
Biru baru keluar dari toilet, langkah nya terhenti di kala mendengar para staff staffnya yang empat orang pada ngerumpi asyik di kubikel masing-masing tanpa mereka sadari, ada dirinya di sekitaran mereka yang mendengar, tadinya ia mau menegur...Tapi, terhenti saat mendengar topik gosipnya mengenai proyeknya.
""Eh, Lin ! Lo tau nggak, Si Desta gontok-gontokan seru sama si Fahri lho gegara Neng Mut penjual nasi uduk di proyek kota Bogor""
""Kok gitu ?""
""Jadi ceritanya, si Desta itu ngebet tuh Ama si Eneng, eh tau taunya si Fahri juga demen sama si Eneng Mut, nah...Saking ngebetnya si Desta, Minggu lalu sampai diam diam ke proyek, Tapi oh ternyata kebetulan ada si Fahri juga di sana, pas si Fahri mau Nyipo* Neng Mut secara paksa, datang lah si Desta dan terjadi lah jab ketemu Jab live show hot mereka. Makanya dia dia pada diem dieman ampe sekarang.""
Biru menajamkan pendengarannya demi memastikan apa yang di gosipkan para Staff Papa nya yang ada di kantor pusat ini yang sudah di ambil alih oleh dirinya yang sekarang memegang semua perusahaan. Dan ia sekarang mengerti akan perubahan air muka Desta di saat tadi ia menyebut nyebut nama Fahri yang akan ikut ke proyek, ternyata mereka mempunyai perselisihan toh.
""Emang siapa sih si Neng Mut itu ?"" Orang yang di panggil Lin tadi sudah mulai kepo, Kalau sudah di perebutkan begitu berarti ada spesial dari si Neng, Cantik mah...Staff cewek sini juga banyak, kagak usah penjual nasi uduk juga kali.
"" Pan tadi saya udah jelasin kalau tu cewek penjual nasi uduk di dekat proyek mangkalnya. Beeeh... Cantik Lin orangnya, sumpah kagak boong gue, demenan anak anak proyek tuh. Saking demennya Mereka mau nya Cepat cepat ingin makan siang dan cepat cepat ingin pulang pun hanya demi ngecengin tuh Neng Mut, Makanya kinerja anak anak pada out of control menurun tajam secara signifikan, down.""
"" Ck, ck , ck.. Saya jadi penasaran bagaimana tuh wajah si Neng neng mut !"" Lin, geleng geleng halu rupa tuh si Neng.
""Cantik pokoke, Dan bagaimana tidak menurun coba kinerjanya ? Pagi pagi orang proyek sudah ngopi santai saja sampai lewat satu jam dari waktu kerja sebenarnya. Makan siang pun korup waktu setengah jam cuma kepingin curi curi pandang si Neng. Dan balik kerja pun, Anak anak pada nyunat waktu satu jam pulang cepat demi ingin merayu gombal si Neng Mut. Bagaimana kagah molor tuh kerjaan Kalau semua pekerja pada korupsi waktu.""
""Lho, emang pak Yusuf kagak ngamuk bawahannya pada gila ?"
__ADS_1
"Ck, Bagaimana mau negur, lha wonge sama saja ikut ikutan ngecengin si Neng !""
"" Ooaalaaah !"" Koor pendengar gosip pun kompak tepuk jidat, Atasan dan bawahannya ternyata kompak ajib.
Cukup, Biru sudah cukup nguping si penggosip buletin siang of the lambai di hadapannya. Ternyata bawahan dan atasan leader project-nya sama sama gilanya, pantas saja proyek besar nya di kabarkan akan kena pinalti. Ternyata si biang kerok nya adalah orang yang di panggil Neng Mut itu rupanya, Pasti cewek itu gatal ! Batinnya. dan Awas saja si Neng Mut itu, Biru akan marah marahin tuh si penjual nasi uduk karena sudah berhasil membuat para pekerja nya gila melupakan tanggung jawab masing-masing karena oleng demi melihat tuh wajah si Neng. Awas saja pokoknya, bentar lagi ketemu... Siap siap kena semprotan orang tamvan tapi muram durja kejam nya.
""Pak Wildan, tolong panggil pak Yusuf suruh menghadap saya, serta suruh bawa data data teamnya yang turun tangan bertanggung jawab ke proyek kita yang ada di Bogor.""
Biru mentitah Wildan, Sang biang gosip untuk memanggil pimpinan pekerjanya yang tidak kompeten itu.
"" Yaeeeelah Bentar dong, Dido. Gue lagi seru nih sama anak anak lagi ngegosip, lho mah ganggu aja kesenangan gue, kagak seru lo."
""SAYA TIDAK MENGGAJI ANDA UNTUK KESENANGAN ANDA, ANDA DI SINI ITU UNTUK BEKERJA BUKAN NGEGOSIP, MENGERTI ?""
Bentakan gelar pedas maksimal Biru Membuat Sang penghulu gosip tersadar itu suara Bigg Boss yang ada di belakangnya, beberapa kali ia menyebut nama Allah seraya berlari tunggang langgang segera melaksanakan perintah Boss.
Memang Sialan tuh Teman temannya, dasar kampret semua ! Giliran ngegosip seperti tadi saja pada Kompak Mendengar kan, giliran ketahuan dan dirinya terkena bentakan maksimal,eh... mereka berpura pura tidak kenal kepadanya. Memang kampret semua tuh teman !
