
Mendengar teriakan Jum yang terdengar membingungkan di telinga, Satria turun dari taksi, mengomeli perempuan somplak ini, Tapi di sayang kan ia menyukai perempuan somplak pakai banget... Hadeeeeh, permintaan Hati memang ajaiiiiib.
""Apa Lo bilang, Perempuan ?! Gue harus apa ? Tanggung jawab ? Tanggung jawab apa, eum ? Perasaan gue belum ngebuat Lo mblendung deh ! Dan ya... menyingkir dari hadapan taksi gue, gue lagi ngejar penerbangan kedua, Kirim saja undangan Lo sama Gema ke gue lewat email, pasti Gue datang, Bilang aja...Hadiah apa yang Lo mau dari gue selain kedatangan orang tua Lo itu, Anggap saja hadiah pertama udah gue beri, Hadiah ke dua, apa yang Lo mau, Hmm ?.""
Satria berdecak pinggang dengan omelan dinginnya. Dan di balas tarikan santai dari Jum agar minggir dari hadapan Taksi yang masih di atas aspal. Si somplak Jum lagi kepanasan, takut takut kulit manis manis gula merahnya kelewat matang, dan berakhir gosong !
Yaelaah...Masa pengantin prianya lebih putih putih keturunan Tiongkok sipit sipit lucu di sandingkan dengan pengantin wanita seperti jagung bakar kelewat gosong, Kan malu dirinya kalau kulitnya berubah menjadi panta* panci gosong. Batinnya. Tapi se...se...se... Tunggu dulu ! Abang tamvan lagi ngambek akut...biar tambah ngambek, Jum makin menggodanya agar sekalian ngambek pakai banget.
"Hadiah ya ? Hmmm... Apa ya ? Nah...Adek tahu ! Hadiahnya itu tuh mmm.. Abang harus main gitar di hadapan mempelai dengan lagu begini... Ku tak bahagia.... melihat kau bahagia dengannya... Aku terluka... Nanana. Nananaaa...Nanaana.. Harusnya aku yang di sana... Dampingi mu dan bukan dia----"" Goda Jum terjeda.
Dan Satria pun menoyor kesal jidat perempuan somplak tak punya hati ini, Yang benar saja dirinya di suruh bernyanyi melow dengan Sountrack video sama persis dengan video Armada band yang di tinggal nikah sama pasangannya. Benar benar manusia atu ini, maunya apa sih ? tidak cukup apa ia di PHP-in ngenes pakai sakit banget....ia kan cukup sabar dengan mundur secara Gentleman.
""Apa sih Bang, kok adek di toyor sih... sudah nggak sayang ya ?"" Jum manyun manyun mencibik.
""Jum, ini bukan waktunya bercanda, Gue pamit...sana balik, ada Bapak sama Amma mu kan, plus Gema juga menanti mu di KUA. Jadi Hust...Hust..!"" Dengan songong pun, Satria mengusir Jum seperti lalat yang akan nemplok di makanan, hibas hibas. Membuka pintu mobil taksi.
Namun, Jum menahan telapak tangan kiri Satria dengan tangan lembutnya terpatri di sela sela jari jemari Satria, Membuat pergerakan Satria kembali berbalik penuh di hadapan Wanita ini.
""Jangan Pergi !"" Wajah Jum sudah tidak somplak lagi, ia merasa sudah cukup menggoda calon imannya. "" Kalau mau pergi, bawa aku menemui orang tua mu."" Lanjutnya serius.
Alis tebal Satria terangkat penuh. ""What for, Perempuan ?"" Senyumnya kecut, Jum benar benar tidak punya hati yang ingin terus memberi rasa sakit di hatinya dengan PHP-annya. Pikirnya miris akan journey of love-nya.
""Karena aku eh kamu sudah melamar ku dengan sangat Gentleman yang repot repot pergi jauh ke kampung ku hanya demi aku si gadis biasa biasa saja....Apa kamu tahu Bang Satria... kamu pria hebat yang bisa tahu maksud perkataan ku, yang sering aku ucapkan yaitu..... aku tidak mau pacaran ! itu bukanlah penolakan diriku tapi itu adalah kode keras ...dan kamu pembuka kode itu yang sudah men ceklok hatiku. Jadi apakah wanita sederhana ini masih patut untuk di cintai oleh mu, Abang Satria !""
