalam hati.
Hadeeh...adik lempeng, bisa berhenti nggak itu otak ! Gue pusing sendiri. Prustasi Senja.
Cih, males banget pergi bersama Biru.. Dengus Langit bertatapan tajam dengan Biru.
""Sayang kalau pergi bersama, takut takut kita malah mengganggu mereka, iya kan Senja ?"" Ujar Biru berharap Senja pun tak setuju. Senja diam tak tahu harus menolak bagaimana, Ia tahu keras kepalanya Mentari bagaimana jikalau pun adiknya menginginkan sesuatu.
""Daeng"" Rengek Mentari. ""Mau ya ? Duluuuuuu kan, Daeng pernah berjanji jikalau kita punya uang yang banyak akan mengajak Tari jalan jalan...ini waktunya Daeng mengabulkannya janji itu...!"" Paksa Mentari.
""Gue ngikut saja, terserah kalian maunya seperti apa !"" Pasrah Senja. Mentari tersenyum jumawa, kini tatapan matanya tertuju ke Langit.
""Kaka ipar, bagaimana ?"" Tanyanya minta persetujuan Langit.
""Gue kagak masalah yang penting nggak akan ada saja yang keberatan."" Kelitnya berbohong seraya menyidir Biru yang sedari tadi menatap tak suka.
""Hulk, kamu harus setuju... kalau tidak mau jangan harap ada tuh namanya Hoo...Hon atau Honeymoon. Cukup nikmati di rumah saja !"" Tekan Mentari mengancam.
""Ck, Petite...Iya sajalah dari pada urusannya panjang."" Kalah Biru.
""Hahaha, Suami takut istri ternyata."" Celetuk Jum tanpa meninggalkan permainan gamenya, Wanita desa satu ini pun sebenarnya mempinyai kuping tajam. Di imbuhi gelak tawa dari semuanya yang tadinya hanya diam mendengarkan tingkah Mentari yang sedikit pemaksaan. Padahal mereka pada tahu jika Senja, Langit dan Biru di dalam hati kompak pada tidak setuju.
__ADS_1
Terimakasih Mentari, Kamu tanpa di suruh sudah membantu Om...jika kalian pergi bersama kan, Langit tidak akan bebas kabur dan tidak seenaknya memperlakukan Senja dengan buruk ... Hahahaha semoga ini jalan terbaik untuk mempersatukan mereka. Batin Chris yang masih punya ide gila di dalam hatinya.