RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 75


__ADS_3

Berangkat kerja di antar oleh Tegar, Om-nya Mentari. Berangkat kuliah pun tidak di antar oleh dirinya, melainkan Arkan... sebagai sepupunya-Mentari. Jangan bilang pulang kuliah malam pun bukan ia lagi yang berhasil menjemput Mentari... Bisa kering gue di makan tandus rindu karena mu Petite dan kenapa sih para keluarga mu sok perhatian Semuanya. decak Biru.


Dan di sinilah Biru....sepulang ngantor sengaja langsung menunggu Mentari di area kampus masih lengkap bau bau asem campur maskulin berbalut kan suit kerja. Takut takut kalau ia di duluin pula oleh sang mantan dosen killer yang sekarang merangkak naik menjadi rektor kejam... Radja Batara.


Tok Tok Tok


Biru malas malasan melirik ke samping, Saat tahu si pengetok kaca mobilnya.... Langit Syaputra Kusuma.


Dengan malas karena kupingnya terlalu sakit mendengar gedoran semakin kencang dari ulah Langit, Biru pun menurunkan kaca mobilnya.


"" Apa ? berisik tau nggak, bikin conge gue aja !"" Ketus Biru tidak suka dengan adanya Langit mendekat apalagi melewati zona nyamannya.


Dan Langit pun hanya terkekeh miring mengenainya. ""Lo yang apa Sagara, nunggu Mentari ? Begitukah ?""


Mereka jika bertemu bagai singa dan pemburu. padahal orang tua mereka yakni Titan dan Chris mempunyai hubungan baik sebagai relasi. Mereka saja yang seperti anak kecil selalu membesarkan masalah walaupun hanya secuil saja.


""Eum !"" Malas Biru bersuara seraya perlahan menutup jendela mobilnya. Namun terhenti dengan ucapan dari Langit.


""Lo bilang, Mentari sudah pulang ? kok bisa ini kan kelas terakhir masih berlangsung, aah...Lo ngibulin gue ya, gue nggak percaya ke Lo, ulat gatal.""


""Ya sudah kalau nggak percaya, gue nggak rugi ini, Gue kasih tau ya ! Kelas yang Lo maksud sekarang berlangsung itu kelas gue, Sebelum Mentari izin, Dia sudah mengambil kelas privat di ruangan gue, khusus bagi Mentari ya... it's ok, gue dengan senang mengajarnya."" Jujur Langit namun cara penyampaiannya sengaja membuat Biru cemburu. Langit masih enggan untuk mengakui kekalahannya.


""Mile !"" Tak ingin mempercayai Langit sebagai rivalnya, Biru yang melihat Mile berjalan ingin pulang, di panggilnya.


""Mentari mana ? kok Lo sendiri ?""

__ADS_1


""Mentari tadi sudah balik pak Biru, terlihat buru buru bersama pak Radja !"" sahut Mile.


Dan tanpa meladeni ejekan Langit lagi, Biru tancap gas meningkalkan area kampus, dengan panggilan smartphone terdengar berujung tulalit sebab Mentari tidak merespon panggilannya. Di mana sih kamu, Petite. sudah pulang kah...ah, Keluarga besar Lo pada ganggu saja tahu nggak ?


Sementara Tersangka, sedang berada di kediaman keluarga Batara setelah mendapat penjelasan dari Radja, mau tidak mau Mentari menuruti Radja, Darah tetap darah bukan.... Menanam rasa kekecewaan lama lama tidak akan menghasilkan buah kebaikan juga !


Mentari sayang! Kakek kamu sedang sakit, ia tidak mau keluar kamar dan selalu mengabaikan segalanya bahkan makan saja kadang di abaikannya, Beliau selalu bergumam dalam demamnya minta maaf kepada mu dan seluruh keluarga mu, beliau menyesal dalam sayang, Tolongin Om Radja mu ini, untuk membujuk beliau agar mau diperhatikan kesehatannya.


Dan di sini lah Mentari, di depan pintu kamar Bima dan Risma-kakek neneknya yang baru datang. Kalau bukan masalah kesehatan orang sepuh di rumah ini, ia tidak akan mau menginjakkan lagi kakinya di rumah tersebut.


Mentari mengetuk pintu dua kali namun respon di dalamnya sangat lah dingin yang tidak mau membuka kamar. malah mengusir !


""Kakek Bima, nenek Risma ! apakah saya boleh masuk, kalau tidak boleh pun tidak apa-apa, Mentari pamit ya...semoga lekas sembuh ya kek !""


Dan pintu kamar pun terbuka lebar setelah Mentari bersuara.


Radja tersenyum hangat, akhirnya orang tuanya keluar kamar dan langsung mengeluarkan suaranya yang beberapa hari setelah Mentari berkunjung terakhir tidak pernah terdengar.


Lain dari Raisa, Wanita anggun itu mengepalkan tangannya kuat-kuat tidak suka pemandangan hangat yang ada di hadapannya... Tunggu saja pembalasan dariku Dewa, atas penghinaan mu dulu kepada ku maka yang akan terkena imbasnya adalah anak mu. aku memang terobsesi oleh mu... sampai aku rela menukar dirimu dengan Radja sebagai Ciplakan wajah kalian....