__ADS_1
""Jum, Tap-tapi...Tadi, Lo dan Gema ?""
"" Yaelaah, Tadi itu aku cuma becanda ngajak Gema ke KAU, Kami tidak punya hubungan apa apa, Ya.,.. walaupun sebenarnya Gema katanya serius ke Aku, Tapi aku pantas memilih dong, Yaitu kamu.""
Jum mulai somplak lagi, ia mengedipkan matanya dengan lucu beberapa kali menggoda Satria yang sedang dalam keterkejutan.
"Jum, Kamu tidak Bercanda kan ? Kamu bukan hanya menghibur ku yang sedang patah hati kan ?""
"" Hmm, kagak percaya ding... Kalau masih tak percaya, belah lah dada ku Abang... eh nggak ah, mati gue dong, Abang saja lah yang di belah dadanya ya, Trus keluar kan hati mu yang retak itu, aku akan mengelem hati sobek itu agar utuh kembali."" Jum menaruh telapaknya tepat di dada Satria. Membuat pria itu merinding ding Ding.
"" Kamu itu benar benar ya !"" Satria tersenyum, mensentil gemas kening Jum, Memeluk Jum dengan hati berbunga-bunga, Yeeees, Kawin... Kawin, eh.. Nikah dulu maksudnya.
""Pak, kita jadi ke bandara tidak ?""
Astaghfirullah aldzim, Iman ku bapak...tak setinggi langit.
""Maaf ya pak, sepertinya tidak jadi deh... begini saja, bapak kembali lagi kerumah saya yang tadi, ingat kan ? Bagus, Tolong antar koper koper saya kesana ya pak, dan ini ongkosnya di tambah plus plus bonus buat bapak.. Terimakasih ya pak !""
Satria pun melirik wanita yang masih berdiri di sampingnya yang menahan panas terik di kepalanya.
""Ayo kita pulang, Kamu kesini nekadeee juga ya perempuan, makai motor Security ku lagi, ijinkan ? Ayo... bonceng aku pulang ke apartemen mu, untuk bercakap-cakap dengan bapak mu tentang kita.""
Otak Satria mulai nakal, Dengan ia di bonceng oleh Jum, nantinya ia bisa modus peluk peluk si adik ini dari belakang.
__ADS_1
"" Hmm, Maaf ni ya Abang tamvan, masalah bonceng membonceng lebih baik anda sajalah yang mengemudikan, pertama di karenakan...saya tidak kuat memakai helm lagi yang baunya Hoek banget..bau apek apek gimana gitu, kedua... Kodratnya wanita itu berlindung di belakang punggung kekar seorang pria, ke-tiga...aku saja lah yang modus modus busuk di belakang mu, itu kan yang kamu pikirkan bapak Satriaaaaaa.""
Satria hanya cengir cengir kuda.. si Jum susah benar di modusin, Tapi apa ni cewek somplak dikata ? dia saja yang mau modus di belakang ? Ah, siap itu mah...tak bisa memeluk dari belakang tak apa, Yang penting di peluk dari belakang itu sama saja.... Menguntungkan cuy.
""Ayo naik perempuan ! Jangan lupa ya... pegangan yang kuat, Abang akan ngebut.""
Jum menurut naik di boncengan metic itu, Satria sudah menyalahkan mesinnya dengan sempurna. Tapi..... belum juga di peluk dari belakang...eh, mesin motor tetiba mati...ada apakah gerangan ?
""Jum, kesini ngisi bensin nggak sih ?""
di belakang, Jum menggeleng... bukan tugasnya itu mah, keenakan yang punya motor, pelit Jum.
""Napa Bang ?""
""Bensinnya ke habisan Jum.""
""Oh, habis ! Ya sudah Bang...Dorong saja, jangan nyimpan wajah tak semangat begitu."" Santai Jum turun dari boncengan.
""Jum, di peluk dari belakang kagak jadi dong ?"" cibik Satria tak semangat lagi.
""Yaelah Abang, peluk pelukannya masih banyak waktu kalau sudah sah, Belum sah mah di komat kamitin sama bapak di rumah ini mah, makanya motornya mogok""
Jum menjawab ala kadarnya, main nyamplak saja, Sampai bapak yang lagi makan bakso di unit Apartemennya pun tersedak batuk batuk.
__ADS_1