
Shanum tak langsung membeli lemparan kata tajam dari entah siapa namanya ini... Pikirnya, ia tidak punya urusan ke wanita yang mulutnya tak berkelas itu, Fashion saja tak mengerti.. Dasar Wong ndeso. Umpatnya dalam hati.
""Wah, Perut kalian berdua bagai sapi bunting ya...Melar ! Ish...nggak banget untuk di lihat, pasti para suami nggak akan betah di rumah kalau setiap hari melihat Sapi di dalam rumah."" Hinanya melirik tubuh hamil Mentari dan Senja. Kedua teman Shanum menimpali dengan senyuman ejekan. Shanum sengaja membuat ego mereka naik dan berujung mempermalukan diri sendiri di tempat ramai ini...dan intinya Langit maupun Biru pasti akan marah ke para istrinya yang sudah bertingkah mempermalukan mereka.
Senja dan Mentari kompak menggeleng. Ini satu manusia kepingin apa coba ? Benar benar nyari perkara.
""Sabar ! Orang waras mah kudu ngalah...Meladeni orang GILA sama dengan orang GILA.""Balas Senja santai dengan pembawaan air tenang. Shanum mengumpat dalam hati.
""Ish, Mba Cantik, Anda salah telor besar lho, Pak Biru dan pak Langit itu saaaaaangat bucin malah dalam keadaan istrinya hamil begitu, ini itu di turuti, nonstop dua puluh empat jam berada di sisi mereka... bahkan mandi saja di mandiin, pipis pun kayaknya sih... Masalah sapi melar, iish... sebagai wanita SEMPURNA kodratnya ya itu... mengandung dan itulah puncak titik terbahagia dalam biduk rumah tangga. Jadi di mananya tuh para laki laki kagak betah di rumah saat di beri kebahagiaan luar biasa ? Kalau ada laki laki begitu ya berarti laki lakinya itu yang bermasalah, kagak ada syukurnya. Makanya coba deh anda hamil, seperti Sapi melar !!!" Sela Jum berceloteh. dapat kode dari Mentari untuk diam agar tidak menimbulkan keributan di acara resepsi pernikahan orang.
" Hamil ? Ogah gue ! Yang ada tubuh seksi gue melar sana sini, iiiiiihhh Nggak pakai banget !"" Tangan Shanum berekspresi jijik, dalam hatinya ia tidak rela mendengar kata Bucin yang di terima oleh kedua adik Kaka itu. Mentari masih diam, Senja pun sama...Dr Anita sedikit cemas dengan kedua pasien spesialnya ini....Emosi orang hamil tuh sangat berdampak besar ke cabang bayi. Dengan cepat mengirimi chat ke Farel untuk menyuruh Biru dan Langit menghampiri. Namun terlihat dari tempat duduknya, Farel tak merespon chatnya, Mungkin tidak dengar dengan notifikasinya. Mau beranjak ke sana, takut takut meningkalkan Senja dan Mentari dengan adanya Shanum si dratu nyebelin.
""Ah, Daeng... rupanya cincin baru !"" Mentari tak sengaja melihat jari Senja yang menggunakan cincin pemberian Langit di danau tadi. Ia benar-benar tak menganggap adanya Shanum di antara Mereka, Karena ia tahu...emosi tinggi bisa membuat dampak dalam kehamilannya...ia tidak mau kandungannya bermasalah yang di sebut Gawat janin.
""Ini dari Langit tadi, sebelum kami kesini...Kami mampir ke danau lho, isshh... tempatnya romantis dan ini sebagai kado ultah ku yang aku pun lupa kalau hari ini hari spesial ku."" Senja sengaja menekan tiap kata katanya, tangannya pun sesekali ia kibaskan dengan alay ala lebay di hadapan Shanum. Dr Anita dan Jum kompak memberikan selamat.
Sial ! Berlian punya ! Batin Shanum panas.
"Laki laki memang begitu, Di depan istri pencitraan doang, di luar sana mah.. beeeuh, jelalatan nyari yang segar segar di mata. Apalagi seorang Langit yang hot tak pernah puas dalam satu wanita.""
Shanum semakin berulah terang terangan, sengaja me- Naked Senja dengan kata kata busuknya.
__ADS_1
Senja tersenyum manis, Mentari yang mengerti itu bukanlah senyuman sesungguhnya, melainkan seringai tajam. Ia khawatir Daengnya ini terpancing emosi.
