
Ceklek.
Mentari membuka pintu unit apartemen milik Biru lebar lebar... Awas saja tamu nya benar Sena ! Gumamnya sebelum membuka pintu.
Namun alangkah terkejutnya saat melihat siapa tamunya. Dua orang berbadan kekar seperti preman namun dua orang ini seperti preman elit berbalutkan seragam seperti bodyguard. Amma...apa ini teman dari preman yang di hajar oleh Bos Biru ?
Cepat cepat Mentari ingin menutup pintu kembali karena mengira dua orang itu adalah teman si preman yang ingin mencelakainya semalam, Tapi Mentari salah prediksi, Mereka bukan lah orang jahat melainkan utusan Dito yang di kirim kan untuk menjaganya atas permintaan dari Biru.
""Eeh, Tunggu dulu mbak !"" Tahan pintu salah satu dari mereka.
""Bang Sam, Tolongiiiin !"" Mentari langsung parno, Bang Sam kebetulan lewat yang lagi membersihkan koridor lantai sebagai OB di mintain pertolongan.
Dengan jurus gagang sapu, Bang Sam memukuli badan dua orang tersebut dengan brutal secara bergantian....Si Bodyguard serba salah di sini, mau melawan takut takut Sebelum bekerja malah sudah di pecat duluan oleh Dito karena di komplein dari sang majikan yang akan di jaganya. mereka pun dengan paksa menerima pukul lan sapu dari OB ini.
""Berani kalian hah, Berani mau mengganggu adik pipi Bolong gue, Gue beri Lo ketek asem gue, pingsan Lo pada, Rasain...ni, rasain..""
Bang Sam ngomong tak sesuai fakta, Nawarin kelek asem tapi yang menjadi senjatanya malah semprotan karbol pembersih toilet. Di kira Bang Sam mereka kotoran WC apa ? Di semprot langsung hilang bau Pesingnya.
Mentari sendiri mengambil mop milik Bang Sam menjadi senjatanya.
""Pergi Tidak, pergi !"" Pukul Mentari pakai Mop di ****** salah satu dari sang Bodyguard.
""Mbak, Stop...Mbak, Kami ke sini di utus oleh Bang Dito atas permintaan dari Tuan muda Sunjaya."" Jelas mereka menahan pukulan dari Mentari yang hanya sakit secuil, Tenaga semut Rupanya. Sang bodyguard meringis sebab bau bahan kimia yang di tumpah kan Bang Sam ke pakaian mereka.
Mentari dan Bang Sam pun berhenti dari aksi brutalnya Setelah Mendengar penjelasan dari si duo abang.
__ADS_1
""Hey, OB..! Gue beri Lo.!"" plotot dari salah satu bodyguard tak terima sekarang tubuhnya berbau toilet umum.
Bang Sam maju satu langkah kehadapan orang yang melototkan mata kepadanya. ""Bilang dong dari tadi, kalau abang gagah ini mau memberi gue ciuman."" Bang Sam monyong monyong busuk, siap menerima yang katanya pemberian dari bodyguard yang cool abis, kekar. Lekong penyimpangan seksual On.
""Iih, Bang Sam."" Jewer Mentari membuat Bang Sam mencibik.
"Ada apa ini, hah ? berisik di depan unit saya.!"" Biru yang baru keluar dari dalam membulat kan mata melihat Bang Sam monyong monyong, dan si Petite Sedang memegang mop mau jadi OG lagi kah ? Semuanya terdiam, Biru nampak dingin tidak biasanya kalau hanya berdua dengan Mentari.
Biru menarik tangan Mentari untuk berdiri di sampingnya. Jangan dekat dekat dengan Bang Sam, nanti ketularan penyakit monyongnya.
""Siapa kalian ?"" Tanya Biru ke dua orang berbadan kekar. Ia pun nampak mengerlyat mencari sekretaris barunya. Tidak ada !
""Kami utusan dari Bang Dito, Tuan !""
""Ah, Tidak ! Saya tidak mau ya bos, di kawal seperti anak presiden saja, Saya itu hanya anak Rantau miskin dari desa, buat apa di beri pengawal coba ? Heran saya !"" Tolak Mentari telak dengan wajah cemberut. Artis saja tidak mendapat pengawalan, Gila saja ni Bosnya, masa lagi berteriak Sayur sayur, Eh... calon pembeli kabur Sebab melihat bodyguardnya.
