RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 199


__ADS_3

Separuh karyawan karyawati Biru yang di pelataran lobby siap menyambut kedatangan Bossnya yang terlihat baru turun dari mobil bersama Mentari juga si kembar.


Bisik bisik tetangga terjadi dari para karyawan karyawati baru yang kebanyakan anak magang di sana. siapa wanita cantik yang datang bersama sang Boss, Sampai Boss mereka juga rela membukakan pintu untuk sang Wanita, Kenapa si Kembar begitu mudahnya dekat, Karena setahu mereka anak anak Bossnya itu pada susah di gapai, lucu tapi nakal, Kalau ada karyawati yang masuk keruangan sang Boss maka keluar dari ruangan pasti akan acak acak Adul tak berbentuk rapi lagi karena ulah dari anak anak Biru yang sangat nakal, pikir Mereka dan itulah si kembar, manis dalam keluarga...Dingin terhadap orang lain apalagi ada wanita yang sok dekat dengan Ayahnya.


""Sssstth, Diam Ogeb, Itu adalah Istrinya pak Boss, yang tadinya koma." Ujar salah satu dari karyawati senior, melerai karyawati magang yang terdengar iri dan mereka seketika diam.


"Pagi Pak, pagi Ibu !""


Sepanjang langkah menuju lift, Biru dan Mentari disapa sopan, oleh para karyawan karyawati di sana.


""Pagi !""


Nyeeees, mangep mangep makan nasi panas plus sambel pedas... Sumpah, Fix ! Sang Boss yang jarang bersuara basa basi membalas satu persatu salam dari mereka dan wajah yang tiap hari muram durja, kini nampak bersinar. Ada apa gerangan ? Apa alasannya si wanita imut cantik di hadapan mereka ? Mungkin ! Tapi di sini, melihat sang wanita yang di gandeng Badai dan Pelangi, terlihat linglung tuh mukanya.


Kenapa seperti tak asing semua ? Itulah pikiran Mentari setiap langkahnya yang berjalan pelan di belakang jauh dari langkah Biru.


""Nda, napa lalannya lelet !"" Pelangi tak sabaran ingin cepat cepat sampai ke ruangannya Biru, Karena ruangan Ayahnya sekarang di sulap menjadi nyaman untuk mereka, banyak mainan dan kesenangan lainnya.


""Ah, tidak ! Ayo."" Langkah Mentari terus mengekori langkah Biru.


""Sayaaaaang !""


Hmm, Dari arah lain..muncul lah musuhnya anak anak yang tak pantang mundur menggapai Ayah mereka. Shanum. Ya.... Shanum, semenjak mengetahui Mentari koma, ia mati matian mendekati Biru sampai rela menjadi model ambassador salah satu produk dari perusahaan Biru, modus modus busuk.


Biru tak merespon, cuek bebek. Shanum belum menyadari ada Mentari di dekat anak anak yang masih berjalan kearah mereka.


Si kembar yang tidak suka Shanum atau sering mereka juluki badut ondel ondel karena dandanan Shanum yang menor, Saling lirik dengan senyum devilnya.


Tapi Pelangi dan Badai menyerahkan ke kakanya yang aduhai pintar mengerjai, mereka berdua terlalu asyik dan senang di gandeng Bundanya.

__ADS_1


Topan mengangguk dan berlari menghampiri langkah Shanum yang masih berusaha mengganggu Ayahnya.


"" Jaga batasan Shanum, saya masih sabar dan menghargai kamu sebagai model produk saya."" Geram Biru tertahan karena terus di pepet langkanya.


""Ayah, Bunda kakinya sakit."" Bohong Topan.


Seketika Biru menghentikan langkahnya, melirik kebelakang yang ternyata langkah anak anaknya dan Mentari jauh darinya, ia baru sadar itu karena terlalu senang dalam pikirannya saat ini. Biru pun berjalan menuju Mentari.


Shanum yang melihat ada sosok Mentari yang tak pernah di lihat lagi jadi kesal. Sialan, kenapa masih hidup sih ? Batinnya marah. nambah susah saja dirinya untuk mendapatkan cinta Biru lagi. Kesalnya dalam hati.


""Tante, Tolongin Topan !""