...****...
__ADS_1
Mentari mencepol rambut panjangnya ala ala girlsband Korea, anak rambut liar ia selipkan di belakang daun telinga, Entah kenapa hari ini terasa sangat gerah. mungkin karena bawaan hormon kehamilan nya yang sekarang sudah 19 minggu, ia bersyukur masih bisa bertahan hidup sendiri di sini Walau pun dalam benaknya ia rindu gila dengan keluarga nya terutama Tripletsnya juga ke Biru, semua Video si Tripletsnya yang di kirimkan Bang Sam serasa kurang cukup untuk melepaskan kerinduannya yang karatan di dalam sana.
Tapi gambar Biru, ia sengaja tidak mau melihat nya dan sengaja menyuruh Bang Sam maupun Mile untuk tidak membahas nama itu karena ia akan semakin gila rindunya jika terus di update di kupingnya, ia bertahan sampai saat ini itu karena calon janinnya, Ia tidak tahu kabar kemajuan tentang fitnah affair nya bersama Langit karena ia sendiri tidak mau mengetahui itu demi ketenangan hati juga janinnya yang tak boleh mendapat tekanan.
Selama di kota ini, Mentari sangat bekerja keras bersama mbok Darmi demi kemajuan warung nasi uduk nya, baru pagi buta ia harus kepasar untuk membeli segala keperluan warung, balik balik sibuk langsung di warung, Dan itu sebenarnya demi membunuh rasa rindu itu hilang makanya ia sengaja menyibukkan diri walau pun mbok Darmi nya melarangnya untuk bekerja keras di saat bunting Seperti ini.
Di daerah ini tidak ada yang tahu nama aslinya, ia hanya di sapa sebutan Neng mut saja, dan ia sengaja tidak membongkar identitas nya, karena ia takut nama Batara akan mudah di lacak Biru maupun keluarga nya yang lain. Ia hanya menggunakan nama untuk mendaftar di klinik tempat nya memeriksa kandungan dan juga di daftar penghuni di pak RT sekitar, itu pun namanya atas nama ArMila Hermansyah, Bukan nama sesungguhnya. ia memakai identitas Mile-sahabatnya.
Kadang kala sang Dokter kepo, kemana suaminya ? Kenapa saat jadwal pemeriksaan sang suami tidak mengantarnya, dengan berbohong Mentari menjawab, kalau sang Suami lagi di luar negeri menjadi pekerja TKI. Entah seberapa ngamuknya Biru jika ketahuan nanti, kalau namanya sudah di jual Mentari sebagai pekerja TKI. dan itu juga alasan nya untuk para tetangga juga ke pak RT nya
Mentari melirik jam, sudah mau masuk sore, Seraya menunggu para proyek datang untuk makan, ia akan menyibukkan diri melap lap piring lembab agar memudahkan mbok Darmi nya untuk lelayan. Ke-dua sahabat nya yaitu Mile dan Bang Sam yang baru datang ia biarkan sibuk dengan pekerjaan di layar pipihnya masing masing
Sebenarnya, sedikit sulit hidup di sini, ia sering menjadi bahan gosip para ibu ibu sampai gadis gadis di mari Apalagi si ibu RT, mungkin karena ia sering dapat suit suitan dari banyak laki laki. Mentari sebal gila tuh jika sudah berurusan dengan pak RT yang genitnya Astagfirullah dan di hadapkan pula oleh ibu RT yang pencemburu nya nauzubillahi, kalau sudah menyangkut sepasang RT itu, Rasa rasanya Mentari mau mengucapkan wassalam saja.
Dan Ah, Satu lagi... hidup hanya seorang diri tanpa suami Membuat dirinya sering menjadi pelecehan rayuan dari para pekerja proyek, nggak yang muda, tuir bahkan di bawah umur pun sering merayunya, Lebih parahnya lagi satu Minggu lalu, Ada pria yang bernama Fahri datang ke warung dengan tawaran Ingin membantu nya menyusun kursi, dan waktu itu ia hanya sendiri Karena si mbok ke pasar, dengan polos ia mempercayai Fahri, Tapi di saat ia sedang memotong motong bawang dan ada beberapa bawang pada jatuh ke lantai ia pun menunduk untuk mengambil bawang tersebut dan bodohnya dadanya yang sudah membengkak malah sedikit daging nya menjimbul keluar Membuat Fahri gelap mata memeluk nya dan Ingin ******* bibirnya, Tapi Alhamdulillah bantuan datang yaitu Orang yang bernama Desta yang langsung menghajar Fahri dan seketika gosip tentang dirinya di mari semakin gila saja.
Dan gara gara itu, Mentari sudah tidak mau di tinggal di warung sendirian oleh mbok Darmi, Ya walau pun si Fahri sudah minta maaf berkali-kali yang sempat terpancing nasf*Nya, Tapi ada rasa takut juga untuk di tinggal di rumah sendirian.
"" Neng, tolong jagain kompor ya, kalau airnya sudah mendidih tuang saja ke termos air, Mbok kedepan dulu, bentar lagi warung rame seperti biasanya.""
__ADS_1
""Oke mbok, nanti sekalian biar saya bikin minuman hot hot melepuh ya mbok."" Sahut Mentari mantap, Di senyumin oleh Mile dan Bang Sam di saat mendengar julukan minuman nya padahal sih air teh Asrep.