
Para penghuni rumah Satria sudah tidur kecuali Senja. Wanita itu mondar mandir di taman belakang tepat di area pinggir kolam renang milik Satria.
""Kenapa harus begini, ayo Senja ! buang perasaan mu ? jangan jadi wanita bodoh."" Gumamnya.
Langit yang curiga dengan tidak adanya Senja di dalam kamar, turun ke Lantai bawah...ia curiga kalau Senja dan Satria sedang berduaan di malam begini.
Mata Langit menangkap bayangan orang di dekat area kolam renang, pintu kaca itu pun terbuka...ia melangkah kesana. Itik dan Satria pasti berduaan di area kolam. Dumelnya.
"" Itik ?"" Sapa Langit, tapi matanya, melirik kesana kemari, prediksinya salah, Satria tidak ada. Hanya Senja yang sendiri berdiri di tepi kolam.
""Eum.!"" Tanpa menoleh, Senja menyahut singkat. Langit mendekat, berdiri tepat di samping Senja.
""Kita perlu bicara !"" Kompak Mereka. Spontan mereka saling bersibobrok mata.
""Lo duluan !"" Senja mengalah.
""Tidak ! Lo saja !"" Tiru Langit, ia jadi penasaran...apa yang Senja akan katakan.
""Tidak, Lo saja !"" Kekeuh Senja.
""Baiklah, Bagaimana dengan obat penawarnya, Lo tidak akan ingkar janji Setelah selesai semuanya, kan ?!, Lo harus mengakui kesalahan Lo yang sudah memfitnah gue.! agar gue terbesar dalam pernikahan bodoh ini."" Tukas Langit mengingatkan.
__ADS_1
Senja tersenyum getir, membuang pandangannya ke bayangannya di dalam air bersama bayangan Langit. Sifat Langit persis seperti bayangan itu yang ada di dalam air, bisa di lihat tapi tidak bisa di genggam... Hati Langit begitu batu, susah di lunakkan olehnya...Senja jadi prustasi sendiri dengan perasaannya. Ia mencintai Langit tapi ia tidak akan pernah bisa memiliki, Langit begitu membencinya. Biarkan... mungkin inilah lika liku perjalanan cintanya... Bukannya ? Definisi Cintanya adalah rela berkorban demi kebahagiaan orang yang kita cintai, di sini Langit begitu menderita dalam pernikahan bodoh ini, pikirnya. Jadi ia akan melepas Langit. mengorbankan hatinya demi kebahagiaan si Mendung ini.
""Tenang saja, Gue nggak akan ingkar janji."" Sahutnya sedikit berat dengan ucapannya sendiri. ""Tapi sebelum kita pisah, malam ini gue mengaku kalah ke Lo. Lo yang menang !"" Timbalnya ingin mengungkapkan perasaan hatinya, Senja tidak pernah di ajarkan oleh Rose atau pun Dewa untuk menjadi seorang munafik.
""Yak, Lo yang kalah !"" Ejek Langit tersenyum jumawa. "" Gue nggak sabar menunggu tiga hari itu."" Langit berbalik badan ingin beranjak namun tangannya di tahan oleh Senja. Langit pun memandang tangannya yang masih di tahan oleh Itik ini.
""Gue kalah karena hati gue lemah...Gue terperangkap dalam permainan bodoh ini, itik ini mencintai mu, Langit !"" Ujarnya mengakui sudah, rasa yang ada di dalam sana.
Langit terkesiap dengan pengakuan Senja. ia tersenyum miring, ia bukanlah laki laki bodoh yang gampang di tipu lagi oleh wanita licik ini, Sekali licik tetap saja Licik, bukannya pernikahan bodoh ini terjadi karena ulah kelicikan Senja yang begitu santai memfitnahnya.
""Hahaha."" Langit tertawa kecil mengejek. ""Lo pikir pengakuan licik Lo mempan bagi gue...Lo itu wanita licik Senja, Tapi gue lebih jijik lagi Mendengar kebohongan tentang kata cinta Lo ini dari pada saat mendengar Fitnaan Lo...hebat ! Lo harus nya berakting menjadi pemain drama, hebat sekali !"" Langit menarik tangannya dari genggaman lemah Senja. bertepuk tangan untuk mengejek pengakuan Senja yang dipikirnya hanya bulsyit belaka saja.