Ya.... walaupun bertahun-tahun lamanya, Raisa berumah tangga bersama Radja, tapi di lubuk hati terdalamnya...Ia egois... Menganggap Radja adalah Dewa karena memang fisik mereka sama....Sangat di sayangkan padahal Radja sudah menerima ikhlas rumah tangga mereka yang tadinya hanya penutup malu di saat ketidak hadirannya Dewa di saat ijab Kabul.


Setelah selesai memberi perhatian penuh kepada Bima dan Risma, seperti menyuapi dan memberi mereka obat dan menyuruh kedua sepuh itu beristirahat. Mentari pun di sini, terdampar di kamar peninggalan Dewa yang masih terlihat terawat, Rapih. Sang Om memaksa dirinya untuk beristirahat sejenak di kamar tersebut.


Mentari meneteskan air matanya, Saat melihat pigura Dewa semasa muda tersenyum lepas memperlihatkan lesung pipi seperti punyanya.

__ADS_1


""Amang, Tari rindu !"" Elusnya di pigura Dewa. ""Semoga Amang di sana tenang, karena keluarga mu sudah memberi maafnya untuk mu, Mereka juga sangat welcome ke Tari, Tapi entah...Tari masih asing.!""


""Dewa tidak akan tenang, karena saya belum memaafkannya, Saya juga tidak welcome kepada mu, Mengerti !""


Raisa masuk dan langsung menunjukkan rasa ketidak sukaannya.


Mentari menaruh pigura tersebut dan langsung berbalik dengan wajah polosnya.


""Saya tahu nyonya, Anda dari dulu memang tidak suka dengan saya, bahkan sewaktu kita belum bertemu pun anda sudah menunjukkan rasa tidak suka itu melalui telpon, mencaci maki Mentari kecil dan saya sudah tidak asing lagi mendengar keketusan Anda""


Raisa maju dengan gigi menggelutuk beradu, saking geramnya mendengar perlawanan terang terangan dari anak ingusan di depannya... Anak Dewa sangat jeli masih mengingat suara ku di kala itu, bisa gawat kalau abang Radja tahu


"" Saya peringatkan anak kecil, pergi jauh jauh dari hidup keluarga bahagia kami atau kamu akan menyesal, kamu di sini tidak di butuhkan...kamu itu cucu buangan, dan akan seperti itu seterusnya...atau kamu sengaja bertopeng naif agar bisa mendapatkan harta kami. Begitu ?"" Raisa menekan kuat rahang Mentari dan menghempaskannya dengan geram sampai Mentari meringis dengan pipi terhempas ke kanan.


Mentari tersenyum miris, Istri Om-nya ini ternyata gila harta rupanya...Pantas saja Amang-nya_dewa dulu begitu kekeh tidak mau pulang dan malah menikahi Ammanya yang kata Batara beliau tidak berpendidikan itu... lihatlah sekarang, orang berpendidikan saja malah terlihat busuk.


" Maaf ya Nyonya, Apa anda lihat ini, dan ini.."" Mentari menunjukkan kedua kaki dan tangannya begitu bangga dengan ciptaan Tuhan yang di berikan untuknya. ""... Masih utuh, dan kuat, selama anggota tubuh saya masih memadai sebagai mana fungsinya, maka saya tidak akan pernah dan tidak akan mau menerima apapun itu dari kalian, Batara. Saya bisa bekerja keras untuk hidup saya sekeluarga. Buat apa anggota tubuh saya jika hanya di gunakan untuk mengemis harta kalian yang banyak itu tapi tidak berguna walau hanya sekedar membantu orang yang mengemis di kala itu, dan saya begitu menyesal pernah mengemis bantuan kepada Anda, Dan itu pelajaran hidup bagi saya kedepannya, Saya akan mengambil positifnya saja...Dan ya...satu lagi, harta tidak di bawa mati lho ya...jadi habiskan semuanya Sebelum harta anda itu mengucapkan....Sorry goodbye.""


Orang polos juga bisa kesal lho ya, jadi sebelum meledak... Mentari bergegas beranjak meninggalkan Raisa yang tertohok dengan kata kata lembut bertutur...namun menusuk ego Raisa...


Parjo, Segera kempeskan ban mobil yang ada di rumah ini... semuanya jangan ada yang tersisa.


Raisa memberi titah cepat ke sopir pribadinya melalui telepon, agar Mentari tidak di antar pulang oleh siapa pun oleh penghuni Batara.


Aku ingin kalian beri cedera parah pada kaki dan tangan gadis yang sudah aku kirimkan fotonya kepada kalian... bayarannya dua kali lipat dari gaji kalian jika berhasil malam ini juga...tapi bahaya akan menerpa kalian jika gagal atau sampai bocor ke suami saya ataupun nama Batara yang lainnya...

__ADS_1


Dan Raisa pun menyeringai jagat setelah memberi titah entah siapa yang ada di seberang telepon.


Suara Vote๐Ÿ˜‰


__ADS_2