Biru mendesah kesal, percuma beragumen alot dengan Mentari yang pintar menjabarkan segala hal namun tidak peka dengan rasa khawatirnya, Ia pun menyuruh pergi dua pengawal itu setelah berbisik...Jaga dia dari kejauhan saja.
Saya pun mau di kawal bapak bos, di hati mu...aahh. Bang Sam begitu mendamba laki laki super Wow pakai banget seperti Biru. Tapi ia tahu diri, Mana mau Si bos milik Mentari ini di ajak perang pedang di kamar. Busuk amat sih Gue... Cibirnya sendiri.
...****...
"" Bos, ini apa apaan sih ? Kok saya di giniin."" Mentari risih, wajahnya di poles oleh perias salon, yang entah ada acara apaan sampai ia harus di dandani dengan sangat cantik dan anggun, terlebih-lebih pakaiannya di paksa memakai dress cantik sedikit melewati atas lutut.
"" Nurut saja Petite, malam ini saya akan membawa mu ke rumah besar keluarga saya, tidak boleh menolak. Papa mama sedang merayakan ulang tahun pernikahannya, kami keluarga inti di suruh berkumpul untuk pesta kecil kecilan.""
__ADS_1
Biru Sengaja menyuruh pemilik salon untuk menyulap Mentari agar terlihat sedikit dewasa, ia tidak mau mendapat ejekan demi ejekan pedas dari para sepupu sepupunya. Tidak mungkin kan, Ia membawa Mentari dengan hanya menggunakan pakaian ala ala Mentari yang hanya menggunakan Jeans dan kaos atau Hoodie longgar. Bisa di ejek menjadi Om Om yang memacari anak SMA oleh Bintang, Dirgan, ataupun Si Nata para sepupu jahil.
Mentari berbalik dengan tampang terkejut ke arah Biru yang tadinya hanya mengobrol dengan tatapan di layar kaca besar salon.
""Bos jangan bercanda ya, itu acara keluarga kan, Berarti bos tidak boleh mengajak saya, saya tidak enak bos kalau harus menjadi biang masalah di sana.""Tahu diri Mentari, Ia juga sadar kalau kehadirannya di sana akan membuat Titan menjadi kesal.
""Tapi saya tidak menerima penolakan Petite sayang, kamu harus mau, mereka welcome semua kok, keluarga saya unik semua dan kadang menyebalkan seperti kamu, jadi saya pastikan kamu akan suka bergaul dengan mereka.""
""Tuan Titan ? bagaimana ?"" Mentari masih ragu dan kekeuh untuk tidak ikut.
""Oh, papa ? Tenang saja masalah papa, beliau sudah ada pawangnya, jadi jangan takut kepada papa saya karena cepat atau lambat beliau akan menjadi mertua mu kelak, jadi hitung hitung kamu sedang mendalami akademis pelajaran PPKN."" Sahutan asal asalan Biru tentang akademis mendapat cibiran pedas dari Mentari.
""Cih, Bos...bicara tentang akademis ke saya jangan asal asalan ya, tidak ada tuh di pelajaran PPKN yang menjabarkan cara meluluhkan hati calon mertua, aneh kamu Bos ! Mungkin pas lagi pelajaran tersebut, Bos pasti lagi tidur !""
""Hahaha..."" Tawa reflek dari pegawai salon yang masih menata penampilan Mentari terdengar mengejek menyebalkan di telinga Biru.
Uang tips nggak jadi cair.
""Bos !"" Rengek Mentari agar Biru mengurungkan niatnya untuk membawanya ke rumah besar Keluarga Sunjaya. ""Saya tunggu di apartemen bos aja ya, Please !"" Puppy eyes nya pun dimainkan agar permintaannya di kabulkan.
""Saya tidak menerima penolakan sayang, atau kamu saya hukum di sini, eum ? pilih saja ?"" Biru mengedipkan mata seraya memegangi bibirnya sendiri sebagai kode tentang hukuman ala Sagara.
""Ck, Baiklah ! saya harus menyiapkan hati dan perasaan saya dari sekarang yang akan dapat respon tidak baik lagi dari Papanya Bos !"" Wajah cantik itu yang sudah siap sempurna di poles dengan bibir Mentari mengerucut cemberut begitu menggemaskan untuk di curi sekilas oleh Biru.
""Yaaak, Bos nakal ya !"" protes Mentari yang kecolongan lagi. Biru terkekeh kecil. Beberapa pelanggan dan karyawan memperhatikan aksi Biru dengan tatapan memuja. Romantiiiisssnya ....Mau !
__ADS_1