""Gue heran, apa sih mau Lo, hah ? Harta bokap gue, begitu kah ? sehingga Lo begitu kekeuh Ingin bersama ku, Ingin merantai hidup bebas ku dengan kata cinta palsu Lo. No...No...No, disini gue yang menderita jika gue masuk kedalam permainan hati busuk Lo itu !"" Hinanya. Mendorong kecil bahu Senja untuk sekedar membuat sadar ke wanita ini, kalau ia bukanlah pria yang bisa tertipu lagi.
Walaupun dorongan kecil yang di dapat dari Langit, Tapi Senja lagi tidak seimbang dalam berdiri sehingga Senja terjatuh ke dalam kolam renang.
Langit terkejut akan perbuatannya ke Senja, tapi ia enggan untuk menolong itik ini, itik ini pasti bisa berenang kan, tidak mungkin tenggelam. Ia pun melangkah menjauh dari kolam.
Namun langkahnya kembali berbalik ke kolam renang, Senja tidak muncul muncul.
""Senja !"" Paniknya melompat cepat ke dalam air untuk menolong Senja. Senja tenggelam kah ?
__ADS_1
Di dalam air, Senja sudah terpejam cantik yang tertangkap oleh mata terbuka Langit di dalam air. Langit dengan rasa panik cepat cepat mencekal kedua pinggang Senja dan mendorong pinggang itu naik sehingga kepala Senja yang mulai terlihat di udara.
Senja tetiba membuka matanya yang masih dalam posisi di pegang pinggangnya oleh Langit. ""Kenapa menolong ku ? aku tidak tenggelam tapi terlalu malas untuk muncul kedaratan."" Ucap Senja. membuat Langit merasa marah kembali...
""Lo memang penipu ulung !"" Geram Langit melepaskan pegangannya. dan naik cepat dari kolam renang.
Senja sendiri kembali menenggelamkan seluruh tubuhnya. Dengan mata terbuka di dalam sana. Sebenarnya, Senja tidak muncul karena ia telah menangis. ia malu untuk menampakkan kelemahan hatinya di hadapan Langit. Game over ! Gue mundur ! Hati ini sudah remuk mendengar penghinaan dari Langit, Tapi ini bukan salah Langit...dia benar...gue adalah wanita licik yang kagak bisa di percaya... sekali berbohong maka tidak akan ada kepercayaan bagiku.
Sepuluh menit Senja menangis di dalam air kolam, Senja pun memutuskan untuk naik dengan cepat cepat mencuri udara begitu rakus.
""Kamu tidak mengikuti saran ku, Daeng !"" Bang Sam mengulurkan tangannya untuk memberi Senja bantuan naik ke tepi. Entah dari kapan Bang Sam ada di tepi kolam renang, Tapi lekong ini mendengar dan melihat semuanya. "" Pakai ini. dan cepat ganti bajumu !"" Ujar Bang Sam, memberikan handuk ke Senja.
"" Hahaha, Gue game over Bang Sam !"" Senyum ejek itu untuk dirinya sendiri. Ia memeluk bang Sam untuk mencari ketenangan.
""Ini salah ku, maaf karena sudah memberi mu ide gila ini, dulu !"" Sesal Bang Sam.
Senja melepaskan pelukannya, tersenyum getir. ""Tidak, ini bukan salah siapa pun, tapi ini adalah salah hatiku yang tidak bisa di ajak kompromi, sudahlah...ayo kita masuk, Jangan sampai Tari melihat ku seperti ini.""
Senja pun beranjak masuk, Sepuluh menit berlalu,, setelah berpakaian kering, Senja memilih untuk tidur di kursi panjang satu kamar dengan Langit yang sudah tidur di atas peraduan kasur dengan begitu nyaman dan nyenyak yang terlihat di mata Polos Senja. Biasanya sebelum tidur, mereka berdua akan memulai ber-argument alot tentang siapa yang akan tidur di kasur. Mereka akan berebut dahulu sampai capek pegal dan berujung tidur bersama di kasur dengan posisi asal asalan
Selamat malam Langit, Hari cerah akan menghampiri mu setelah malam ini berlalu...itik ini akan menjauh setelah urusan masalah Amma ku kelar...Semoga hidup mu semakin bahagia...
__ADS_1