""A--""
""Benar ! Kata PUAS itu banyak nominanya..Tapi arah perbincangan unfaeda ini tidak secara langsung pun menghina wanita atau perempuan Bitc* di luaran sana, Kenapa ? Karena tanpa adanya Bitc* di luaran sana maka para laki laki yang tanda kutip keranjang, mata jelalatan yang anda maksud tadi itu tidak akan berulah kalau tidak di suguhkan pemandangan murahan. Kata murahan pun banyak nominanya lho...Salah satunya ya anda sekarang ini, Mengurusi kehidupan orang itu dengan adanya maksud tertentu juga di sebut penjahat murahan. Dan ahh...satu lagi !! Emas itu tak selamanya mengkilap, Apalagi manusia, tak selamanya berbuat rendah, ada saatnya di titik rendah dan ada saatnya mendapatkan pencerahan, seperti Kaka ipar ku yang Manly abis. Jadi pilih lah ?! Mau di titik terendah serendah rendahnya atau mau di atas setinggi tingginya ? Pilihan berkelas ada di kita.... Para woman !""
Mentari dan Senja saling tersenyum, Senja yang hampir terbawa emosi..Turun sudah saat kata kata ocehannya di sekat langsung oleh Mentari dengan nada tenang santai tapi berhasil me naked Shanum.
Damn, Umpat Shanum...Adik Kaka ini sangat susah di bully, Setiap sarkasannya selalu di beli dengan kata menusuk di telinganya. Panas...! Ia jadi malu sendiri apalagi di saat Mentari yang ia pikir lugu lemah ini ternyata sangat pintar ber-argument. Apa dia kata ? Murahan dan Bitc* ? Shi* Wanita hamil ini mengumpati dirinya sebagai Jalan* murahan. Sialan benar !!!
Jum dan Dr Anita pun tercengang dengan kata kata Sarkas Mentari dengan pembawaan mut-mut tapi seperti belatih yang men Skakmat Shanum.
""Hallo para Lady, Kalian di sini rupanya !"" Tengil Satria mengedipkan mata lucunya ke Jum, di balas tengil jum dengan mata lentik di mainkan juga. di sebelahnya ada Farel, Biru dan Langit.
Biru dan Langit seakan akan tak menganggap adanya Shanum di antara mereka, Biru langsung mengecup pucuk kepala Mentari dari arah belakang duduknya Mentari, dan Langit langsung berjongkok mengusap dan menyapa calon bayinya di perut Senja dengan berkata Aku selalu menunggu mu !!! Membuat Shanum semakin panas melihat kemesraan dou di hadapannya ini.
""Dansa ?"" Tawar Biru tersenyum manis dengan tangan stay di hadapan Mentari. di Lantai dansa memang sekarang sedang berlangsung dengan mempelai di antara mereka.
"" Yes !!! Wyh not ?"" Setuju Mentari tersenyum manis, beranjak dengan lenggok kemesraan.
""Itik Cantik ! Mau menyusul Biru dan Mentari ?"" Tawar Langit pun.
__ADS_1
""Ide bagus !"" Riang Senja. Melirik Dr Anita sebagai tanda pamitnya. di angguki oleh Anita.
""Anita !!! Sebagai sahabat yang baik... Jangan membiarkan diri ku sendiri...Dansa Or No ?"" Farel tak mau kalah, Stasus jomblonya tidak menghanyutkan dirinya untuk tidak bersenang senang.
""Aha, Ayo sahabat ! Kita dansa ala ala romantis pangeran dan putri kerajaan !"" Canda Dr Anita pun beranjak.
""Jum, Kita bagaimana ?"" Harap Satria.
""Bagaimana apanya ?"" Jum pura pura bodoh.
""Nyusul yuk kelantai dansa ?"" Bujuknya memelas.
Jum tersenyum devil, melirik gerombolan Shanum yang nampak merah kesal tertahan..bagaimana kalau kekesalan itu sedikit di beri percikan biar meledak boom.. Tengil Jum tersungging jahil.
""Nggak ah, gue kagak bisa main dansa dansaan ! Noh... ada mbak cantik beling beling, pasti dia mau !"" Delik Jum ke Shanum. Satria melirik ke Wanita penyebab Langit Biru bergerumuh lama. Sejurus Satria mengedipkan bahunya tanda penolakan keras.
""Ogah ah, Gue maunya Lo, nanti gue ajarin caranya... Kaki gue rela jadi korban injak kaki Lo sebagai tanda pembelajaran dansa ini !""
Satria segera menarik tangan Jum untuk beranjak, ia tidak mau lama lama berada di antara gerombolan Shanum. Sebelum jauh...Jum mengedipkan matanya ke Shanum... Sebagai tanda ejekan darinya... Jempolnya pun ia tunggingkan kebawah. Dead !!!
""Aaaargh, Sial ! Fuc* !!! Kalian yang Bitc* murahan !!!"" Pekik Shanum kesal tak berkutik. Ia kira sangat gampang menjatuhkan orang orang desa seperti mereka. Namun... Serangan dirinya malah membuatnya naked dengan kata kata tajam Mentari.
__ADS_1