Kekesalan otak Shanum buyar, ada si setan kecil di sampingnya yang minta di Benarkan tali sepatunya. tanpa curiga dan sebenarnya modus modus busuk, ia pun menunduk dihadapan Topan. Membenarkan sepatu Topan.


Dan tanpa sepengetahuan Shanum, Topan melepehkan permen karetnya yang sedari tadi di kunyah dan dengan nakal, Topan menaruh permen itu di rambut harum Shanum.


""Tante, Jorok amat sih !""


Topan memberi kode ke arah rambut Shanum, memberi tahukan ada apa di sana.


""Whaaaat ? Rambut gue !"" Pekiknya marah dan melirik ke bawah, sudah kosong...""Setan keciiiiil, gue pites nanti !"" Geram Shanum pergi ke arah toilet untuk membersihkan permen karet itu yang sudah menyatu di rambutnya. Harus di gunting ini mah ! Sial sial sial. Dumelnya dengan gondok.


Sementara lima menit yang lalu, Mentari yang tidak apa-apa kakinya, di paksa duduk di kursi yang ada di sudut lobby.


""Mana, yang mana yang sakit, eum ? hati hati dalam berjalan Mentari, Aku tidak mau ya kalau kamu kenapa kenapa lagi.""


Dan semakin menganga lah para karyawati yang mendengar suara lembut penuh kecemasan perhatian dan tindakan Biru yang memijat mijat kaki Mentari dengan Lembut dari tangan Biru.


Topan yang baru bergabung memberi kedipan mata ke dua kembarannya kalau ia sudah berhasil mengerjai si badut ondel ondel.

__ADS_1


""saya baik baik saja, Astaga.. Triplets, bilangan Ayah kalian !"" Keluh Mentari bingung dan pasrah karena sejak tadi ngomong kalau dirinya tak apa malah di abaikan oleh Om ini.


""Ayah, Ayo ah... Pelangi mau main !"" Pelangi naik di punggung ayahnya yang berjongkok di hadapan duduknya Mentari.


""Hahaha, iya sayang ! Tapi jangan mencekik ayah."" Geli Biru di lehernya karena ulah tangan kecil pelangi.


""Nda, endong ?"" Pinta Badai ke Mentari. di beri tatapan peringatan oleh Biru agar jangan memberi beban Bundanya.


""Ayo anak manis."" Antusias Mentari. Namun Badai seketika menggeleng. "Aih, kenapa ? Bunda tidak suka penolakan."" Gemas Mentari menciumi pipi gembul Badai dan seketika meraup paksa tubuh kecil itu.


""Hahaha, geyi Nda."" Gelak Badai dapat kletikan pinggang dari tangan Mentari seraya berjalan mendului langkah Biru.


""Boy, mau di gendong ayah juga ? Sini ?"" Goda Biru yang pasti tahu jawabannya. Topan sudah gede.


"" Topan mau !"" Loncat Topan di tangan Biru yang menggodanya.


""Aiaah, Susah di tebak !"" Aneh Biru. Pelangi terkikik di gendongan punggung Biru, di timpali senyum devil Topan di gendongan depan Biru.


...****...


Di tempat lain, Senja menjemput kedatangan Langit di bandara internasional yang akan pulang hari ini setelah dua Minggu lamanya pergi dalam perjalanan bisnis. Langit sekarang memang sangat sibuk di karena kan semua perusahaan telah di timpahkan penuh oleh Chris, Sementara orang tua itu lebih suka di rumah bersama cucunya, Petir.


""Itu dia !" Senang Senja melihat dari kejauhan langkah Langit di ikuti Satria dari belakang. ia memang tak memberi tahukan kalau ia sendiri yang akan menjemput suaminya.


""Senja ? Sat, coba lihat... wanita itu Istri ku atau orang lain ? Hais, saking rindunya...saya kebayang terus akan wanita itik ku.""


Satria memicingkan matanya, mengikuti tunjuk Langit.


""Itu bukan Senja, tapi wanita lain."" Goda Satria berbohong. ""Kamu sudah gila rupanya, Wanita lain di anggap Senja, Awas jangan sampai salah peluk, salah sedikit... Burung di tebas."" Timpalnya lagi di sela langkahnya yang semakin dekat akan berdirinya Senja.

__ADS_1


""Iya Bawel !""


__ADS_2